T h e S e c r e t
S e r i 2 — M i n e
—
"Aku lebih takut, jika kau akan melirik seseorang yang menjadi ekspektasimu selama ini, kemudian memilih pergi meninggalkanku." — aiyoo44
—
Pintu terbuka. Suasana kelas yang semul gaduh, mejadi senyap ketika seseorang bergerak masuk ke dalam. Langkahnya yang tepat dan pelan, membuat hampir seluruh kelas meneguk ludahnya dengan berat hati. Suasana tegang kembali tercipta ketika sepasang mata tajam bak silet itu berkeliling ke seluruh sudut ruangan—setelah melempar buku dan setumpuk kertas putih yang dibawa olehnya ke meja tanpa perasaan, yang membuat seluruh siswa berjengit—mencoba mengabsen apakah makhluk yang akan di eksekusinya benar-benar telah duduk di tempatnya semuanya.
Dahinya berkerut ketika menemukan dua kursi kosong yang berada tak jauh dari tempatnya. Ia tahu benar siapa yang duduk di salah satu kursi yang kosong tersebut, tapi tidak dengan kursi yang lainnya. Tangannya terlipat di depan dada, ia kemudian menoleh ke arah Junghyung—si ketua kelas, yang ikut menatapnya—mengedikkan dagunya kearah dua kursi kosong di sudut yang berlainan dari tempat Junghyung.
Seakan tahu yang dimaksud oleh gurunya, Junghyung menghela napas kemudian mengatakan, "Han Miyoung dan Yoon Junho dipanggil oleh ketua himpunan, untuk—"
"Hanya berdua? Untuk urusan apa? Mengapa mereka tidak mengatakan ataupun ijin kepada saya?" sela Kyuhyun tak suka. Entah karena ia tak menyukai Junho san Miyoung yang tak mengikuti kelasnya, atau karena ia tak menyukai bahwa nyatanya gadisnya pergi berdua saja dengan seorang lelaki.
"Saem," cicit Junghyung takut, karena sedikit merasa terintimidasi dengan mata tajam yang dilayangkan oleh gurunya tersebut. "—surat ijin mereka ada di meja guru anda."
Kyuhyun—sang guru—menoleh ke belakang, matanya terarah pada meja yang tertumpuk kertas yang dibawa olehnya. Disana ada selebar kertas panjang yang Kyuhyun tau sebagai surat ijin. Melengos dengan kembali menatap kedepan, Kyuhyun melonggarkan ikatan dasinya sambil mendengus. Bagi siswi di kelas, walaupun gurunya yang sedang didepan kelas itu terlihat menyeramkan saat ini, namun ketika dia melonggarkan ikatan dasinya, entah mengapa pesonanya begitu kuat. Jika saja mereka tak ingat, lelaki itu guru mereka dan terlebih pria itu amat dingin, mungkin mereka akan menjadikannya seorang kekasih.
Sementara yang lain berharap cemas, ketika sang Devil menunjukkan raut yang lebih dingin dibanding sebelumnya. Tanpa ekspresi yang berarti, Kyuhyun mengambil kertas di mejanya kemudian melempar di hadapan Junghyung—yang sedikit membuat pria berkamata modis itu tersentak.
"Ulangan dadakan. Waktu kalian satu kali enam puluh menit dari sekarang."
Matilah mereka, yang semalam enggan menyentuh buku paket ataupun catatan hariannya.
***
Han Miyoung bersama Yoon Junho memasuki kelasnya dengan percakapan ringan. Bel tanda jam pelajaran telah usai belum juga terdengar, tandanya masih ada dia di kelas. Entah apa yang akan dipikirkan oleh dia nanti ketika melihatnya bersama Junho, toh memang mereka berdua dipanggil oleh ketua himpunan dengan maksud karena mereka dipilih untuk mewakili sekolah dalam perlombaan fisika antar sekolah tiga bulan mendatang.
Han Miyoung tidak menyukai matematika, tapi menyukai fisika. Aneh 'kan? Ya, pria itu saja bahkan sering meledeknya aneh. Mana ada seseorang yang membenci matematika tapi mempunyai kekasih pengampu mata pelajaran yang tidak disukainya?
KAMU SEDANG MEMBACA
THE SECRET
Fanfiction[UPDATE SETIAP HARI SABTU] Satu rahasia besar yang dimiliki oleh Cho Kyuhyun; sang guru matematika di International High School, dan Han Miyoung; seorang siswi di International High School yang terbilang cukup membanggakan di sekolah itu tapi sangat...
