Firework [2]

5K 810 49
                                        

Sejak saat itu, entah kenapa Taehyung mulai jarang mengunjungi Jungkook. Memang, Taehyung masih tetap mengunjunginya, tapi tidak sesering biasanya. Setiap kali Jungkook menanyakan tentang hal itu, Taehyung terlihat gugup dan langsung mengalihkan topik. Awalnya, Jungkook berusaha mengabaikan sikap Taehyung yang cukup aneh itu. Tapi, tetap saja pemuda cantik itu merasa curiga.

"Jungkookie!"

Suara pintu yang terbuka disertai seruan khas sudah cukup membuat Jungkook tau siapa yang datang.

"Taehyungie"

Seperti biasa, Taehyung duduk di kursi sebelah tempat tidurnya.

"Jadi bagaimana keasaan jantungmu, Kookie?" tanya Taehyung sambil tersenyum lebar. Tapi, Jungkook merasa Taehyung masih sama anehnya seperti hari-hari sebelumnya.

Walaupun ia tersenyum, tapi senyumnya terlihat seperti senyum orang yang kelelahan.

"Begitulah. Aku mulai jarang merasakan sakit pada jantungku, tapu tetap saja dojter menyuruhku untuk dioperasi paling lambat seminggu yang akan datang"

"Tunggu dulu. Seminggu yang akan datang? Maksudmu...."

Jungkook tersenyum kecil. "Hm. Sehari setelah festival kembang api itu"

Tiba-tiba saja, Taehyung menatap Jungkook dengan intens. Baru saja Jungkook hendak bersuara, Taehyung langsung mengelus kepala Jungkook dengan lembut----membiarkan jari-jari panjangnya menyentuh rambut light brown milik Jungkook.

"Kalau begitu, boleh aku datang untuk menunggumu, Princess?"

Jungkook melirik Taehyung. Dia bisa melihat sorot mata tajam Taehyung yang bersungguh-sungguh dengan apa yang baru saja dia katakan.

"Iya. Hyung, boleh datang kok"

"Oh iya, mana novel yang mau kau pinjamkan padaku?" tambah Jungkook.

"Sebelumnya aku ini hyung-mu, Baby"

"Iya-iya. Hyungie cerewet!"

Taehyung terkekeh pelan, kemudian mengambil tasnya dan mengambil novel yang ia maksud. "Nah, ini dia," katanya sambil menyerahkan novelnya.

Jungkook membuka novel itu. Tiba-tiba, selembar foto terjatuh dari halaman novel yang Jungkook buka. Jungkook mengambil foto tersebut dan memperhatikannya.

Itu foto Taehyung dengan seorang perempuan dan perempuan itu terlihat cantik.

"Hm, pacarmu cantik juga ya, Hyung" gumam Jungkook.

"Ha?"

Jungkook memperlihatkan foto yang dimaksud, yang langsung diambil oleh Taehyung. Saat Taehyung mengambil foto itu, Jungkook bisa rasakan tangannya gemetar dan air mata sudah menggenang di sudut matanya.

"H-hyung tidak bilang kalau sudah punya pacar"

"Barusan kau bilang apa?" Taehyung masih bingung dengan perkataan Jungkook. "Dia---"

"Apa tujuanmu selalu datang menjengukku? Kau senang mempermainkan aku seperti ini? Bukankah lebih baik kau pergi bersama pacarmu?"

"Jung--"

"Pergi!"

"Jungkookie!"

"Pergi dari sini dan jangan kembali lagi, Kim!"

Taehyung terlihat kaget dengan teriakan Jungkook. Apalagi pemuda cantik itu sepertinya tengah menahan isakannya.

"Jeon Jungkook. Dengarkan. Aku. Terlebih. Dahulu" ucap Taehyung dengan penuh penekanan di setiap kata.

"Apa?!"

Oh astaga. Jeon Jungkook benar-benar terlihat imut dengan kedua mata bulatnya yang berair.

"Dia bukan pacarku"

"Huh?"

"Dia bukan pacarku, Jeon Jungkook"

Tiba-tiba saja Jungkook merasa dirinya tengah disiram dengan air es. Kelegaan langsung menjalar ke seluruh tubuhnya.

"La-lalu siapa?"

"Dia sepupuku, Sayang"

Helaan napas lega terdengar dari belah bibir Jungkook.

"Kau cemburu ya?" Taehyung menyeringai jahil.

"Aku tidak cemburu!"

Taehyung terkekeh, kemudian dengan cepat menarik Jungkook untuk masuk kedalam dekapan hangatnya.

"Iya-iya. Jungkookie tidak cemburu, kok"

"Hyung..."

"Kenapa, hm, sayangnya Taehyung?"

"A-aku...." Jungkook mengadahkan kepalanya untuk menatap Taehyung.



Cup,

Sebuah kecupan singkat dan lembut mendarat di belah bibir Jungkook.






"Bibirmu----manis ya?"

---

YEAY! FIREWORK SELESAI!!!

[Discontinued] 7⅔ YoungestCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang