[21] Library

3K 334 52
                                        

The Secret
Seri 21 : Library

****

“Jealousy is a sign that love should hane each other.”

(Cemburu adalah tanda bahwa cinta harus saling memiliki) —Anonymous

******

SINAR matahari menerpa kulitnya secara langsung ketika ia mencoba untuk berlari mendekati salah satu ruangan luas yang berada di sisi kanan dekat taman. Satu tangan yang menompang beberapa buku yang tebal, sementara satu tangannya yang lain menutupi wajahnya dari sinar matahari yang menyengat. Helaan napas keluar dari rongga bibirnya ketika ia telah berada di depan pintu ruangan yang tertulis kata perpustakaan di papan.

Ia melangkahkan kakinya, dan mulai masuk ke dalam perpustakaan. Suasana dingin dari pendingin ruangan, aroma khas dari buku-buku yang tersusun rapi disana, juga ketenangan langsung menyapanya. Ia menundukkan kepalanya menyapa seseorang pegawai yang selalu berada di sana dengan senyum mengembang di bibirnya.

"Pagi, Nyonya Shin...," sapanya ramah.

Dikarenakan oleh adanya festival mendadak dari sekolah, yang katanya merayakan hari guru nasional, jadwal pembelajaran ditiadakan hari ini. Maka dari hal itu, yang dilakukan dirinya jika memang proses pembelajaran ditiadakan adalah pergi ke perpustakaan sekolah, atau..., well, ke ruangan kekasihnya.

Namun karena kekasihnya tersebut merupakan seorang guru, dan hari ini hari guru, menyebabkan pria itu tidak bisa berada di dalam ruangannya dalam waktu yang lama. Hal itulah yang membuatnya terpaksa—well, yeah—mendatangi perpustakaan untuk membuat suasana hatinya naik.

Han Miyoung berjalan terus ke belakang, memilih tempat yang sedikit tak terlihat dari arah pandang manapun. Ketika menemukan tempat yang pas, ia segera menduduki bangku yang tersedia, kemudian membuka ponselnya dan memberi kabar kepada kekasihnya. Tak beberapa lama fokusnya berada pada buku tebal dengan lambang aksara aneh di bagian cover.

Entah sudah berapa lama, ia justru jatuh tertidur dengan buku yang menutupi wajahnya. Seorang pria dengan seragam yang sama dengan Miyoung, melangkah mendekati gadis itu. Duduk di kursi kosong di depannya. Memandang dalam diam pada sosok Miyoung yang tertidur dengan damai. Tangannya kemudian terangkat ke atas dan memindahkan buku yang menutupi wajah Miyoung. Sekilas senyum terulas dari bibir tebal pria itu. Namun secara tiba-tiba mata lentik milik Miyoung yang semula terpejam, perlahan terbuka. Membuat pria tersebut gugup dan salah tingkah. Tubuhnya mundur ke sandaran kursi, ketika Miyoung akhirnya duduk tegak.

"Hai?" sapa pria itu kaku.

Miyoung tersenyum tipis. "Apa yang kau lakukan disini, Junho?"

Junho membalas ulasan senyum Miyoung. Ia menggeleng, kemudian menopang kepalanya menggunakan telapak tangannya. "Aku bosan," sahutnya pendek. Matanya masih terpaku pada Miyoung yang mengerutkan keningnya heran. "Aku bosan. Kemudian aku memutuskan untuk ke taman, dan menemukanmu ketika masuk kesini. Well, aku mengikutimu," lanjutnya menjelaskan.

Miyoung terkekeh. "Dasar penguntit!"

Junho tertawa, kemudian mengangkat kedua bahunya dengan tak acuh. Seolah tak mempermasalahkan apa yang dikatakan oleh gadis itu. Kemudian kembali hening. Junho masih memaku fokusnya pada Miyoung, sementara gadis itu bingung ingin membuka percakapan mengenai topik apa lagi yang harus di bicarakan. Sampai ketika secara tak sengaja kedua manik mereka saling terpaut. Junho harus mengakui mata almond berwarna coklat cerah itu benar-benar cantik di matanya.

THE SECRETTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang