[12] When I See You

4K 389 44
                                        

The Secret
Seri 12 : When I See You

********

(Media-nya di mainin tuh. Enak😄😍)

*******

Miyoung mengerjapkan matanya dengan enggan. Salah satu tangannya meraba selimut yang melingkar di bawah dadanya, untuk di bawa ke bagian wajahnya. Menghalau sinar matahari yang masuk melalui celah tirai tipis di kamarnya yang tersingkap. Udara di pagi hari ini sangatlah mendukung baginya untuk tidak beranjak dari ranjang. Terutama Miyoung. Gadis itu akan dengan sukarela menyerahkan dirinya pada ranjang jika saja hari ini adalah hari libur. Pun jika saja kakak tersayang satu-satunya itu—Jungwoo, tidak menggedor pintu kamarnya.

Biasanya Miyoung memang tidak perlu di bangunkan, tetapi mengingat betapa kelabunya cuaca hari ini membuat Jungwoo turun tangan. Jungwoo merupakan tipe orang yang akan bangun cepat setiap hari, meskipun hari itu hujan badai, panas terik dan sebagainya. Sedangkan Miyoung berbeda. Gadis itu akan terbangun bila saatnya dia bangun, walaupun dia seringkali terbangun di pukul sepuluh jika tidak dibangunkan. Hal itu merupakan sebuah kejengkelan bagi Jungwoo.

Jungwoo heran, bagaimana bisa seorang gadis terbangun di saat matahari telah muncul ke permukaan bumi.

"Bangun, pemalas!" teriak Jungwoo dari balik pintu.

Miyoung hanya bergumam sambil memindahkan kepalanya yang semula di bawah selimut menjadi ke sampingnya. Matanya masih terpejam. Namun hanya beberapa saat saja, karena setelah indera pendengarkan menangkap kembali suara Jungwoo dari balik pintu, ia segera membuka mata bulatnya.

Miyoung kemudian menyingkirkan selimut tebalnya ke samping, dan bergegas untuk masuk ke kamar mandi, sebelum melempar teriakan nyaring, "berikan tiga potong roti croissant-mu padaku!"

Enak saja menyingkirkan sarapan roti croissant buatan Jungwoo di pagi hari. Well, Jungwoo sangat lihai di bidang masakan. Terlebih ketika kakaknya tersebut membuat berbagai macam roti yang menggugah selera. Miyoung tidak pernah dibayar oleh Jungwoo untuk mempromosikan dirinya dan rotinya—karena memang Miyoung dibayar dengan roti. Tapi roti buatan tangan Jungwoo benar-benar tidak boleh di anggap remeh. Tidak heran jika saat ini cabang rotinya di daerah asal mereka—Busan, benar-benar ramai.

Miyoung pun berani bertaruh, semua wanita akan bertekuk lutut pada kakaknya itu ketika sedang berada di balik dapur ataupun sedang membuat roti.

Bayangkan saja, keringat yang membasahi wajah Jungwoo. Ataupun pria itu dengan seragam kebanggaan putih patissier-nya. Bayangkan juga ketika jari-jari panjang Jungwoo meletakkan setiap remahan coklat, krim, buah strawberry atau hal lain ke kue-nya. Uh, jika saja Miyoung bukan adiknya. Jika saja Miyoung tidak memiliki Kyuhyun, ia akan mengencani Jungwoo.

******

Miyoung tengah sibuk dengan salinan catatannya. Matanya beberapa kali memaku fokus di papan tulis dan buku catatannya. Ia mengabaikan teman-temannya yang saat ini beranjak ke liar kelas, karena bel tanda istirahat telah berbunyi. Masih sibuk dengan catatannya yang berada di meja, hingga ia tak menyadari jika seseorang duduk di depannya. Ketika mendongak untuk kembali memandang papan tulis, ia justru terkejut menemukan wajah Junho yang tersenyum.

"Hai," sapa Junho hangat.

Miyoung tersenyum, kemudian bergumam, "hai," balasnya ramah. Ia kemudian menutup buku catatannya dan memusatkan matanya pada Junho yang saat ini mengerutkan dahinya.

"Sudah selesai?"

Miyoung menunduk menatap buku catatannya sebentar, kemudian mendongak dan tersenyum. "Sebenarnya belum," ucapnya ragu sambil memperlihatkan deretan gigi putihnya.

THE SECRETTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang