Apakah yang akan kau lakukan jika terperangkap di dunia yang menurutmu kelam dan menyakitkan? Disaat maut ingin menjemput, disaat itu pula duniaku semakin terlihat mengerikan. Masalah mulai bermunculan silih berganti setelah bastrad itu hadir di keh...
"Sedang apa kau disini?" tanya Alward yang masih tidak percaya dengan penglihatannya.
"Menurutmu aku sedang apa? Tentu saja mengunjungi kediaman calon tunanganku sendiri untuk memberikan ia semangat dalam masa tersulitnya?" Alexandrio berkata dengan santainya.
"Tunggu dulu, apa maksudmu? Siapa yang kau sebut dengan calon tunangan? Tidak mung..."
"Tepat sekali, tunanganku adalah Angeline" belum sempat Alward mengakhiri kalimatnya namun, sudah di sela oleh Alexandrio.
"Apa katamu?" Alward kalut. Ia baru saja ingin maju untuk memukul wajah tampan Alexandrio namun, dihalangi kembali oleh anak buah Alex.
Alexandrio memberi perintah kepada anak buahnya untuk membiarkan Alward melakukan yang dia inginkan. Seketika itu juga Alward menyudutkan Alexandrio ke pilar mansion dan menahan kuat lehernya dengan lengannya. Alexandrio sengaja tidak melawan, ia hanya membisikan sesuatu yang membuat Alward melepaskan leher Alexandrio dengan wajah pucat seketika.
Alexandrio mengancam akan menghancurkan perusahaan Alward sekarang juga jika ia berani menyentuh wajah Alexandrio dan masih berhubungan dengan Angeline.
"Jangan begitu tegang, rileks saja. Yang harus kau lakukan adalah menyelesaikannya sekarang juga. Jika kau melakukan apa yang ku suruh, ku pastikan tak akan ada hal buruk yang terjadi pada perusahaanmu" bisik Alexandrio lagi sambil menepuk pundak Alward lalu keluar meninggalkan mansion dengan mobil Arash AF10 Hybridnya.
Alward masih tetap berdiri ditempatnya dengan tatapan kosong, tangannya masih mengepal dengan kuat hingga buku buku jarinya memutih, sampai satu panggilan di belakangnya menyentakkan dia dari lamunan.
"Alward?" panggil Angeline.
"Kau kesini untuk pergi ke pemahkaman bersamaku kan? Ayo Alward aku sudah siap"
"Tidak, aku kesini untuk mengakhiri semuanya" jelas Alward tanpa membalikan tubuhnya.
"Mengakhiri semuanya? Aku tak mengerti maksudmu. Nanti saja kita bicarakan itu, kita harus menghadiri pemahkaman momy dan dady dulu" Angeline membalikan badan Alward dan memegang kedua pergelangan tangannya, tetapi ditepis oleh Alward.
"Ada apa Alward?" Angeline terkesiap dengan perlakuan Alward.
"Sebaiknya kita akhiri hubungan kita disini. Karna ada seorang wanita cantik dan lebih menarik darimu yang sedang aku kagumi" ujar Alward setenang mungkin.
"Apakah aku melakukan sebuah kesalahan hingga kau mengakhiri hubungan kita seperti ini? Ingatlah kita sudah sampai sejauh ini Alward. Tak mungkin kau semudah itu mengucapkannya"
"Aku sudah lama ingin membicarakan ini padamu" Alward meninggalkan Angeline tanpa pamit.
Baru beberapa saat yang lalu tangisnya reda, kini ia harus terisak lagi dan lagi. Tampaknya satu masalah belum cukup untuk menghancurkan kehidupannya.
Kedua kakinya sudah tak kuat untuk menopang tubuhnya yang semakin melemas. Dan benar saja dalam hitungan detik dia sudah terkulai tak sadarkan diri dilantai marmer.
****
"Dimana Raymond?" tanya Alexandrio yang baru saja sampai gudang tua. Selalu Raymond yang akan dicarinya terlebih dahulu.
"Dia sedang di ruangan itu bersama Helen" kata Elgar menunjuk suatu ruangan yang difungsikan bagi para mafia yang ingin bermain dengan para jalang.
"Alex kau dari mana saja? Aku selalu mencarimu. Sebegitu sibuknya kah kau?" tanya Helen dengan mengancing baju bagian atasnya, lalu dengan cepat bergelayut manja pada Alexandrio.
Alexandrio muak dengan perlakuan Helen. Ia menjambak rambutnya kebelakang.
"Awww...sakit" Helen berusaha melepaskan lengan Alexandrio dari rambutnya.
"Ada apa kau kemari?" kata Raymond yang baru saja keluar dari ruangan itu dengan bertelanjang dada menampakan tubuh menawannya, kemudian menuangkan wine ke gelas untuk menyesapnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Pria tua dan bodoh itu terlalu banyak mengetahui tentangku, baguslah kau cepat menangani apa yang ku perintahkan. Jika terlambat disingkirkan, ia akan menghancurkan reputasiku. Ambilah uang yang telah ku kirim ke mansionmu, itu sebagai bonus. Dan apa yang Mr. Amor katakan tadi saat menghubungimu?"
"Tidak banyak, hanya dia menginginkan transaksi dilakukan di Las Vegas"
"Baiklah. Jangan bertindak ceroboh kali ini. Anggota CIA pasti akan lebih sering memata matai kita"
"Jangan khawatir. Serahkan semuanya padaku"
"Ah satu lagi jalang ini, aku mau dia diganti dengan yang lain" Alexandrio melempar Helen yang tepat terjatuh di hadapan Raymond.
Helen merasakan nyeri teramat pada kepalanya. Ia dijambak begitu erat dan lama. Ia hanya bisa menangis, karna jika ia marah pun sakit yang dia rasakan akan semaki bertambah parah. Entah apa yang akan dilakukan oleh seorang Alexandrio yang sadis.
"Aku akan kembali kerumah gadis itu"
Raymond tau gadis mana yang dimaksud oleh Alexandrio.
"Yasudah kau pergilah. Aku yang akan menangani dia" katanya menunjuk Helen.
"Apakah sakit?" tanya Raymond setelah Alexandrio pergi. Ia berjongkok memegang dagu Helen.
Helen hanya menganggukan kepalanya. Ia berfikir Raymond adalah lelaki yang baik. Tapi ternyata ia salah. Raymond tak berbeda jauh dari Alexandrio. Ia mengeratkan cengkramannya pada dagu Helen dan berbisik "kau begitu mudah jalang". Lalu sebelum pergi ia menendangnya dan menyuruh anak buahnya untuk mengurus Helen.
Check my YouTube in my bio for know more about me✨😻