With rules°

4.5K 610 54
                                        

Satu kata untuk Jungkook yang berada di bawah kungkungan sang Kakak dengan kaki yang mengangkang lebar, deru nafas yang semakin berat, peluh membanjiri tubuh, pandangan sayu, dan bibir bawah yang bengkak,



-cantik.

'T-taehyung----hh'

Jungkook mendesah nyaring ketika kakaknya, Kim Taehyung mengulum kulit putih paha dalamnya, memberi sebuah gigitan gemas-----menandai bahwa Jungkook kepunyaannya. Membiarkan Jungkook merintih karena belenggu borgol yang menggesek kulit sensitif pergelangan tangannya dan juga cock ring sialan yang di pasang kakak tercinta di penisnya.

'P-please-----ini sakit'

"Tidak sebelum aku ingin, babe"

Wah.

'Hyung, please--------a-akh!'

Memekik kecil karena merasakan penisnya di lingkupi sesuatu yang hangat-----

---sial, itu mulut berdosa Taehyung.

Hanya sekedar hisapan ringan dan Taehyung berhenti. Memilih untuk menatap intens bagaimana penggoda dibawahnya ini memohon.

'Hyungie. A-aku butuh hyungie berada di dalamku'

"Benarkah, Kim?" Kim Jungkook mengangguk. Cukup. Dia sudah benar-benar tidak tahan dengan semua godaan kakaknya.

'I-iya. Kumohon masuki aku'

Taehyung mengulas senyuman miring di bibirnya, "Dan apa yang akan aku dapatkan?" jari-jarinya menyusuri rahang Jungkook, menggodanya dengan sentuhan kecil.

"Aku. Hyungie akan mendapat semua yang ada padaku"

Tawaran menarik. Secara, adiknya ini tidak pernah sebinal ini sebelumnya, diajak bercinta pun hanya dua kali.

"Moan for me"

'A-ah!'

Jungkook mencengkram erat borgol yang membelenggu kedua tangannya, pengalihan rasa perih karena benda keras dan tumpul milik Taehyung mulai memasukinya. Taehyung secara tiba-tiba menarik keluar penisnya hingga ujung, kemudian menerobos masuk secara brutal, bersamaan dengan itu air mata Jungkook menetes, bibir bawahnya ia gigit kuat-kuat agar isakannya tidak keluar. Berkali-kali Taehyung lakukan gerakan yang sama hingga pekikan perih Jungkook berubah menjadi lenguhan nikmat.

"Oh? Disini, Kim?"

Kembali menumbuk tempat yang sama, hanya saja dengan tempo yang lebih keras dan cepat membuat Jungkook kelimpungan untuk bernafas atau mendesah terlebih dahulu.

'H-hyung, lepas-- aku mohon'

Menulikan pendengarannya, Taehyung menghentak semakin dalam. Ia membuka paha Jungkook lebar-lebar dan semakin bersemangat untuk menganiaya rektum sempit adiknya.

"Brengsek. Lubangmu, Jung" Taehyung menggeram ketika lorong rektum adiknya semakin menyempit dan becek.

'H-harder, hyung--hh'

Sesuai permintaan adiknya, Taehyung mendorong miliknya dalam-dalam, membuat Jungkook menangis nikmat. Sesekali adiknya itu hampir tersedak karena dorongan Taehyung yang terasa seperti mengenai tekaknya.

'Hyung, lepas--hh kan'

Perutnya berkontraksi hebat dan untungnya Taehyung menarik cock ring sialan itu dari milik Jungkook. Tangan sang kakak yang menganggur bergerak untuk memanjakan milik sang adik sementara lidah dan mulutnya sibuk menjelajah sambil membuat sebuah ruam berwarna merah keunguan di leher sang adik.

'A-aku---'

"S-sial. Mendesah lebih keras, adik kecil"

'Taehyung--hh----ah!'

Pekikan putus asa lolos begitu saja dari bibir Jungkook ketika orgasme menghantamnya keras, meremas penis Taehyung kuat-kuat sementara punggungnya membusur cantik.

"S-shit---Jung!" dan geraman rendah dari Taehyung menandakan bahwa pria itu sampai pada klimaksnya, memenuhi rektum ketat adiknya dengan benihnya.

Menarik keluar penisnya secara kasar, kemudian menjambak surai hitam adiknya dengan kuat.

"Sakit---hyung,"

"Dengar baik-baik, Kim Jungkook. Aku tidak akan mengulangi ini"

"Aku punya beberapa aturan, Jung. Pertama, patuhi semua perintahku,"

"Kedua, jangan biarkan orang lain menyentuhmu selain aku"

"Ketiga--------





























----i don't want anyone else to fuck you better than me"

----

Wuhuuuuu

Acu update :''

Tag shiningseok yang lagi sibuk nih, mau lulus dianya. Semangat!!

Btw, ini malam jumat :)

[Discontinued] 7⅔ YoungestCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang