Justin melihat siapa yang berdiri diambang pintu dengan tangan dipinggang, lelaki itu mendekati Justin dan Roxie. Mata lelaki paruhbaya itu, menatap kedua pasang manusia ini dengan mata memerah.
"Pulang sekarang! Sedang apa kau disini?" Hardik Tuan Jeremy kepada Justin.
"Dad? Sedang apa dad disini?"
"Cukup Bieber! Pulang sekarang! Aku tak mau kau bergaul bahkan mempunyai hubungan dengan salah satu keluarga Thompson,!"
Roxie dapat mendengar hardikkan Tuan Jeremy, ia menggenggam erat jemari Justin. Membuat Justin menatap Roxie.
"Aku akan disini." Bisiknya kepada Roxie.
Roxie menggeleng, ia tersenyum. "Pulanglah, meski aku membutuhkanmu tetapi lelaki itu ayahmu. Ada nenek, kakek, ayah, bahkan Liam disini. Aku akan baik-baik saja."
"KAU MENJALIN HUBUNGAN DENGANNYA JUSTIN??? Bieber kuulangi sekali lagi. Pulang sekarang juga atau---"
"DENGAR! KAU TAK BERHAK MENGATUR HIDUPKU. AKU DAPAT MENJALANI HIDUPKU. KAU BAHKAN TAK BISA MEMAKSAKAN MASALAHMU MENCAMPURI KEHIDUPANKU! AKU MEMPUNYAI KEHIDUPANKU SENDIRI! DAN AKU BERHAK ATAS SEMUA ITU! BAHKAN KEKAYAAN KAU DAN MILIKKU BERASAL DARI KAKEKKU DAN JANGAN PERNAH MENGHINA WANITAKU! AKU TAK SUKA!"
Semua orang disana melihat Justin yang tengan menunjuk wajah ayahnya dengan jari telunjuknya sendiri. Semua kaget. Bahkan Nancy pun sama kagetnya, ia hanya menyangka jika Jeremy hanya membawa Justin pulang. Bukan seperti ini kejadiannya.
"Kau menghardikku,? BAGUS THOMPSON, APA YANG KAU LAKUKAN DENGAN ANAKKU? KAU RACUNI IA DENGAN APA? DENGAR THOMPSON, AKU MASIH MEMBENCIMU----
"TUAN JEREMY BIEBER! MEREKA MENGAJARIKU DENGAN KASIH SAYANG, BUKAN SIKAP DIKTAKTOR MU! KELUAR DARI RUANGAN INI SEKARANG JUGA KAR--"
"JUSTIN BERHENTI!!!" Teriak Roxie.
Justin melihat Roxie yang tengah menangis, Justin segera merengkuh Roxie kedalam pelukannya. Tetapi, Roxie menghindarinya.
"TUAN JEREMY BIEBER, SAAT INI ANDA MENAPAKKAN KAKI DIRUANGAN SAYA. SAYA TIDAK KENAL ANDA, JADI DENGAN INI SAYA MEMBERITAHUKAN ANDA BAHWA JANGAN PERNAH MENGHARDIK KELUARGA SAYA DENGAN UCAPAN YANG TIDAK LAYAK. DAN SAYA MAU ANDA KELUAR DARI SINI." Ucap Roxie dengan nada 'Attitude'-nya
"KAU PIKIR KAU SIAPA BERANI MEMBENTAKKU, KAU PIKIR KAU----"
"KELUAR, BAWA ANAKMU JIKA KAU MAU! JANGAN SAMPAI NAMA BAIKMU BURUK DIMATA ORANG LAIN KARENA KAU KELUAR DISERET DENGAN PARA SATPAM JEREMY!"
"KAU SUNGGUH----KITA PULANG JUSTIN!"
"TIDAK"
"JUSTIN? ARGHHHH TERSERAH KAU SAJA MULAI SEKARANG."
"Jeremy." panggil Thompson dengan lembut selayaknya sahabat.
"DIAM KAU!"
"DAD!" Teriak Justin.
Jeremy hanya melengos dan keluar dari ruangan itu.
"Kenapa kau tak ikut?" Tanya Roxie
Justin mengecup punggung tangan perempuan itu. "I'll Never Let You Go."
Roxie tersenyum mendengar ucapan Justin.
"Anak nakal,! Mengapa kau tidak mengikuti ayahmu yang bodoh itu,!?" Nenek Roxie memukuli Justin berkali-kali dengan tongkatnya.
"Awwww. Aku lebih baik disini Nek," Teriak Justin kesakitan.
"Nek, berhentilah,! Kau membuatnya memar nanti." Teriak Roxie.
KAMU SEDANG MEMBACA
Summer Love
Novela JuvenilSiapa yang sangka seorang peselancar terbaik adalah seorang pewaris tunggal salah satu perusahaan yang berpengaruh didunia? Ia seorang player tapi semua berubah ketika ia bertemu seorang mahasiswi asal kota yang berlibur dikampung halamannya. Menjal...
