10. My Child

15 2 1
                                        


" Selamat anak ibu perempuan, ini dia hati – hati. Saya keluar dulu"

"Terimakasih sus. Ayah kita kasih nama siapa ya?"

" Azalea Wijaya. Dia akan menjadi anak yang jujur dan baik sebagai bunga yang berjaya, Ayah bangga padamu nak!"

              Sebagaimana rasanya kedatang seseorang yang ditunggu oleh pasangan baru senangnya seperti menemukan segunung berlian yang tidak akan ada habisnya. Keluarga yang indah bukan dilihat dari sejutan alasan melainkan satu alasan yang sederhana dan juga kita tau apa alasan itu, yaitu kebersama. Banyak sekali yang bisa dilakukan ketika sedang bersama dan itu yang ingin aku rasakan.

"Sayang kamu pipis lagi ya kasian, ayo kita ganti dulu celananya" Saat membawa celana bayi tiba-tiba suara pintu tertutup keras,

"Bruukkkk!!!!"

"Ternyata kamu sayang ? Sudah jam begini kenapa baru pulang?" Terkejut menatapnya

" Aku bekerja, ngapain lagi " Sahutnya sambil menyimpan tas kerja,

" Biasanya tidak semalam ini? Mau dibuatin minum apa?" Tanya Ibu itu yang kala itu lagi mengganti celana anaknya

" Tidak perlu setelah mandi aku langsung tidur aja"

"Oh iya kalau begitu. Tapi akhir – akhir ini kamu jarang menyapanya"

"Sekarang kerjaan banyak aku cape, ini juga untuk dia dimasa depan" Beranjak dari tempat tidur dan pergi ke kamar mandi

"Iya aku ngerti" Tersenyum dan mengeluh

" Yakan harusnya kamu begitu" "Bruuukk!" Sahutnya sambil menutup pintu kamar mandi.

             Pagi menjelang burung bersiul seperti membangunkan aku dihari yang cerah ini dan kulihat kekiri kekanan semuanya masih pada tidur, tapi wajar sih ini masih subuh. "Mmmm kenapa burung bersuara diwaktu subuh ya?! Eh,, ternyata alaram" Setelah beberapa menit aku sadar bahwa aku harus solat subuh.

" Oliv kamu mau kemana?" Kata Hani sambil mengisik matanya dan terlihat masih ngantuk

" Eh Hani kamu bangun ya, mau ambil air Wudlu. Kamu mau bareng?"

" Iya tungguin Liv" Hani pun bergegas. Saat itu suasana sepi tidak ada suara semuanya hening. Aku melihat ke atas banyak sekali bintang – bintang yang berkedip menemaniku saat waktu subuh dan merasa dingin yang tadinya menusuk tubuhku hilang begitu saja, ternyata alam itu indah sekali.

" Jangan di rumah mulu lihat Indonesia itu indah"

" Sindi!" Terkejut aku dan Hani melihat Sindi ada dibelakang

"Eh kalau mau ikut bilang – bilang jangan ngagetin gitu!" Sahut Hani sambil memegang tanganku

"Iya Sin eh ngagetin aja. Udan Hani lepas cuma Sindi"

" Hehe, maaf ya kebelet pipis" Jawabnya kelihatan nahan pipis

"Iya – iya lain kali jangan gitu. Ayo kita lanjutin", " Eh, kenapa Sindi bisa maca pikiranku ya. Lah, palingan Cuma lihat kelakuanku aja" Sahutku dalam hati.

              Melihat sosok sang suami berubah menjadi seseorang yang lebih pemarah dan jarang menyapa, Ibu dari anak yang malang itu menelusuri ketika suaminya bekerja. Di waktu senggangnya dia menitipkan anaknya ke tetangga lalu pergi ketempat suaminya bekerja, beberapa orang dia tanya dan ternyata suaminya itu tidak lagi kerja disana karena kena PHK. Terkejut terasa dan sakit hati tercerna yang kala itu kecewa mengapa suaminya tidak berkata kepadanya.

             Apalagi yang harus Ibu yang kasian itu cari, dia pun mengurungkan niatnya untuk mencari dimana suaminya, dia hanya ingin menangis dan pulang kerumah. Saat ibu itu jalan untuk pulang terlihat seseorang laki – laki tergeletak tak berdaya di gang yang kumuh dan terlihat tertutup, feelingnya kala itu tepat sekali,

" Apakah itu kamu suamiku? " Sahutnya sambil terkejut melihatnya dan segera untuk mendekati laki – laki tak berdaya itu

Dilihat mukanya ternyata benar suaminya babak belur tak berdaya. Suaminya berkata " Sayang maafkan aku, selama ini aku tidak berbicara jujur dan terus menyentak – nyentak kepadamu" Kekesalan yang terjadi yang tak bisa di balikin lagi mengunyah perasaannya kala itu,

" Tidak sayang, ini belum terlambat kamu bisa bangkit lagi, aku akan terus mendukung mu" Ucapan penyemangat dikeluarkan oleh istrinya yang kala itu memegang erat tubuh suaminya itu sambil menatap muka dan tetesan air mata, " Ayoh sayang kamu bangun dan kita akan melanjutkan lagi dan membangun lagi dari awal untuk menjadikan mimpi menjadi kenyataan. Anak kita kelak akan membantu dan menjadikan kita seorang raja dan ratu. Ayo sayang"

" Iya sayang aku akan berjuang, kamu bisa bantu aku bangun?"

              Tak lama dari situ mereka berdua pulang untuk membawa anaknya yang lagi di titipkan, dengan keadaan yang sangat buruk kedua orangtua itu terus berjalan walaupun si istri menahan lelah membantu suaminya berjalan.

" Asalamulaikum ,,"

" Sudah beberapa kali kamu memanggil yang punya rumah disini kok tidak menjawab?" tanya heran suaminya,

" Tidak tau yah, tadi ada dan aku titipin Azalea ke ibu ini". Tak lama saat menunggu yang punya rumah keluar, ada ibu – ibu pengajian yang melewat kesana,

" Asalamulaiku,?" Mereka menyapa suami istri itu

" Walaikumsalam" Keduanya  menjawab salam

" Ibu , bapak? Lagi mau kesana ya, Tadi kami lihat yang punya rumah itu keluar, tidak tau mau kemana tapi keliahatanya akan pergi lama"

Cahaya OliveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang