(Namakamu) menelan paksa ludahnya.Jantungnya seakan dihantam ribuan bara api.Ia takut.Takut Iqbaal akan melakukan hal yang lebih buruk padanya.Ia ingin pergi dari rumah itu.Namun,Ia tak mau Iqbaal membabi buta.Ia tak mau Aldi menjadi pelampiasan kemarahan Iqbaal.Selain itu,Ia juga tak mau menyakiti hati Ibunya.Biarlah Ia menderita,asalkan orang yang disayanginya bahagia.Begitu pikir (Namakamu).
Suara mesin kendaraan terdengar nyaring dari depan rumah.(Namakamu) yakin itu pasti mobil Iqbaal.Tak lama setelah itu,terdengar ketukan dari balik pintu.Dengan tubuh bergetar,(Namakamu) memutar knop pintu.Berharap Iqbaal tak menyakitinya lagi malam ini.
Cklek!
Pintu terbuka.(Namakamu) tersentak mendapati Aldi memapah tubuh Iqbaal.
"Iqbaal mabuk (Nam)"
Duarr!!.Bak dihantam ratusan batu karang,hancur sudah hati (Namakamu).Bagaimana mungkin sosok Iqbaal yang selama ini dikenalnya sebagai laki-laki taat agama,meneguk minuman haram itu?
Dengan rasa terkejut,(Namakamu) mempersilahkan Aldi masuk.Membukakan pintu kamar Iqbaal,lalu Aldi menjatuhkan tubuh lemas Iqbaal ke Kasur King Size milik Iqbaal.
"Makasih ya Ald.Gue nggak nyangka lo masih peduli sama Iqbaal"
"Santai aja (Nam).Gimanapun juga Iqbaal itu sahabat gue dari kecil.Gue nggak mungkin tega ninggalin dia dengan keadaan kayak gitu."
"Lo emang baik Ald.Sekali lagi,gue bilang makasih sama lo."Aldi hanya mengagguk seraya tersenyum menanggapi ucapan (Namakamu)"Eh,keruang tamu aja yuk,gue bikinin minum,lo pasti haus kan?"
*
"Minum Ald"
(Namakamu) meletakkan segelas teh hangat untuk Aldi.Kemudian Aldi menyeruputnya.
"Ald,gue atas nama Iqbaal minta maaf ya sama lo.Iqbaal emang bener-bener bodoh Ald.Dan lo baik banget sama gue.Sama Iqbaal juga,gue nggak tau harus-"
"Ssttt!Udah lah (Nam).Gue Ikhlas kok."
"Tapi Ald-"
"Gini aja.Sebagai ucapan terimakasih,gimana kalo malam ini lo ijinin gue buat jagain lo."
(Namakamu) menautkan kedua alisnya,"Ma..maksudnya?"
"Ya..ya maksud gue itu,gue takutnya Iqbaal ngejahatin lo lagi.Soalnya kan dia lagi mabuk tuh,ya gue mau jagain lo aja.Masalah tidur,gue bisa tidur dimana aja kok."
*
"Makasih ya Aldi udah banyak nolongin gue."
"Nggak papa kok (Nam).Buat cewek secantik lo,apa sih yang enggak."
"Bisa aja lo."kata (Namakamu) seraya mendorong pundak Aldi pelan.
Merekapun akhirnya terkekeh,"yaudah gue balik dulu ya."
"Okay.Hati-hati."teriak (Namakamu) saat Aldi berjalan menuju Taksi.Mendengar hal itu,Aldi lantas menoleh menghadap (Namakamu) seraya mengacungkan kedua Ibu Jarinya.(Namakamu) terkekeh melihat tingkah Aldi yang menurutnya lucu.Taksi yang dinaiki Aldi berjalan meninggalkan pekarangan rumah Iqbaal.
"Udah selesai mesra-mesraannya?"
(Namakamu) berbalik.Dilihatnya tatapan sinis Iqbaal pada ambang pintu."Baal,aku bisa jelasin-"
"Masuk"ucap Iqbaal datar kemudian berjalan memasuki rumah,diikuti oleh (Namakamu).
Iqbaal mendudukkan dirinya pada sofa ruang tamu.Namun (Namakamu) masih berdiri.Mematung pada samping sofa.
"Lo ngapain disitu?"(Namakamu) menoleh.Dilihatnya Iqbaal menepuk-nepuk sofa sebelahnya,mengisyaratkan agar (Namakamu) duduk disana.
(Namakamu) terduduk disamping Iqbaal.Kepalanya menunduk,memandang karpet berwarna merah yang tergelar disana.Sementara itu,Iqbaal terus memandangi wajah (Namakamu).Ia tersenyu sinis,lalu memegang dagu (Namakamu).Mengarahkan wajah (Namakamu) menjadi menatapnya.Kemudian diselipkan rambut (Namakamu) kebelakang telinga.Lalu mendekatlah wajah Iqbaal dengan (Namakamu).Ingin rasanya (Namakamu) memberontak,namun tenaga Iqbaal jauh lebih besar dari (Namakamu).
Iqbaal melumat kasar bibir Istrinya itu.Lalu dengan kasar pula Ia mengakhirinya.Ditatapnya wajah (Namakamu) seraya tersenyum sinis.(Namakamu) masih menunduk.Tak mampu menatap wajah suaminya itu.Ia takut Iqbaal akan berlaku kasar lagi.
"Kenapa?"Iqbaal menaikan sebelah alisnya.Tangan kirinya menyentuh pundak (Namakamu).Sementara tangan kanannya Ia gunakan untuk mengusap-usap pipi (Namakamu)."Ada apa sih dibawah?heumm?"tanya Iqbaal dibuat-buat.
(Namakamu) menggeleng.Pandangannya masih menunduk."Gue udah pernah bilang sama lo,"Iqbaal mengeraskan cengkramannya pada pundak (Namakamu),"sekali lagi lo ketemu sama Aldi,gue bisa siksa lo lebih dari apa yang udah pernah gue lakuin ke elo."
"Aldi cuma-"
"Cuma apa?!"Iqbaal berteriak pada telinga (Namakamu),"Nggak usah banyak tingkah bisa nggak sih lo?hah!jawab!"
"Mau kamu apa sih Baal?Aku salah apa?Aldi itu baik,nggak kayak yang kamu pikir."
"Belain aja terus selingkuhan lo itu!"
"Gue nggak selingkuh!"
Iqbaal terkekeh,"Murahan banget sih lo."
Plak!
Iqbaal terkekeh.Memegang perih pipinya akibat tamparan (Namakamu)."Berani juga lo,"Iqbaal kemudian menarik tangan (Namakamu).Membawanya kedalam kamar,lalu menguncinya dari luar lagi,"Baik-baik ya sayang.Kalo laper,tunggu aja selingkuhan kamu dateng buat bukain pintu.Tapi nggak usah terlalu berharap deh,karena.."Iqbaal menggantungkan ucapannya.
"Karena apa?"desis (Namakamu)
"Liat aja apa yang bakal gue lakuin."Iqbaal tersenyum sinis.Kemudian pergi meninggalkan rumah itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Idol Is My Husband
Romance[Selesai] Iqbaal Dhiafakhri Ramadhan.Siapa yang tak mengenal pria ini.Tampan,mapan,pintar dan terkenal.Mungkin semua gadis memimpikan untuk memilikinya walau hanya sesaat. Tapi bagaimana jika ternyata pria ini telah memiliki pelabuhan terakhir.Tempa...
