Part Fifthteen: Summer Love Wedding
“Aku jatuh cinta kepadamu. Bahkan kalaupun aku gila, karena kau yang membuatku gila. Aku mengunci hatiku, untuk orang lain demimu. Kau awal dan akhirku. Jika aku meninggalkanmu, aku benar-benar tak punya otak dan hati. Jiwaku telah mati saat itu pula.”
------------------------------------------------------------------------------------
Kriiiiiiiiiing!!!!!
“Jay, matikan alarm itu sekarang juga.” Ucap Roxie seraya menutup kupingnya dengan bantal.
Kriiiiiiiiiiiing!!!!!
“Jayyy!!!!”. Hening
Tangan Roxie meraba-raba sampingnya, berusaha menemukan sesuatu. “Justin?Baby? Where are you??”
Setelah memastikan tidak ada jawaban, Roxie segera bangkit dari kasurnya dan mematikan alarm. Jemarinya mengucek-ucek mata, mencoba menyesuaikan dengan cahaya yang masuk kedalam kamar. Lalu tanpa berpikir, ia segera pergi ke dapur untuk mengambil minum.
“Morning Nanny.” Ucapnya ketika menuruni tangga.
“Morning Mrs.Bieber, bagaimana tidurmu? Nyenyak?”
Roxie segera mengambil air dari kulkas dan menuangkannya digelas. “Cukup nyenyak.”
“Baguslah, karena semalam aku mendengar sesuatu.” Goda Nanny seraya mengerlingkan sebelah matanya.
Roxie tersentak kaget, ia dapat menangkap apa yang dibicarakan Nanny saat itu. Mukanya memerah, ia segera meminum air yang diambilnya. “Kau bisa saja. Sedang buat apa?” Jawab Roxie seraya megalihkan pembicaraan.
“Pancake, kau mau Mrs.Bieber?” Tawar wanita yang sudah cukup berumur itu.
Roxie mendekati Nanny, ia duduk diatas meja. “Hey Mrs.Bieber, jika tuan melihatmu kau akan dimarahi.”
“Justin tak ada disini kan? Buatkan aku dua, selepas itu temani aku belanja. Aku ingin membuatkan makanan untuk Justin. Hari ini dan seterusnya aku akan menjadi sibuk Nanny.”
Nanny yang tengah membuat Pancake pun tersenyum mendengar Roxie. “Dan bukankah sudah ku bilang, aku belum menjadi istri dari Justin Nanny. Kau tetap dapat memanggiku dengan nama saja. Roxie misalnya, atau mungkin Daniella.”
“Tuan menyuruhku seperti itu Nona, selama aku masih menjadi bawahannya aku akan tetap menurutinya. Dan aku lupa jika minggu depan kau akan menikah dengan Tuan. Pastinya kau akan sibuk, seperti yang kau katakan barusan.”
Nanny meletakkan kue dadar itu didepan Roxie. “Madu atau selai nona?”
“Ice cream?”
“Maaf nona, tuan tidak mengizinkanmu memakan es krim ketika pagi hari.” Ucap Nanny seraya menyiramkan madu diatas kue dadar Roxie itu. Sementara Roxie, ia memutarkan bola matanya. Terkadang ia merasa lelah dengan aturan-aturan Justin, pria itu selalu melarang aktifitas kesukaannya. Walaupun berbahaya.
Tetapi dibalik semua itu, Roxie senang dengan perlakuan Justin yang sangat romantis. Selepas makan, Roxie segera mengelap bibirnya dengan serbet yang disediakan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Summer Love
JugendliteraturSiapa yang sangka seorang peselancar terbaik adalah seorang pewaris tunggal salah satu perusahaan yang berpengaruh didunia? Ia seorang player tapi semua berubah ketika ia bertemu seorang mahasiswi asal kota yang berlibur dikampung halamannya. Menjal...
