Siapa angel?
Siapa devil?
Siang itu, si adik kecil melangkahkan kakinya menuju kakak asuhnya yang paling tua--yang sedang menonton televisi.
"Jangan coba-coba mengagetkanku"
Ups. Sepertinya ketahuan.
Adik kecil hanya bisa tersenyum kikuk karena niatnya untuk mengagetkan sang kakak sudah diketahui terlebih dahulu.
"Ada apa?" sang kakak bertanya, "Kalau mau makanan, buat sendiri"
"Hyung kira kerjaanku cuma makan ya?!"
Tanpa si adik kecil tau bahwa kakaknya itu sedang tertawa tanpa suara.
"Jadi kau mau apa? Biasanya kau mencariku untuk minta di buatkan makanan."
"I-itu....."
Oke. Adik kecil menggemaskan itu berhasil mencuri seluruh perhatian kakak tertuanya---yang tadinya menatap televisi jadi menoleh ke belakang, ke arah si adik. "Itu apa, Kook?"
"A-anu..."
"Jangan bertele-tele, Kook. Kalau kau ingin mengatakan sesuatu, katakan saja. Jangan main kode seperti itu. Jangan seperti Bang PDnim yang selalu membuat teori hingga para ARMY pusing, oke?"
Ah---kakak tertua ini memang paling mengerti.
"A-anu...hyung lihat Taehyungie tidak?"
Sialan. Dikira ada yang penting.
---
"Hyungie!"
Pekikan kecil baru saja terdengar di dalam kamar milik pria yang teramat hobi mengoleksi barang dari gucci.
"Ada apa, Kook?"
Well, si adik kecil---Jungkook berhasil menemukan kakak tersayangnya.
Dengan langkah tergesa-gesa, Jungkook mendekat pada kakak tersayangnya yang sedang tiduran diatas kasur sambil bermain game di ponsel. Kemudian naik keatas tubuh sang kakak, menatap kakak tersayangnya kesal.
"Hyung!"
"Kenapa, hm?" balas sang kakak tanpa menoleh pada adik kecilnya yang sudah kesal.
"Tadi hyung janji akan menemaniku tidur siang, tapi hyung tidak melakukannya. Aku mancarimu kemana-mana tau!"
"Yasudah, tidur saja sekarang. Hyung disini kok, Angel"
Ya namanya juga adik kecil, cuma dengan kata-kata seperti itu sudah luluh---apalagi kakak tersayangnya yang bicara. Jadi, adik kecil itu sekarang sudah berbaring diatas tubuh sang kakak sambil menyembunyikan wajahnya di ceruk leher favoritnya.
"Hyungie"
"Kenapa, Angel?"
"Tidak jadi ah"
Sudah di pancing dari tadi, tapi kakaknya---Taehyung tidak mau menoleh sedikitpun. Akhirnya terlintas ide lain di pikiran Jungkook.
Cup,
Pipi kiri.
"Taehyungie"
Cup,
Rahang.
"Hyungie, peluk"
Cup,
Dagu.
"Devil?"
Ha! Setelah dipanggil begitu baru menoleh.
"Apa tadi? Devil? Kenapa harus devil?"
Bibir si adik kecil mengerucut imut, "Namjoon hyung bilang, lawan dari angel itu devil. Tadi hyungie memanggilku angel. Berarti hyungie adalah devil-ku, kan?"
Oh, astaga. Tolong selamat Taehyung dari keimutan adik kecilnya yang mungkin akan segera jadi pacar?
Taehyung yang sudah kelewat gemas langsung meletakkan ponselnya dan seluruh perhatiannya sudah tersita pada bayi besar yang berbaring diatas tubuhnya itu.
Kenapa sih Jeon Jungkook--si adik kecil dari Bangtan bisa dengan mudahnya mencuri seluruh perhatian banyak orang?
"Hoi, adik kecil"
Sedikit mendongak untuk menatap Taehyung, "Hn?" dan mendapatkan sebuah gigitan kecil pada ujung hidung bangirnya.
"Ih! Kenapa hidungku digigit sih?"
"Hehe, aku gemas sih"
"Terserah. Aku mengantuk" Kemudian mengusel di dada kakak tersayang yang semakin hari semakin bidang dan sudah di klaim sebagai favoritnya dan cuma miliknya.
Camkan itu, oke?
"Adik kecil, bayi besar, atau harus ku panggil----angel?"
"Tch, kenapa sih, devil?"
"Jadi pacarku mau? Devil tidak menerima penolakan ngomong-ngomong"
----
UNCH UNCH
DevilAngel leh ughaa:')
KAMU SEDANG MEMBACA
[Discontinued] 7⅔ Youngest
FanfictionIni kisah cinta manis si bungsu dan bagaimana ke-6 kakak asuhnya menyayanginya. ©blixxan 5.9.2017 - ??? (3.11.2017) #92 in fanfiction
![[Discontinued] 7⅔ Youngest](https://img.wattpad.com/cover/121850146-64-k802550.jpg)