Jembatan yang Tumbang

7 0 0
                                        

Ketikan senyap temani malam
Aksara-aksaranya mulai terpendar
Sahutan hening hiasi layar
Tangan pun menari tak kalah peran

Ukara itu menjelas pantas
Tuk alasan yang kembali dipertanyakan
Namun tak semua hal bisa tersampaikan
Alhasil, kelam tanpa penjelasan

Janji pun terketik tanpa sadar
Ucapan terbalas tanpa getar
Lagi-lagi senyap, hening
Semua terasa ganjil

Bak dua jurang itu, yang tak pernah berprasangka
Tanah yang di bawah tak pernah menyalahkan
Tapi jembatan tumbang tetaplah sama
Memutus abadi dua jurang yang berseberangan tuk kembali sendirian

Papan KetikTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang