"ini resepnya yang harus ditebus"
"iya makasih sus" jawabku,
saat aku ingin kembali ke mamahku tiba tiba sebelum keluar dari ruangan suster itu aku ditabrak oleh seseorang laki laki yang membawa perempuan, pasti perempuan itu istrinya dan pasangan yang serasi
" maaf dek bapa tidak sengaja" sahut laki laki itu, "iya pa aku kok yang salah tidak merhatikan jalan" jawabku dengan malu
Tak tahu mengapa saat itu aku teringat sekali wajah laki laki itu dan aku pun saat melihat perempuanya tak tahu mengapa ada rasa yang aneh didalam pikiranku, tapi aku terus melanjutkan untuk pergi kemamahku.
"Triririnng triring..!" " Oliv mamah udah dimobil kamu kesini aja" ,, " iya ,mamah Oliv kesana ya",, aku pun pergi menemui mamah untuk pulang.
"asalamuallikum, pah kami pulang, hallo papah dirumah? Mah ngga ada siap siap dirumah, " kataku sambil memegang tangan mamah, " iya mungkin papah kamu sedang dikantor nak" jawabnya sambil nada lemas. Tak lama kemudian terlihat sebuah mobil ynng berhenti di depan rumah,,
" Oliv mungkin itu papah kamu coba liat"
"iya mah" aku pun pergi keluar untuk melihatnya,
Ternyata itu bukan mobil papah dan yang keluar juga aku tidak kenal, dua orang laki – laki itu menghampiriku , mereka bertanya soal papahku tapi aku tidak mengerti apa yang mereka bicarakan, tak lama kemudian aku memanggil ibuku untuk menemui dua orang laki – laki itu di ruang tamu,
"mah aku permisi dulu ya mau buat teh" kataku,
"iya syang"
Disitu perasaanku sudah tidak enak tak tahu mengapa perasaanya ada sesuatu hal yang akan terjadi dengan buruk, "non itu temannya tuan ya?" ucap bi Irma sambil cuci piring,
" ngga tahu tuh bi aku juga baru lihat, bi bantu buatin teh dong, hehe" jawabku dengan senyum,
"eh non kirain non bisa",
"bisa bi cuma lupa" sahutku dengan percandaanku,
"eh non bisa aja"
Saat aku mencicikan air terdengar suara jeritan diruang tamu tepatnya ditempat mamahku sedang mengobrol dengan dua orang laki-laki itu, aku pun bersama bi Irma bergegas untuk melihat mamah. Ternyata saat kulihat mamahku sudah begitu sedih dan menangis, saat itu aku tidak tahu apa yang terjadi sama sekali
"mamah ada apa kenapa menangis?" tanyaku sambil memeluk mamah,
"papahmu nak papahmu koruptor"mamahku menjawab dengankata yang pelan
"kalau begitu rumah ini akan kami sita, kami memberi waktu untuk ibu tiga hari untuk meninggalkan rumah ini dan untuk sekarang suami ibu sudah menjadi buronan kpk. Kalau begitu itusaja informasinya dan kami permisi" dua orang laki laki itu meninggalkan rumah,
aku tak tahu harus bagaimana harus berkata apa tapi kebahagiaanku seaka-akan pergi menjauhiku, aku sedih melihat mamahku tidak berdaya dan hanya bisa menangis.
=============================
"sayang kardus yang ini bawa yah, awas jatuh nanti hancur!, mba ini juga jangan lupa naikin kemobil"
"iya mamah, mah tapi kita sekarang mau kemana?" tanyaku
"kita akan mencari rumah kontrakan dulu syang" jawab mamah
Tidak lama kita mencari rumah kontrakan disekitar, aku melihat seseorang yang pernah aku lihat dirumahsakit sebelumnya. Kita berhenti disebuah rumah yang tidak besar dengan keadaan yang amat juah berbeda dengan rumah yang sebelumnya aku tempati,
"mah ini rumahnya?" Tanyaku
"iya saying kita disini dulu ya, nanti kalau mamah udah punya uang kita akan pindah sayang" jawabnya sambil tersenyum manis kepadaku,
Aku pikir cerita senang yang ku rasakan amatlah singkat dan berbeda dengan apa yang ada dalam pikiranku, termyata cinta cukup untuk menutupi segalaanya dan cinta akan membawa kita kepada materi dan kepada apa saja yang kita inginkan, disitu aku berpikir cinta bahawa cinta tidak akan hancur dan tetap abadi karena cinta diciptakan oleh tuhan...
"hey Oliv sayang bantuin mamah nih jangan bengong, simpan kardus ini kedepan pintu, kalau kamu cape istrihat aja nanti sakit"
"ngga mah Oliv bantu samapai selesai deh dan Oliv kuat kok mah, hhe"
"ah sayang kalau begitu kamu yang ringan aja ya, biar bibi sama supir aja kalau yang berat"
'iya mah siap"
Tidak lama kita sedang menurunkan barang orang itu mendekati aku dengan senyum diwajahnya "asalamualikum, wah tetangga baru bu?
"walaikumsalam, iya pa bu, ibu bapa dari komplek ini juga?" Tanya mamahku
"iya bu, tuh rumah kita diseberang jalan ini" jawab perempuan itu, dia sambil mengelus ngelus perutnya yang sedang hamil,
"ouh iya bu,kenalin ini anak ibu namanya Olivia"
"hy Oliv kamu cantik banget ya, berapa tahun kamu sayang?" dia menatap padaku dengan senum yang membuat hatiku menjadi berbeda,
" umurku 16 tahun tante, tante lagi hamil ya hehe??"
" ini mau ke 7 bulannya, anaknya perempun loh semoga cantiknya sama dengan kamu" sahutnya sambil memegang pipiku,
Tak lama mereka pun berpamitan untuk pulang, setelah itu perasaanku merasa berbeda terasa disini awal dari langkahku lagi menuju kebahagiaan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cahaya Olive
Novela JuvenilPerjalanan seorang gadis yatim piatu disalasatu yayasan yatim piatu bernama Olive yang masih percaya bahwa ibu dan ayahnya masih ada, banyak sekali cerita dan kejutan yang menimpa Olive saat dia dirangkul oleh salasatu keluarga yang saat itu sedang...
