"Roxie, kumohon...."
Roxie menggenggam jemari Justin. "Dengar, ini terlalu cepat. Maksudku----"
Justin melepas genggaman Roxie. "Aku tahu apa yang ingin kau katakan. Sudahlah Roxainne, aku akan pergi dari hidupmu. Maaf jika aku pergi dan datang seenaknya saja."
Justin berjalan menuju pintu. "Tunggu, kau memang terlihat sangat sok tahu." Teriak Roxie. Justin menghentikan langkahnya, ia berbalik menoleh ke arah Roxie. "Maksudmu?"
"Aku mempunyai pria yang dijodohkan dengan ku. Dan aku tak mencintainya. Tetapi, aku mencintai seseorang lain. Maksudku, apa kau mau menungguku?" Ucap Roxie dengan menudukkan wajahnya. Justin berusaha menyembunyikan senyum gembiranya. Tetapi, Roxie sudah merasakannya terlebih dahulu.
"Keluarkan senyum indah itu Just, aku merindukannya."
Justin pun tersenyum lebar. Ia tak dapat menyembunyikannya lagi. "Aku sangat mencintaimu Roxainne."
"Akupun begitu. Maaf jika aku terlalu kasar denganmu."
"Ssshhh dengar, semua ini bukan salahmu. Tak ada yang perlu dimaafkan darimu. Yang salah aku, aku yang membiarkan dirimu pergi menjauhiku. Betapa bodohnya aku saat itu. Aku benar-benar seperti orang-----"
Roxiepun bangun dan mendekati Justin. "Who's care with that fucking problem? Just shut up and kiss me."
Roxie melingkarkan tangannya dileher Justin. Justin mendekat dan mulai menciumnya. Ditekannya bibir itu dalam-dalam, Justin sangat mencintainya. Ia tak dapat memungkirinya. Roxie membalas ciuman lembut Justin.
Tak lama, Roxie melepasnya. Ia menempelkan hidungnya dengan hidung Justin. "Aku mencintaimu, Daniella Roxainne."
"Aku lebih mencintaimu, Justin."
"Jangan pergi lagi? Kumohon--"
Justin mengecup bibir Roxie sekejap. "Tak akan, aku janji."
Roxie tersenyum lebar. Ia benar-benar tak dapat menyembunyikan senyum besarnya. "Apa aku terlihat terlalu Slutty? Kau tahu, aku mempunyai Liam tetapi aku sudah memulai hubungan kembali denganmu. Apakah aku terlihat terlalu murahan?"
Justin menyelipkan anak-anak rambut Roxie yang keluar. "Dengar, kita kembali karna saling mencintai. Tuhan adil akan itu, percayalah Roxie aku dapat menjagamu melebihi Captain America. Dan masalah Liam? Aku yakin, kau tahu langkah yang akan kau ambil."
Roxie menunduk. "Keluargaku akan membenciku jika aku melepas Liam, kau tahu? Liam anak pewaris tunggal perusahaannya. Nenek akan mencoretku dari daftar keluarga. Aku akan ditendang. Aku akan menjadi sebatang kara Just."
Justin menaikkan dagu Roxie agar dapat melihat wajahnya. Roxie terlihat sangat tertekan dalam hidupnya. "Kita berada didunia yang kejam, kita berada dibawah tekanan Roxie. Dengar aku tak perduli dengan mereka. Aku dapat menghidupimu. Percayalah, selama kau mencintaiku kita dapat bertahan meski tanpa rumah dan kelaparan. Selama kau mencintaiku, aku akan menjadi kuat meski tekanan dibelakangku. Mereka memang membenciku, tapi yang aku butuhkan adalah kau yag akan melengkapi hidupku. Bukan keluargamu yang akan menerimaku."
Roxie mulai meteskan air matanya. "Mungkin aku terdengar seperti menyuruhmu untuk membenci keluargamu Roxie, tetapi aku tidak bermaksud seperti itu. Aku pun ingin semua keluargamu menerimaku apa adanya."
"Shit! Mereka hanya melihat semuanya dari harta! Aku benci dengan keluargaku."
Justin melepaskan pelukannya. "Kau ingin hubungan ini dilandasi dengan kejujuran Roxie?"
Roxie melepas pelukan Justin. "Apa maksudmu? Semua orang ingin seperti itu."
"Bukan harta yang membuat keluargamu membenciku, tetapi---"
Justin mengigit bibir bawahnya. "Tetapi apa Just?"
"Kau tak akan meninggalkanku setelah mengetahui ini kan?"
"Apa aku terlihat seperti itu?"
Justin menggeleng, ia menarik nafas dan menghembuskannya
"Sebelumnya keluarga kita sangatlah dekat, itu karna ayahmu dan ayahku bersahabat. Namun, ayahku yang diktaktor sangatlah iri dengan apapun yang ayahmu punya. Termaksud ibu kandungmu. Awalnya sebelum ayahmu menikahi ibumu, ayahku telah menjalin hubungan dengan ibumu. Namun, ayahku pergi ke Russia untuk membantu kakekku dan meninggalkan ibumu. Kau tahu bukan? Cinta datang disaat yang tidak tepat tetapi diorang yang tepat."
Roxie mendengarkan baik-baik cerita Justin. "Ayahmu menjadi dekat dengan ibumu, dan menjalin hubungan sampai akhirnya menikah. Aku tak menyalahkan siapapun dan berpihak pada siapapun. Tetapi, ayahku salah meninggalkan ibumu bertahun-tahun. Padahal, ia bilang bahwa hanya sebentar. Saat kembali, ayahku mengetahui bahwa ibumu telah menikah dengan ayahmu. Ayahku membenci ayahmu hingga sekarang. Ia melakukan apapun agar ayahmu jatuh." Lanjut Justin lirih.
Roxie menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Ia tak percaya ini. Bukan harta yang telah membutakan keluarganya, ia sadar keluarganya bukan gila akan derajat. Tetapi, hanya karena dendam.
Justin langsung menggenggam jemari Roxie. "Dengar Roxie, kumohon jangan membenciku. Aku sama sekali tidak terlibat dalam masalah ini."
Roxie menggenggam kembali jemari Justin. "Aku tak akan dapat meninggalkanmu. Seringan apapun langkahku untuk melakukannya. Aku tak akan mau. Ini kesalahan mereka, jangan dibawa dalam hubungan kita Just. Yang kita harus lakukan adalah, membantu mereka untuk berdamai. Ayahku pernah bercerita tentang ini. Namun, aku tahu ayahku bukan sifat pendendam. Ia dapat menerima ayahmu kembali. Percaya padaku."
Justin mengeluarkan air dari pinggir matanya. "Aku beruntung memilikimu, aku beruntung dicintaimu Roxie."
Tiba-tiba pintu kamar Roxie pun terbuka.
"KAU!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!"
-----------------------------------------
YAAA KIRA-KIRA SIAPA YAK YANG DATENG? BAPAK ATAU LIAM? MENURUT LO? WKWK MAAF UPLOAD LAMA, DAN SEKALI UPLOAD SINGKAT! :( GUE ADA PLAN BARU:( BIKIN BLS DI FANBASE GUE WKWKMAKANYA JADI LAMA. JANJI DEH NANTI DIPOST LEBIH BANYAK<3 MAAF KALO GAJE DAN ABSURD! :(
KAMU SEDANG MEMBACA
Summer Love
Ficção AdolescenteSiapa yang sangka seorang peselancar terbaik adalah seorang pewaris tunggal salah satu perusahaan yang berpengaruh didunia? Ia seorang player tapi semua berubah ketika ia bertemu seorang mahasiswi asal kota yang berlibur dikampung halamannya. Menjal...
