15. Sambutan Gembira

15 2 0
                                        

“ Kamu tuh ingin tau ayah apa ibumu Oliv? Ini jadi bingung" Bilangnya sambil mencubit pipiku
“ Ih ibu sakit tau ihh, iya mau taunya semuanya. Tapi aku sudah tau berarti ibu yang asliku ya yang sekarang. Mmmm kalau ayahku yang asli dimana bu?”
“ Kalau ayah mu ibu kurang tau, coba kamu tanya ke ibumu"
“ Tapi,, bagaimana aku memulainya? “  Tanyaku dengan rasa bingung
“ Mmmm ibu juga ngga tau Oliv coba aja dimulai dari kata hatiku sendiri Oliv “
“ Ihh ibu nyubit lagi !!”
“ Kamu tuh lucu Oliv" sekejap perasaanku berubah menjadi sedih
  “ Oliv kenapa kamu menangis?” Sahutlagi Ibu Sud
“ Banyak sekali anak di dunia ini yang ingin bertemu kedua orang tuanya, tetapi kenapa aku takut untuk bertemu dengannya sekarang,, Ibu aku harus bagaimana?”
“ Sudahlah Liv, mungkin ini hal yang terbaik bagimu,, sana beritau ibu mu yang asli dan jangan sampai kamu mengecewakannya. Hapus air matamu sekarang dan berikan ibumu itu senyum yang manis,," Nasehatnya sambil mengusap air mata yang ada di pipiku lalu membuat bibirku tersenyum dengan tangannya
“ Iya bu Sud terimakasih juga atas masukannya, anda itu emang akan ibuku terbaik sepanjang masa , muach"

Setelah mengobrol banyak aku pun beranjak pulang.
“ Dah semuanya sampai berjumpa kembali" Aku,  Sindi dan Hani melambaikan tangan kepada mereka. Kayanya bakalan cepat kangen lagi, mungkin aku akan rajin - rajin menjenguk mereka,, 

“ Eh Liv lo tadi kemana? Tadi seru loh" Kata Sindi
“ Iya ih kamu tadi ga ikutan main sama anak anak tuh lucu lucu lagi" Sambung Hani
“ Nanti aku ceritain sekarang jalan duku dan tunggua angkot kita pulang hehe" Jawabku sambil tersenyum gembira
“ Eh eh ada yang aneh ya ?” Bisik Hani
“ Iya Han, mungkin dia pacaran dengan orng panti yang dulu" Balas Sindi
“ Aku dengar!!!!” .

Sesampai dirumah,
" Assalamualaikum,  mah aku pulang"
"Walaikumsalam , iya Liv "
Saat aku sudah membuka pintu dan melangkahkan kaki masuk kerumah dengan perasaan yang berbeda, tidak tau kenapa ibuku saat itu langsung memeluku dengan derasnya air mata yang keluar dan dia pun bercerita apa yang terjadi
" Oliv, mamah tidak tau kenapa ingin memelukmu sekarang, tadi mamah mimpi tentang kamu dan di dalam mimpi itu kamu lah anak asli mamah"
"Ah kenapa bisa " Bisiku dalam hati. Aku pun aneh mendengarnya, apa mungkin ini atau kebetulan saja?, tidak kerasa air mata yang tadinya diam sekarang mengalir deras sampai kepundak mamah.  Tapi,,
"Ya mungkin itu hanya mimpi Oliv,  kan iya juga sih kamu tuh udah anggap anak mamah sendiri hehe,  udah makan Liv?  Kalau cape tidur aja, pekerjaan rumah juga udah beres, mamah mau rebahan lagi Liv" Sahut mamah dengan menatap wajahku dan langsung berjalan mau ke kamar,
"Bruukkk" Tak sadar aku langsung memeluk mamah yang bingung dengan keadaanku,
"Oliv kenapa? " Tanya mamah
"Mah , mamah benar dan mimpi itu adalah mimpi yang nyata" Jawabku , aku melepaskan pelukan dan mamah berbalik arah menghadapku,
"Maksud kamu saya? " Tanya lagi dengan muka serius
"Iya mah tadi dipanti ibu Sud menceritakan semuanya padaku,  itu bukan sebuah kebetulan mah dan dia bilang mamah adalah mamah asliku , ini aku mah anak aslimu" Suasana jadi berbeda,  tadinya mamahku dengan muka serius sekarang berubah menjadi melemah dan saat itu matanya merah tak lama air mata keluar ,
"Oliv apakah benar?  Apa benar Liv? " Mamahku bertanya lagi sambil menggoyang goyang pundakku seakan - akan tidak percaya apa yang terjadi,
"Iya mamah , aku adalah anakmu" Saat perkataanku tiba tak lama mamahku memeluk erat dengan tangisan lembut dan air mata yang Indah memenuhi suasaana yang dari dulu aku inginkan.

Terimakasi tuhan untung tadi mamah mimpi dulu,  jadi aku tidak ragu ragu mengungkapkannya,  hehe

Cahaya OliveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang