Bagian 1.2

10.7K 411 4
                                        

"Alice..." Angeline yang memanggil kepala pelayan di mansion Ayers tetapi tidak kunjung ada jawaban, akhirnya memutuskan untuk turun ke bawah.

"Alice..."

Alice terkejut mendengar panggilan yang mulai meninggi, dengan cepat ia menghampiri Angeline.

"Iya nona muda? Ada apa?"

"Kau dari mana saja?"

"Tadi aku sedang membersihkan rumput liar di taman belakang nona"

"Oh begitu, baiklah. Apakah tadi momy dan dady memberi tahumu, kemana mereka pergi sepagi ini?"

"Kalau Tuan, pagi ini ada jadwal meeting nona, sedangkan nyonya aku kurang tahu, tetapi tadi dia terlihat terburu buru"

"Terburu buru?" Angeline tampak berfikir sejenak. "Ya sudah, bisakah kau buatkan aku coklat panas?"

"Baiklah nona, aku akan mengantarkannya ke kamarmu segera"

"Tidak perlu, aku sedang ingin bersantai di ruang keluarga, kau antarkan saja kesana nanti"

Alice mengangguk mengerti, lalu segera berjalan ke dapur untuk membuatkan coklat panas yang diminta Angeline.

****

"Apakah kau sudah berbicara pada putrimu?" Ayers terlihat geram dengan lelaki tampan berahang tegas yang masuk kedalam ruangannya tanpa permisi dan seenaknya duduk di sofa yang tersedia di ruangan itu. Tadi setelah meeting berakhir ia memutuskan untuk keruangan kerjanya dan kembali memikirkan sesuatu yang harus diselesaikan.

"Lancang sekali kau memasuki ruang kerjaku. Cepatlah keluar! Aku sedang tidak ingin di ganggu"

"Ayolah Tuan Ayers, begitukah cara mu memperlakukan calon menantumu ini?"

"Cihhh, sampai kapanpun aku tidak akan sudi mengakuimu sebagai menantu ku. Aku terpaksa melakukan ini untuk melindungi putriku"

"Kau..." iblis dalam diri Alexandrio Georgie pun bangkit. Dengan cepat ia berjalan ke arah Ayers lalu menarik kerah Ayers dengan erat sehingga dia kesulitan bernafas. Ya, Alexandrio Georgie si mafia yang tidak akan segan  membunuh siapa saja yang mengetahui jati diri aslinya. Tapi perlakuan kecuali ia sematkan pada Ayers, karna saat ia melihat putri Ayers untuk pertama kalinya di pesta itu, ada rasa tertarik untuk  memilikinya. Bukan, jangan pernah berfikir bahwa seorang Alexandrio tertarik karna faktor perasaan. Rasa tertarik yang ada dalam dirinya adalah hanya untuk kesenangan sesaat dan mencampakannya setelah ia merasa puas, seperti wanita lain yang pernah tidur dengannya.

"Lep...askan ak...u" ucap Ayers dengan terbata bata karna sangat sesak.

"Ah iya... maafkan aku Dad, lain kali jagalah ucapanmu. Bersikaplah baik padaku! Jika tidak, kau rasakan sendiri akibatnya" Alexandrio melepaskan cengkramannya dan membenarkan jas yang dipakai Ayers dengan menampakan seringaian iblis.

"Jadi kapan kita akan melaksanakan pertunangan aku dengan putrimu Tuan Ayers?"

"Bi...bisakah ka..u tidak mendesakku? Aku perlu waktu untuk meyakinkan putriku" Ayers menjawabnya takut takut.

"Oh, itu tidak mungkin Tuan, aku tidak suka menunggu lama. Aku harus memilikinya secepatnya. Kau harus memikirkan dengan sesingkat mungkin, jangan membuat aku menunggu!"

"Apakah kau akan menjaga putriku dengan baik? Apakah kau akan mencintainya dengan sepenuh hati? Apakah kau berjanji tidak akan meninggalkan dia nantinya? Ap...."

Alexandrio mengangkat tangan keudara, bermaksud memerintahkan Ayers untuk diam.

"Ya, ada apa?" Panggilan masuk pada handphone Alexandrio berhasil menghentikan pertanyaan Ayers.

"................."

"Aku akan segera kesana"

"................."

"Aku tidak mau tahu itu, kau urus secepatnya!"

"..................."

Alexandrio memutuskan panggilan sepihak.

"Apa tadi yang kau tanyakan? Banyak sekali pertanyaanmu. Heh orang tua dengar aku! Aku tidak punya waktu untuk menjawab pertanyaanmu itu. Aku pergi dulu, masih banyak kerjaan yang harus aku selesaikan. Tidak perlu aku berlama lama disini, aku takut nantinya tidak bisa mengendalikan amarahku, dan berakhir membunuh orang tua yang lemah sepertimu" Alexandrio berbalik meninggalkan ruangan Ayers. Dia berhasil membuat Ayers terdiam tanpa berkutik.

****

"Bodoh! Kalian semua benar benar bodoh! Bisakah kalian menyelesaikannya tanpa kecerobohan?" pertanyaan langsung  dilemparkan oleh sang pemimpin mafia itu, saat ia sampai di gudang tua tempat mereka merencanakan aksi aksinya. Beberapa orang dengan pakaian ala mafia berdiri menundukan kepalanya. Setumpukan senjata tajampun terlihat di berbagai sisi. Terlihat 2 orang tergeletak dan sudah tak bernafas. Kedua orang yang tidak  bernyawa itu adalah anggota CIA. Mereka memata matai anak buah Alexandrio saat melakukan pengedaran narkotika. Untunglah saat itu salah satu anak buah Alexandrio menangkap basah serta berhasil melumpuhkan dan menghabiskan mereka.

"Jawab aku jika aku bertanya" bogeman mentah pun mendarat mulus pada wajah anak buahnya. Tidak ada ringisan dan jawaban yang terdengar. Ya, mereka sudah dilatih kuat fisik, mereka dilatih cekatan, dan tidak ceroboh. Maka dari itu saat ada kecerobohan sekecil apa pun Alexandrio sangat marah dan tidak ada toleransi terlihat seperti sekarang.

"Percuma aku berbicara pada kalian. Dimana Raymond sekarang?" Raymond adalah orang kepercayaan sekaligus sahabat Alexandrio sejak dulu. Dia dipercayakan untuk memimpin misi jika Alexandrio berhalangan.

"Aku berdiri disini sedari tadi" ucap seseorang dibalik badan Alexandrio.

"Mengapa kau begitu gegabah sekarang Raymond? Aku tidak ingin kejadian seperti ini terulang lagi. Cepatlah bereskan mereka aku muak melihatnya" Alexandrio berbicara tanpa membalikan badannya.

Raymond yang sudah paham dengan sifat sahabatnya itu hanya dapat tersenyum memakluminya, dan mulai melaksanakan apa yang diperintahkan Alexandrio.

"Oh ya apakah kau mendapatkan informasi tentang kekasih gadis itu?" tanya Alexandrio saat Raymond telah membereskan mayat anggota CIA itu.

"Ya aku mendapatkannya, kekasihnya adalah seorang pemilik perusahaan besar yang bekerja sama dengan perusahaanmu, yaitu FAlward Chase and Co"

"Oh itu membuatku lebih mudah untuk menjauhkan gadis itu dari kekasihnya" katanya mantap.

Jangan bosen baca cerita aku ya😂😂😂
Love u all💞

Check my YouTube in my bio for know more about me✨😻

Nianals💕

Bastardo TrillionaireCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang