Iqbaal Pov On
Hari ini gue masih kepikiran sama omongan (Namakamu) kemarin.Apa maksudnya?
Gue nggak mau (Namakamu) ninggalin gue,tapi gue bisa apa?
Gue perhatiin wajah manisnya.Dia cantik.Dia adalah wanita terhebat yang pernah gue temui.Selama ini,dia udah gue bikin sakit.Fisik maupun batinnya.Tapi,dia bisa bertahan dan berhasil bikin gue luluh.Dia udah membalikkan dunia gue.Terlebih,sekarang ada darah daging gue yang lagi dia kandung.Gue jadi makin takut kehilangan dia.Kadang gue ngerasa benci sama diri gue sendiri.Kenapa gue kayak gini?
Selama ini,orang-orang liat gue sebagai Iqbaal yang sempurna.Mereka nggak pernah tau sisi buruk gue.Didepan orang-orang yang gue sayang,gue nggak pernah bisa ngendaliin emosi gue.Gue kasar.Gue emosional.Gue brengsek.Gue terlalu hina buat terus hidup sama wanita sesempurna (Namakamu).Apa sebaiknya gue mundur?
Kasih (Namakamu) kebahagiaan dengan cara ngelepas dia dari hidup gue.Tapi kalo gue lakuin itu,apakah hidup gue akan sebaik ini?
Nggak!
Gue akan ngerasa kosong tanpa (Namakamu).
Tapi apakah gue harus selamanya egois kayak gini?
Gue tau (Namakamu) nggak bahagia hidup sama gue.Seharusnya gue relain dia pergi.Seharusnya gue tebus kesalahan yang pernah gue lakuin dengan cara melepaskan dia.
Iqbaal Pov Off
"Ngghhh.."
Iqbaal mengalihkan pandangannya manakala (Namakamu) sedikit menggeliat.Perlahan kelopak mata (Namakamu) terbuka.Ia mengerjap,menyesuaikan cahaya yang menerobos masuk.
"Kamu udah bangun?kok nggak bangunin aku?"tanya (Namakamu).Suaranya yang parau membuat Iqbaal sedikit terkekeh.
"Mandi gih.Kita jalan-jalan yuk."
"Kemana?"
"Udah mandi aja dulu.Ntar juga tau."jawab Iqbaal,kemudian berjalan keluar dari kamar.
*
"Kita mau kemana sih Baal?"
Iqbaal hanya tersenyum.Sejak dari tadi,(Namakamu) sibuk mengulang pertanyaan yang sama.Kemana Iqbaal akan membawanya?namun Iqbaal selalu merespon dengan tersenyum.
Sampailah mereka ke sebuah Pantai.Disetiap sisi pantai terdapat tebing-tebing yang menjulang tinggi.Pantai ini sangat sepi.Bahkan mobil Iqbaal bisa berjalan masuk menelusuri tiap sisi Pantai.Iqbaal memberhentikan mobilnya.
"Ini dimana?"tanya (Namakamu).
"Paradise"
"Ngaco!"
Iqbaal terkekeh,"turun yuk."
Brakk!
Pintu mobil Iqbaal tertutup dengan kasar.Iqbaal dan (Namakamu) kemudian berjalan,menyusuri tiap tepi pantai.Sesekali kaki polos mereka tersapu ombak.Angin yang kencang membuat rambut panjang (Namakamu) berayun kesana-kemari.Hal itu menjadi pemandangan menarik bagi Iqbaal.Bahkan lebih menarik dari keindahan pantai itu.Tangan kekarnya terus menggenggam tangan (Namakamu) seolah Ia tak ingin melepaskannya walau hanya satu detik.(Namakamu) mulai risih.
"Kenapa ngeliatin terus sih?"
"Cantik."
"Gombal."
"Makasih."
(Namakamu) mengernyit,"kok makasih?"
"Iyalah."
"Kenapa?"
"Karena aku sayang kamu."
Iqbaal mengecup tangan (Namakamu),lalu tersenyum.
"Nggak jelas."gumam (Namakamu).
"Aku denger sayang."
(Namakamu) tertawa,"iya-iya maaf."
Iqbaal memanyunkan bibirnya.
"Kan udah minta maaf."ucap (Namakamu).
Iqbaal tetap diam.
(Namakamu) mendengus kesal.
'Cup!'
Iqbaal tersenyum,"yang kanan enggak nih?"
"Ih capek tau."
"Yaudah-yaudah,duduk sana yuk."
Iqbaal dan (Namakamu) duduk dibawah pohon besar.Posisi (Namakamu) bersandar pada batang pohon sedangkan Iqbaal tertidur dipangkuan (Namakamu).Tangannya mengelus-elus perut buncit (Namakamu).
"Dedek sayang,jangan nakal ya didalem,nanti kalo dedek nakal,bundanya juga ikutan nakal."
(Namakamu) mencubit pinggang Iqbaal membuat Iqbaal meringis.
"Sakit tau."
"Ya abis kamu ngeselin."
"Ngeselin apa suka?"
"Ih kamu mah resek banget sih."
"Jangan cemberut gitu dong.Kan jadi jelek.Apalagi pipi kamu yang chubby tuh,gemes pengen gigit.Kamu lucu tau nggak sih,dasar gendut."
(Namakamu) membelalakkan matanya,lalu Ia menarik tangan Iqbaal agar bangkit dari posisinya.
"Kamu tuh ya,ngeselin tau nggak.Kamu pikir aku nggak capek apa tiap hari bawa anak kamu ini kemana-mana?bisa-bisanya ngatain aku gendut."
"Jangan ngambek dong.Kan cuma bercanda sayang."
"Bodo."
Iqbaal merengkuh tubuh (Namakamu).Memeluknya dari samping.Tangan kekarnya tak berhenti mengelus perut buncit (Namakamu).
"Love you."bisik Iqbaal.
(Namakamu) tersenyum,"too Baal."
"Foto yuk."ajak Iqbaal.
Cekrekk
Cekrekk
Cekrekk
Cekrekk
Empat foto telah mereka abadikan.
"Aku post Instagram ya."
"Emang nggak apa-apa?"
"Ya nggak papa lah,emang kenapa?"
"Nanti Zidny liat loh."
Iqbaal menghela nafas,"denger ya sayangnya aku,mau Zidny liat kek,mau Albert Einstein liat kek,mau kakek kamu liat pun aku nggak peduli.Karena yang aku tau,kamu adalah wanita yang paling aku cintai di Dunia ini dan tak akan pernah terganti.Karena kamu adalah milik aku,dan aku adalah milik kamu.Jadi,aku nggak peduli kalo ada orang lain yang nggak suka sama hubungan kita."
"Jadi Zidny termasuk orang lain nggak nih?"
"Ih kamu tuh ya,"Iqbaal mencubit pipi (Namakamu) gemas,"ya jelas orang lain lah.Emang dia siapa?Lagian Zidny udah aku hempas jauh-jauh dari hidup aku.Dan sekarang,aku nggak peduli lagi sama dia."
"Amin."jawab (Namakamu) seraya menenggelamkan kepalanya dalam dada bidang Iqbaal.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Idol Is My Husband
Romance[Selesai] Iqbaal Dhiafakhri Ramadhan.Siapa yang tak mengenal pria ini.Tampan,mapan,pintar dan terkenal.Mungkin semua gadis memimpikan untuk memilikinya walau hanya sesaat. Tapi bagaimana jika ternyata pria ini telah memiliki pelabuhan terakhir.Tempa...
