Suaranya merdu menusuk hati yang beku
Buaiannya syahdu membelai jiwa kelam
Lemah lembutnya telah membutakan
Renungannya telah menyadarkan
Satu tetes...
Dua tetes...
Tiga tetes...
Basah, membasahi wajahnya nan ayu
Gambaran sucinya dalam kelabu
Kelanjutannya tiada yang tau
Laut kerupawan selalu menjadi modal
Perawakan jelita menjadi incaran
