Bagian 3.3

6.7K 264 10
                                        

Angeline kesal bukan main, ia melirik tajam pada Alexandrio. Secepat kilat dia meraih nampan darinya dan mulai makan walaupun terpaksa.

"Nah, bukankah lebih baik jika kau patuh seperti ini?"

Alexandrio duduk di pinggir ranjang Angeline dan mengacak lembut rambutnya. Angeline tidak merespon segala perkataan dan perlakuan Alexandrio. Ia hanya diam.

Perasaannya sangat rumit dijelaskan. Sedih, hancur, kesal bercampur aduk menjadi satu. Tetapi, sentuhan tangan lembut Alexandrio pada rambutnya tidak membuatnya marah, justru sebaliknya ia merasa nyaman. Karna kenyamanan itu ia menangis lagi dan lagi.

"Kau menangis?" tanya Alexandrio, tangannya sibuk menghapus air mata Angeline.

Angeline kembali diam tanpa menjawabnya.

"Menangislah jika itu dapat membuatmu jauh lebih baik" Alexandrio menuntun wajah Angeline ke dada bidangnya, ia memeluk dan mengusap tubuh Angeline berusaha menenangkanya. Awalnya Angeline mengelak, tapi jika difikirkan kembali, saat ini yang dia butuhkan adalah pelukan hangat. Tangis Angeline semakin pecah.

Betul, Alexandrio memang lelaki kejam dan brengsek. Namun, bagaimana pun juga ia hanyalah manusia yang mempunyai hati nurani.

"Mau mencari udara segar?" Tanyanya lagi setelah tangis Angeline reda.

Angeline mengangguk ringan.

****

Alexandrio membawa Angeline ke Royal Gorge Bridge, lebih tepatnya tempat bungee jumping dengan ketinggian lebih dari 300 meter. Bukan main tingginya.

"Kau sudah tidak waras? Aku masih ingin hidup Alexandrio" Angeline beranjak bermaksud untuk pergi dari tempat itu. Tetapi tangannya dicekal.

"Ini akan lebih baik untuk menghilangkan rasa stressmu dari pada melakukan hal konyol seperti bunuh diri misalnya" sindir Alexandrio.

"Cobalah! Kau bisa berteriak kencang agar beban fikiranmu hilang" lanjutnya.

Angeline berfikir sebentar lalu menyetujuinya dengan ragu.

"Apakah ini aman? Angeline bertanya setelah sudah siap.

"Tentu saja. Percayalah kepadaku" jawab Alexandrio.

Angeline melompat dari ketinggian dengan teriakan yang sangat kencang.

Setelah itu ia merasa sakit yang dirasakannya sedikit banyak menghilang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Setelah itu ia merasa sakit yang dirasakannya sedikit banyak menghilang.

"Sudah merasa lebih baik?" Alexandrio memastikan perasaan Angeline.

"Lumayan" ucapnya seraya tersenyum.

"Kau mau mencoba aktifitas yang memicu adrenalin lainnya?"

Bastardo TrillionaireCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang