14. Taman Yang Indah

20 1 0
                                        

Hari itu santai banget, terasa masa lalu yang bergembira bisa bebarengan lagi bersama anak - anak yang aku sayang. Mungkin hari ini aku akan membuka semuanya. Aku mencoba mendekati Ibu Sud mungkin dia akan cerita semuanya.

" Udah Liv makannya?" Tanya Ibu Sud

" Udah Bu, kenyang kok" Jawabku sambil memegang perut

"Siapa?"

"Aku sudah kenyang makannya" Jawabku lagi

"Yang nanya"

" Ibu dari dulu gitu mulu. Sudahlah. Bu aku boleh nanya ?" tanyaku sambil membawa air minum

" Boleh, nanya apa? "

" Tapi disini bising kita ke Taman aja bu"

" Iya nanti dulu beresin dulu ini"

Lanjut Ibu membersihkan dulu sisa makanan bersama – sama agar cepat selesai. Tidak lama semuanya sudah di bersihkan, lalu Ibu Sud mengajaku ke Taman. Aku mengitunya, dilihat – lihat banyak sekali perbedaan di Taman tempat aku menghabiskan waktu, ditambah lagi ada sebuah kumpulan kertas – kertas kecil yang didalamnya ada tulisannya gitu yang tergantung di sebuah rangkaian yang seperti pohon, aku sempat melihat salasatu kertas ternyata itu sebuah harapan yang ditulis oleh para anak yatim piatu tapi aku tidak sanggup membacanya karean takut ,, takut apa ya,, sudah lah hehe..

" Kita berhenti disini ya " Sahut Ibu Sud, lanjutnya " Oliv? Kamu ingat kamu pernah bermain disini ? semua orang yang telah keluar dari sini pasti ingat walapun pun setiap saat taman ini berubah, kamu lihat sendirikan? Ya,, Seperti sekarang juga kadang persaan pun akan terus berubah dan mencari tempat yang tepat untuk terus beradaptasi sampai akhirnya berhenti dan tidak bergerak lagi"

" Iya Bu aku tau, tapi apa maksudnya?" Tanyaku dengan muka bingung

"Ibu tau kamu kesini bukan hanya sekedar silaturahmi, kamu ingin cari tau masa lalu mu kan?"

Aku terdiam, mugkin aku salah, aku tidak harus mencari masa lalu, mungkin aku harus melupakannya tapi aku takut kalau harus melupakannya. Saat itu aku menguraikan air mata dan rasanya dalam hati sangat hampa....

" Kamu tidak salah, kadang hidup ini harus mempunyai sebab biar kita tau alasan yang sealama ini menghantui kita" Sahutnya sambil mengusap air mata dipipiku " Tapi kamu siap untuk mendengarnya?" Kedengaranya itu membuat jantungku makin berdejag, tapi aku harus siap karena ini tujuanku kesini.

Dibawah pohon yang rindang dan angin yang sejuk membuat badan ini merinding akan indahnya masa lalu bermain disini, saat itu semua anak – anak didalam panti, mungkin Hani sama Sindi lagi ngajak main anak – anak. " Apa aku siap mendengarnya" Mengiang lagi pertanyaan itu didalam pikiranku, tapi aku ingin tegas untuk mengungkapkannya dan sekali lagi ini adalah tujuan utamaku.

" Eh,,eh,,eh Ibu kemana kan mau cerita?"

" Tunggu dulu Ibu ada yang lupa, sebelum cerita Ibu akan membawa sesuatu dulu,, tunggu" Sahutnya sambil beranjak pergi ke Panti,

" Yahh,, "

Apa dia ingin membawa sesuatu!, tapi aku diam aku tidak berpikir apa – apa tentang itu dan kurasa mungkin Ibu hanya membawa minuman atau apa lah.

" Wahh sejuk juga ya disini membuat aku ngantuk nih" Bicara sendiri. Emang disini semakin indah saja, kenapa tidak seperti dulu begini huhu.

Tidak lama Ibu Sud datang, dan ternyata benar dia hanya membawa dua buah apel dan dua air mineral , " Hemm sudah ku duga" Sahut dalam hatiku

" Maaf Liv ibu lama ya? Ini,, kita sambil makan apel dan nanti kalau haus ada air " Katanya sambil memberikanku apel dan air mineral

"Hehe iya Ibu makasih jadi ngerpotin. Eh katanyakan membawa barang, ini sih bukan barang, ini namanya makanan dan minuman"

" Oh iya lupa, ini maksud Ibu barang" Dia membawa sebuah kotak kecil dari saku baju hijabnya yang bermotif kembang – kembang " Ini Liv" Sahutnya

" Apa itu Bu?" Tanyaku dengan heran. Dia memberkikanya kepadaku dan tak lama aku langsung membukanya dikarenakan penasaran yang luar biasa,

" Ini kalung Bu " Sahutku

" Iya itu kalung tapi ada yang beda ngga? " Tanyanya dengan muka yang seperti memberitau ada yang beda

" Kalungnya ini berhuruf O "

" Itu yang bedanya Oliv! " Muka kesel

" Ouh ini " Muka datar

" Iya itu Oliv sayang! " Muka sangat kesel

" Haha Ibu lucu deh, iya aku tau ini Huruf O sama dengan nama aku, Tapi apa ini? dari mana ? dan ada apanya?" Tanya penasaran.

" Ini adalah kalung dari seorang bayi, yaitu kamu bayinya.."

"Kenapa aku?" Tanyaku polos

" Kan ini tentang kamu Oliv ngga mungkin Ibu ceritain tentang Nenek Ibu"

Kita saat itu tertawa lebar dan saat itu juga hari yang ragu bagiku disamping aku bahagia dan disampingnya lagi ada sebuah cerita yang bisa mengubah pikiranku. Aku takut hidupku akan menjadi beda, aku takut setelah mendengarnya semua orang jadi beda terhadapku. Tapi kepenasaranku tidak bisa digantikan oleh apapun dan ini jalan yang aku cari.

" Ibu mulai ceritnya sekarang ya,, Waktu itu disaat semua anak lagi pergi kesekolah dan di panti hanya Ibu dan Satria yang membantu Ibu saat itu"

" Tunggu Bu, Satria itu kenapa waktu aku besar ngga ada?" Memotong pembicaraan

" Satria itu dari kampung sodara Ibu dia hanya sesekali kalau pekerjaanya libur. Eh kenapa ngomongin dia,, kamu ganggu aja ,,,,,,,,,,,"

" Hehe maaf Bu aku penasaran. Oh jadi itu sodara ibu ya" Sahutku dengan muka berpikir

" Sudah ah, " Lanjutnya " Saat Ibu lagi duduk didepan panti ada seorang wanita mendekati Ibu dan dia membawa seorang bayi yaitu kamu, dan ini kalung yang ada di lehermu" Sambil memegang kalungnya, dan aku hanya mengangguk, lanjutnya lagi " Wanita itu berkata, Aku ingin menyimpan bayi disini dan jangan bilang kalau aku yang membawanya. Ibu kira dia orang tua kamu tapi beberapa menit selanjutnya ada dua orang polisi mencari kamu dengan meliahtkan foto, tapi,,,,,, Ibu ti tidak memberitaunya"

" Kenapa Ibu begitu??" Tanyaku dengan rasa kesal

"Jangan dulu kesal dengarkan penjelasanya Olivia! " Jawabnya dengan nada tinggi, aku pun terdiam dan mendengarkanya lagi

" Saat itu, Ibu berpikir lebih baik ibu mengasuhmu dari pada ibu memberitaunya, Ibu takut orangtua mu itu melantarkan mu lagi. Ternyata benar Ibu mencari orangtua mu saat itu dan iya, kedua orangtua mu sudah cerai dan mempunyai kehidupan masing – masing. Saat itu Ibu mau menunjukan kepada Ibu kandungmu tapi Ibu takut akan hal – hal yang tidak diinginkan, dan sampai akhirnya Ibumu itu memliki seorang suami lagi yang rupanya sangat kaya dan mungkin kalau Ibu kenalin kamu hidup mu akan tejamin. Tapi, Ibu lihat sifat asli Ayah tirimu itu sangat kasar dan tidak waras dan lagi Ibu mengurungkan niat Ibu untuk memperkenalkan kamu. Tapi takdir siapa yang tau Liv"

" Kenapa? Ayah tiriku meninggal?" Tanya penasaranku lagi

" Bukan ehhhh,,,, Tidak tau apa yang menuntunya, ternyata Ibumu kepanti sini tidak tau apa tapi Ibumu itu terus datang, sampai – sampai mengajak suaminya kesini "

" Jadi?" Sontak aku berpikir

" Iya ayah tiri mu itu yang dipenjara sekarang"

" Ou jadi dia ayah tiriku kirain asli Ibbuuu Suuddd. Terus ayah asliku dimana? Aku tau,!" Diam sejenak "Jadi selama ini dia Ibuku yang asli?" 

Cahaya OliveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang