"Jadi, kemana kita akan pergi?" Tanya Minho yang kini duduk di balik kemudi dan baru selesai menggunakan sabuk pengamannya.
Seonho tampak berpikir sebentar. Ketiga pemuda lainnya menatapnya penuh tanya. Ia lalu menghambuskan napasnya pelan.
"Kita ke Trakan." Ujarnya.
"Kau yakin?" Tanya Minho lagi. Seonho hanya membalasnya dengan anggukan.
Minho akhirnya mulai mengemudikan mobilnya ke tempat yang disebut oleh Seonho.
"Apa yang sedang kau lakukan?" Guanlin yang duduk di bangku penumpang menatap Seonho di sampingnya.
"Coba memahami sistem Thropan-A." Jawab Seonho tanpa mengalihkan pandngan dari PC di pangkuannya.
"Ada yang bisa ku bantu?" Tanya Daehwi dari bangku depan.
"Eum... Kurasa tidak. Terima kasih." Balas Seonho.
"Jangan terlalu memaksakan dirimu, Seonho." Minho di bangku pengemudi berujar tanpa mengalihkan pandangan dari jalanan di depannya.
"Aku baik-baik saja, Minho." Balas Seonho dengan nada menggemaskan sambil melihat Minho sekilas.
"Biar kulihat." Guanlin yang sejak tadi diam memperhatikan PC di pangkuan Seonho mengambil benda persegi itu dan memindahkannya ke pangkuannya.
Seonho baru hendak mengambil PC itu kembali saat tangan Guanlin menahan kedua tangan Seonho.
"Aku seorang tekhnisi KRUS 001. Dan semua sistem ini ada dalam bahasa manusia yang ku yakini tidak kau pahami. Jadi, biarkan aku yang mangerjakannya." Ucap Guanlin masih memegangi kedua tangan Seonho.
Seonho memandang Guanlin dalam diam lalu mendekatan duduknya ke arah Guanlin. "Baiklah. Tapi biarkan aku melihat." Ujarnya final.
Guanlin menatap Seonho sekilas lalu mengalungkan tangan kanannya ke bahu Seonho. "Lihat, dan pelajari." Ujarnya sambil tersenyum ke arah Seonho yang memandanginya. Daehwi dan Minho melirik sekilas dari spion.
Guanlin kini mulai tenggelam dalam pekerjaannya memasuki sistem pesawat Thropan-A. Seonho terus memandangi sambil mempelajari pekerjaan Guanlin saat Minho tiba-tiba membuka suara.
"Sialan!" Ujar Minho kesal.
"Apa itu?" Daehwi di kirinya bertanya sambil masih memendangi beberapa Novara yang terlihat memeriksa mobil yang mereka hentikan.
"Pemeriksaan." Gumam Seonho singkat. "Akh, harusnya aku juga memikirkan tentang ini." Lanjutnya sambil menjambak pelan rambutnya.
"Tidak bisakah kita putar-balik?" Tanya Guanlin yang kini engalihkan fokusnya dari Pc dipangkuannya.
"Mereka sudah melihat kita. Jika memutar balik sekarang, itu akan menimbulkan kecurigaan." Ujar Minho sambil memperlambat laju mobilnya.
"Kau sudah menggunakan 'telinga' buatan itu, Guanlin?" Tanya Daehwi sambil membalik badan menatap Guanlin.
"Ini maksudmu?" Guanlin menunjuk neko-ears di atas kepalanya.
"Semoga itu bisa mengelabui mereka." Daehwi menghela napasnya berat.
"Tetap jalan, Min." Lanjut Daehwi.
"Bersikap sewajarnya, Oppa!" Titah Seonho sambil mengambil alih PC di pangkuan Guanlin dan memasukkannya ke dalam tas di kiri kakinya.
"Selamat malam, Tuan." Seorang Nikash dengan seragam berwarna krem berujar sopan saat Minho menurunkan jendela di sisinya.
"Malam. Ada yang bisa saya bantu?" Tanya Minho sopan sambil menatap Nikash yang merupakan seorang Petugas Keamanan kota itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hespherus ; GuanHo
FanfictionKejora saat fajar dan senja selalu mengingatkan Guanlin akan Seonho. Warn : bxb!
