25.Selamanya

8.1K 522 17
                                    

"Baal aku mau itu."

(Namakamu) menunjuk sebuah boneka beruang berwarna pink.

"Mau?"
(Namakamu) mengangguk.

Iqbaal mengacak rambut (Namakamu) gemas.

"For you honey."

"Makasih."(Namakamu) memeluk bonekanya.

"Baal,mau main itu."

Iqbaal menatap sebuah wahana di salah satu Area bermain di Jakarta.Dilihatnya,sebuah kapal berukuran besar yang tergantung dan diayun kesana kemari.

"Bahaya sayang."

"Tapi pengen Baal."

Iqbaal menghela nafas,"tadi pas di Rumah ngomongnya gimana?kan tadi kata kamu cuma mau liat-liat aja,nggak mau main."

(Namakamu) bergelayut manja dilengan Iqbaal,"itukan tadi,sekarang mau main."

"Nggak usah main ya,makan aja gimana?kamu mau apa?"

"Nggak mau Baal,maunya main."

"Makan aja sayang."

"Main"

"Makan."

"Main Iqbaal."

"Makan aja (Namakamu) sayang."

"Mau main."

"Big No!"

*

(Namakamu) memakan Ice Creamnya sangat lahap.Setelah perdebatan panjang,akhirnya Iqbaal dapat meluluhkan hati (Namakamu).Sekarang mereka sedang berada di sebuah Kedai Ice Cream.Dan seketika itu pula,mata (Namakamu) langsung berbinar mendapati Ice Cream favoritnya.

"Pelan-pelan dong sayang makannya."

Tak menghiraukan ucapan Iqbaal,(Namakamu) malah semakin lahap memakan Ice Creamnya.Iqbaal terkekeh mendapati Ice Cream yang tercecer di setiap sudut bibir (Namakamu).

Dengan teliti Iqbaal menyapu bibir (Namakamu) dengan tissue.Membersihkan setiap titik Ice Cream yang ada di setiap sudut bibir Istrinya.

Tak lama seorang pelayan datang membawa dua piring Brownies rasa coklat keju.

"Kok nggak dimakan?nggak suka ya?apa mau pesen lagi aja?"

(Namakamu) menggeleng.Ia malah menatap brownies itu datar.

"Kenapa sih sayang?"Iqbaal memegang kedua pipi (Namakamu).

"Aku suka coklatnya,tapi aku nggak suka keju."

Iqbaal terkekeh.Ia kemudian mengambil piring (Namakamu),lalu mengambil bagian kejunya yang terletak dibagian atas.Lalu Ia melakukan hal yang sama pada browniesnya.

"Nih,kamu makan yang coklat,yang ada kejunya buat aku."

"Makasih."

Iqbaal tersenyum,"jadi,kalo kita makan brownies rasa coklat keju lagi,aku akan makan kejunya,kamu coklatnya.Itu artinya,aku sama kamu itu saling melengkapi.Apa yang nggak kamu suka,nggak akan bikin kamu susah.Aku akan berusaha buat ngilangin rasa nggak suka kamu sama sesuatu dari hadapan kamu.Karena,aku mau jadi pelengkap dihidup kamu mulai sekarang,besok,dan selamanya."

*

"Dingin ya?"

(Namakamu) mengangguk seraya mengeratkan jaket Iqbaal yang Ia kenakan.

"Sabar ya,masih macet nih.Kamu tidur aja dulu,nanti aku bangunin."

"Aku nggak ngantuk."

Iqbaal tersenyum.Ia kemudian melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.Perlahan jalanan mulai lancar.Namun,tiba-tiba mobil Iqbaal berhenti dengan sendirinya.

"Kenapa?"tanya (Namakamu).

"Nggak tau nih,bentar ya."

Iqbaal keluar dari mobil kemudian membuka bagasi depan.Asap mengepul dari dalam sana membuat Iqbaal sedikit mundur.Tubuhnya telah basah kuyup terguyur hujan.

"Gimana?"teriak (Namakamu) dari dalam mobil.

"Kayaknya kabelnya ada yang putus,jadi harus diperbaiki dulu.Kamu didalem aja."

Iqbaal kemudian berlari kearah belakang mobil.Membuka bagasi belakang,mencari sesuatu didalam sana.Namun tiba-tiba guyuran hujan tak lagi menerpa tubuhnya.

"Kamu ngapain keluar?hujan sayang,kamu didalem aja."

"Nggak.Aku mau sama kamu."

"Aku nggak apa-apa.Kamu masuk ya."

(Namakamu) malah semakin memperdekat jaraknya dengan Iqbaal.Jaket milik Iqbaal Ia jadikan payung dadakan.

"Nanti kamu sakit,kasian baby-nya.Masuk lagi ya."

"Kalo mau aku cepet masuk mobil,cepetan benerin mobilnya.Nanti kalo kamu masuk,aku juga masuk."

"Nggak usah sayang,biar aku aj-"

"Kamu bilang kamu mau jadi pelengkap hidup aku kan?itu artinya,aku juga mau jadi pelengkap dihidup kamu.Yang selalu ada kalau kamu lagi susah maupun seneng.Kamu sekarang butuh aku buat payungin kamu.Maka dari itu aku harus payungin kamu.Karena,aku mau jadi pelengkap dihidup kamu mulai sekarang,besok,dan selamanya."

My Idol Is My HusbandTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang