"Oiya satu lagi. Gue tu gak takut sama cowok apalagi takut jatuh cinta. Tapi gue tu tipe orang yang nggak mudah untuk jatuh cinta." - Tiara Shakila
***
Pagi itu seperti biasa, suasana di kelas XI - IPS 1 sangat berisik. Kebiasaan di kelas XI -IPS 1 jika guru pengajar belum datang memang dimanfaatkan untuk hal - hal yang tidak penting.
Ada segerombol murid perempuan yang sedang asik mengobrol alias menggosip di deretan bangku tengah. Di bangku pojok bagian belakang ada 3 anak laki - laki yang sedang asik bermain game, dan sisanya ada yang hanya sekedar mengobrol dengan teman sebangku ataupun asik berkaraoke ria.
Beberapa menit kemudian Bu Dian, wali kelas mereka datang bersama dengan laki - laki berpostur tubuh tinggi. "Selamat pagi anak - anak" Bu Dian memberi salam.
"Pagi bu" Setelah kembali ke bangku masing - masing semua murid menjawab salam bu Dian dengan sopan.
"Anak - anak hari ini kita kedatangan murid baru dari Palembang. Silahkan perkenalkan diri kamu"
"Hai guys, nama saya Arga. Arga Dirgantara." Jelas laki - laki itu.
"Hai Arga" Sapa teman - teman sekelasnya.
"Ya ampun sumpah ganteng banget" Puji beberapa gadis di kelas XI - IPS 1.
"Baiklah anak - anak sekarang kita bisa mulai pelajaran hari ini. Dan Arga, kamu bisa duduk di sebelah Radit" Arga mengangguk paham dan berjalan menuju bangku belakang paling pojok yang ditunjuk oleh Bu Dian. Kebetulan bangku itu hanya ditempati satu orang.
***
Setelah jam istirahat tiba, Arga pergi ke kantin bersama teman - teman barunya. Selama perjalanan ke kantin, banyak murid - murid yang mengamati dirinya. Mungkin karena mereka baru pertama kali meihat Arga, atau mungkin mereka tertarik dengan Arga yang memiliki wajah tampan.
Saat sampai di kantin, mereka mencari bangku tepat disamping penjual bakso langganan mereka. Mereka berempat lalu memesan 4 bakso dan 4 es teh kepada mbak Juleha, penjual bakso di SMA Harapan Bangsa.
"Mbak, pesen bakso sama es teh 4 ya" Pesan Vino kepada mbak Juleha.
"Tumben pesennya 4 mas? Biasanya cuma 3." Tanya mbak Juleha heran.
"Iya mbak, ada member baru ni" Radit menjawab.
"Kenalin ni mbak, Arga. Ganteng kan mbak?" Joshua menepuk nepuk punggung Arga.
"Hallo mbak Jamila" Sapa Arga dengan genit sambil melambaikan tangan.
"Jamila palalu peyang. Lo pikir Mulan Jamila? Namanya mbak Juleha." Vino membenarkan. Sedangkan mbak Juleha hanya tertawa melihat tingkah laku mereka.
"Bodo amat. wlek" Arga menjulurkan lidahnya. "Woi ga, kayaknya sebentar lagi lo bakalan jadi idola baru deh di sini." Kata Joshua.
"Iya iya bener banget lo Jo. Lihat aja deh, tu mata cewek - cewek nggak kedip - kedip ngeliatin Arga dari tadi." Radit menambahkan.
"Nggak salah ni kita nambah personel. Kalau Arga gabung sama kita, kita bisa makin famous coy." Vino menimpali.
"Berarti gue pembawa berkah dong buat kalain" Tanya Arga dengan Pede.
Setelah pesanan mereka jadi, mereka berempat langsung menyantap habis bakso itu dengan urakan terutama Arga. "Woi ga, lu laper apa doyan? Langsung abis aja" Joshua dengan heran melihat mangkuk bakso Arga yang sudah habis tanpa sisa.
"Dua duanya."
Setelah menghabiskan es tehnya, Radit berkata "Oiya ga, lo belum kita kenalin ya sama primadona - primadona di sini. Gue yakin, pasti lo bakalan betah sekolah disini. Secara ya, disini banyak banget primadonanya."
KAMU SEDANG MEMBACA
Long Wait
Novela JuvenilTiara Shakila adalah gadis remaja yang memiliki paras cantik dan otak cerdas. Namun, percayakah kamu jika selama 16 tahun dia hidup dia tidak pernah merasakan yang namanya berpacaran? Bukannya tidak ada laki - laki yang jatuh cinta kepadanya. Tapi s...
