"Jangan terlalu jauh Roxie, aku sudah tua dan tak mampu mencarimu hingga ke ujung pantai."
"Tenang saja Nek, aku tak akan jauh-jauh. Hanya berkeliling disekitar pantai."
"Baiklah, kembali pada jam makan malam Roxie. Aku akan memasakkan makanan kesukaanmu."
Dengan senyum melebar, anak gadis berambut coklat terang itu melangkahkan kakinya ke pantai.
Voli pantai,istana pasir,dan berselancar. Semua itu dilihat Roxie.
Tiba-tiba Roxie merasa lapar, ia pun berjalan ke arah kedai Hotdog disana. Tak memakan waktu lama, Roxie mendapatkan Hotdog-nya. Ia melanjutkan berjalan-jalan disekitar pantai. Sungguh menyenangkan Summertime ini, andaikan ia mempunyai teman.
Baru saja ia akan melahap makanan itu, tiba-tiba seseorang menabraknya menyebabkan Hotdog itu tumpah dan sausnya mengotori baju milih Roxie. Marah tentu. Roxie yang sifatnya dingin, sangat aneh jika ia tak marah sekalipun.
"Maaf nona, apa anda baik-baik saja?"
Roxie mencoba menghapus saus yang berada dibajunya. Matanya membulat, ketika pertanyaan itu dengan gampangnya terlontar dari mulut seseorang yang menabraknya baru saja. Ia mengangkat wajah menatap orang yang telah menabraknya itu. Matanya terbelalak. "Tampan.." Gumamnya kecil.
"Maaf?"
Roxie segera sadar dan menggelengkan kepalanya. "Minggir! Terimakasih meninggalkan noda di baju kesayanganku ini!." Roxie bangun dan menepuk-nepuk bokongnya. Karena bagian belakang celana itu penuh dengan pasir. Lalu ia pergi dari sana.
Lelaki itu mencoba mendekati Roxie kembali. "Jika kau mau, aku akan membelikanmu sebuah baju."
"Tidak perlu." Tanpa menatap Roxie tetap berjalan.
"Apa kau baik-baik saja?"
Roxie memberhentikan jalannya. Ia menatap Justin dengan tatapan dalam. "Apa hanya itu pertanyaan bodoh yang kau punya saat ini?"
Justin hanya diam. Ia melihat ada dauh selada yang tertinggal dirambut Roxie. Justin pun mengambilnya.
Roxie menepis kasar tangan Justin, "Jerk, menjauhlah dariku."
"Baiklah, sepertinya kau masih marah. Dengar namaku Justin, semua orang tahu siapa aku disini. Jika kau memerlukan apapun datanglah kesini. Tentu aku akan membantumu, sebagai permintaan maaf ku." Ujar Justin yang menggaruk rambutnya yang sebenarnya tidak gatal.
"Kau menyombongkan diri? Dengar, aku berharap aku tak akan bertemu denganmu lagi. Kau pria yang menyebalkan. Menjauhlah." Didorongnya dengan keras Justin, menyebabkan tubuh bidang Justin menjauh.
Roxie pun berjalan menjauhi Justin. Tiba-tiba ia membalikkan tubuhnya menghadap Justin. "Dan jangan membuntutiku! Kau membuatku seperti penjahat!."
Justin merasa kaget. Belum ada sebelumnya wanita yang kasar padanya, dan memberikan slogan "Jerk"kepadanya. Justin pun tersenyum sesaat.
Tiba-tiba sebuah tangan menepuk bahunya dengan keras. "Hey Buddy! Kita menunggumu disana, papanmu sudah kering."
"Sabarlah, Ryan" Mata Justin tak berhenti menatap seseorang yang perlahan menjauh dan menghilang dihadapannya."
"Kau ini kenapa? Aku melihatmu membujuk wanita itu. Apakah dia akan menjadi salah satu dari mereka? Kau tahu kan...Angela dan semacamnya."
Justin menatap sahabatnya dalam-dalam. "Dia bukan salah satu dari mereka. Dia berbeda."
Ucapan Justin membuat mata Ryan terbelalak. "Apa? Oh aku tahu apa yang terjadi disini!"
Justin menatap Ryan yang telah menatapnya dengan tatapan usil. Dipukulnya tubuh Ryan keras, lalu tertawa sejenak. "Ayo kembali ke pantai."
KAMU SEDANG MEMBACA
Summer Love
Teen FictionSiapa yang sangka seorang peselancar terbaik adalah seorang pewaris tunggal salah satu perusahaan yang berpengaruh didunia? Ia seorang player tapi semua berubah ketika ia bertemu seorang mahasiswi asal kota yang berlibur dikampung halamannya. Menjal...
