13. Awal Mula 2

14 4 3
                                        

" Mang kiri – kiri!, Huu kejauhan mang" Teriak ibu – ibu dengan raut wajah yang marah

" Iya maaf, lain kali kirinya dari awal bu" Sahut supir Angkot

" Huuu! mang yang salah, nih ongkosnya" Ibu itu memberikan ongkosanya lalu pergi

" Mang di Gang depan berhenti ya "Sahutku sambil menunjukan arah.

" Disini neng?"

" Iya. Nih ongkosnya untuk bertiga mang. Makasih" kita pun turun dari angkot untuk lanjut jalan kaki.

             Jalan ini mengingatkan ketika aku bermain sama teman – teman yang sangat aku sayangi dan sudah aku anggap sebagai keluargaku sendiri

" Oliv kamu jaga, hahah" , " Hahah Kaisan kamu kotor banget, lihat teman – teman!" , " hixhix aku diledekin Rendi kaka" , " Jangan nangis Oliv " (Dalam bayangan)

"Dan hari ini aku akan bertemu lagi dengan mereka, semoga semuanya sama, aku kangen banget" Sahut dalam hati

" Hey Oliv yang itu yah?" Tanya Hani

" Iya itu Han. Yuk kita kesana! Eh tunggu mana Sindi?" Bingung Sindi tiba – tiba hilang

" Tuh lagi main pasir sama anak – anak, lagi masak – masakan kali hahah"

" Oii, Sindi mau ikut kedalam nggak?" Triakku

" Kamu aja dulu sama Hani, nanti aku nyusul" Balas teriakan Sindi

" Halah, iya Sin" .

                Didepan rumah itu aku berdiam diri, tidak tau mengapa aku merasakan hal yang aneh dimana dunia ini terasa gelap dan tidak satu pun yang aku dengar dan aku rasakan,

" Oliv hey oliv ayo lanjut kedalam kenapa diam ?" Suara Hani terdengar dan kemudian hilang.

" Kenapa kamu mengjakku kesini ?" Tanya sang lelaki

" Kamukan tau aku tidak bisa seperti yang lain? Apakah kita salah bila mencari dan mengadopsinya ?" Jawab perempuan itu dengan lugas tapi terkadang takut lelaki itu marah

" Apa maksudmu? " Lelaki itu menantap tajam kearah si perempuan, tapi perempuan itu mengabaikannya

" Ikuti saja aku" Mereka pun langsung masuk kedalam. 

Banyak sekali hidangan yang orang panti itu buat karena pihak panti tau bahawa tamunya adalah seorang politis yang sebentar lagi menjadi pejabat yang dikagumi. Melihat anak – anak yang ada disana lelaki yang tadinya bermuka kejam seakan – akan berubah mejadi bunga melati yang mekar di sore hari semuanya tampak berbeda.

                  Ditengah – tengah mereka melihat – lihat lelaki itu mendekati seorang anak perempuan yang saat itu sedang bermain. Dia mengelus pipi lembutnya dan memandang seakan dia ingin memilikinya.

" Kamu ingin mengadopsinya?" Sahut penjaga panti itu sambil membawa anak kecilnya

" Mungkin kamu tidak pernah membayangkan betapa indahnya kalau memiliki apa yang kita cintai dan menjaganya" Sahutnya lagi.

" Apa aku salah untuk mencoba hal yang mustahil itu dan membentuk sebuah keluarga yang utuh walapun itu aku buat dengan caraku sendiri?" Kata perempuan malang bertanya kepada lelakinya. Seakan tak bisa berbuat apa – apa lelaki itu memilih untuk mengikutinya dengan kata lain dia mengijinkan untuk membawa satu anak.

" Huuuuuu!" Aku terkejut dan terbangun dalam kehilanganku

" Kenapa kamu Oliv? " Tanya Hani

" Nggak Han, mungkin aku kecapean. Mari masuk Han"

" Eh itu kaya kaka Oliv" Suara anak – anak dari dalam

" Assalamulaikum " Sahutku

" Walaikum salam ka" Salasatu anak menjawab yaitu Sofi

" Sofi kamu sudah besar ya? Kamu juga Ninda, Caca, Rendi, Sintia, Luki dan semuanya!" Kami pun berpelukan untuk menunjukan rasa gembiranya melepas kangen

" Wait, pinter juga Oliv bisa mengingat nama – nama ya. Sugoyy! tapi tidak semuanya hmm" Sahut Hani dalam hatinya

" Eh,, Perkenalkan ini kaka Hani teman kaka disekolah"

" hy kaka, aku Nindi" , " Aku Sintia",

" Hahah kali ini dia tidak bisa membaca pikiranku " Sahut Hani dalam hatinya lagi, " Iya semuanya salam kenal ya!"

" Abaikan saja lah sedang senang ini" Jawabku dalam hati, " Eh, Kaka – kaka lagi dimana?"

" Mereka lagi di belakang Ka , coba kesana" Jawab Rendi

" Kaka kesana dulu ya. Han tunggu disini dulu ya ajak mereka main"

" Iya Liv lagi pula ini asik"

" Main petak umpet Ka"

                   Aku pun langsung pergi kebelakang untuk menemui Kaka – Kakaku dan pengasuhku yang biasa aku sebut ibu Sud.

Saat aku sampai ternyata,

" Apa kabar kamu Oliv kami disini semua merindukanmu" Ibu Sud memeluku begitu erat sambil meneteskan air mata, ternyata mereka suda mendengar kedatangaku dan menungguku untuk menemuinya.

" Aku juga kangen bu" Disana aku juga tidak bisa menahan jatuhnya air mata karena ini momen yang paling berbeda. " Tunggu. Ibu , Kaka – kaka lagi ngapain kalian disini?"

" Kamu sama aja seperti dulu merusak momen,,," Jawab Ka Sandra

"Emang sifat tidak bisa hilang hehe, Kebetulan kami disini sedang masak. Kamu bisa bantu? " Tanya Ibu Sud,

" Sudahku duga ,, Iya siap. Eh, lupa aku bawa dua anak – anak Bu eh, maksudnya temanku hehe"

" Bawa kesini, kenalin dan,,,"

" Ajak mereka bantuin masak" Sahutku dengan memotong perkataan Ibu Sud

" Hahahahahaha" Kami semua ketawa gembira dan rasanya itu luar biasa.

Waktu itu terjadi lagi ketika akusenang dan hanya itu yang aku rasakan, sebagaimana yang aku inginkan mungkinhari ini hari yang sangat menyenangkan. Satu hal yang aku pelajari janganmelupakan teman lama karena kemana kamu kembali yaitu ketempat dimana semuaorang memikirkanmu dan merekalah yang ingin kamu kembali kemasa dimana kamuberda disekelilingnya. 

Cahaya OliveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang