Jungkook duduk manis di sebelah Taehyung yang kini tengah membersihkan sekitaran makam sang ibunda dari rerumputan liar dan daun-daun yang berjatuhan. Sesekali Jungkook membantu mencabuti rumput liar yang tumbuh namun selalu digagalkan oleh Taehyung dengan alasan Jungkook akan salah fokus. Ah, Taehyung tau saja kalau Jungkook punya hobi menangkapi cacing tanah.
Kini si gigi kelinci itu kembali menatap Taehyung yang mengelus-elus batu nisan yang bertuliskan nama 'Kim Hye Ra', ibunda Taehyung. Bisa Jungkook lihat ada senyuman lembut penuh ketulusan yang Taehyung tampilkan tiap kali melihat makan sang ibunda. Kedua obsidiannya berpendar begitu tulus, terlihat sekali kasih sayang yang tersampaikan dari dalam matanya.
"Ibu, ini hari pertama aku berkunjung ke sini setelah tiga tahun. Maaf, aku terlalu sibuk. Tahun lalu aku tidak punya uang untuk kembali ke sini, jadi aku menabung dulu."
"Ah, ya. Ini Jungkook. Jeon Jungkook. Menurutku sih lebih bagus kalau namanya jadi Kim Jungkook saja. Tapi ibu pasti akan memukul kepalaku dan ibunya Jungkook akan mengamuk padaku, hahaha."
Taehyung tersenyum begitu cerah. Sesekali ia menepuk-nepuk gundukan tanah di hadapannya itu.
"Tahun ini, aku jadi kelas tiga. Tahun depan aku masuk K'ARTS. Jadi tolong restui aku ibu."
Taehyung terus berucap, seakan-akan sang ibunda tengah duduk di depannya dan mendengarkannya sambil menyeruput segelas teh hangat di tangannya. Sesekali Jungkook ikut-ikutan menepuk gundukan tanah itu, terkadang Jungkook hanya diam sambil memperhatikan Taehyung yang tidak berhenti berbicara. Dari situ Jungkook bisa menyimpulkan, Taehyung menjadi banyak bicara jika sudah bertemu dengan hal yang ia sukai. Sedikit yang Jungkook tau dari kepribadian seorang Taehyung, seperti---
"Taehyung itu mirip anak berandal. Semakin diperintah semakin melanggar, semakin dikekang semakin beringas. Tapi ada sisi lain dimana ia bisa berubah menjadi pribadi yang begitu penurut. Ia termasuk salah satu anak yang suka pilah-memilah dalam urusan hukum." – Min Yoongi
"Kim Tae itu seperti punya dua jiwa dalam satu tubuh. Kadang kau bisa lihat dia suka berbicara, kadang bergurau kadang juga tersenyum. Tapi, ia lebih sering menampakkan dirinya yang cenderung pendiam dan sering dianggap idiot karena ucapannya yang kadang ngawur. Tak bisa dipungkiri juga kalau dia itu punya pesona yang cukup mendominasi setelah Jimin." – Jung Hoseok
"Taehyung? Spesies makhluk hidup yang berada di tengah-tengah antara idiot dan jenius." – Park Jimin
Dan masih banyak lagi. Bahkan Jungkook tidak bisa mengingat semuanya. Yang bisa ia ingat adalah seorang Kim Taehyung yang begitu lembut dan hangat dalam memperlakukan teman-temannya, terlebih lagi Jungkook. Jungkook tau kok, Taehyung itu anak tunggal. Dia tidak pernah punya adik, makanya bagi Jungkook ada sebuah kewajaran tersendiri ketika Taehyung begitu pilih kasih dengan teman-temannya kalau sudah berurusan dengan Jungkook.
"Kook, sudah puas melamunnya?"
Ah, Jungkook juga ingat kalau Taehyung itu orangnya kelewat peka kalau sudah bersangkutan dengan Jungkook.
"Kenapa, Hyung?"
"Ayo jalan-jalan."
"Eh, sudah selesai?"
"Aha. Kau ingin mengucapkan sesuatu?"
Jungkook berpikir sebentar, ia juga mau mengucapkan sesuatu. Ini kali pertama ia ke Daegu guna mengunjungi makam Ibunda Taehyung, ia ingin meninggalkan sesuatu yang berkesan. Walaupun Taehyung sudah berdiri dari duduknya sambil membersihkan pakaiannya.
"Ah, kalau begitu---Terimakasih sudah melahirkan Tae-hyung ke dunia ini dan juga atas usaha ibu karena sudah mau mengorbankan nyawa demi Tae-hyung. Terimakasih sudah melahirkan anak yang tampan dan baik hati, aku yakin pasti ibu adalah orang yang baik hati lagi cantik. Aku senang bisa punya kakak yang baik, hehe."
KAMU SEDANG MEMBACA
Boys Meets What : You Never Walk Alone
Fanfiction[BTS Fanfiction : 1 of 2] Mereka dipertemukan oleh takdir yang semula terpisah kini menjadi satu kesatuan utuh. Relasi yang terbangun akhirnya sampai pada kisah gelap dalam hati hingga mereka dipaksa berusaha untuk saling memahami dan membangun pond...
