Saat kutemukan senyumanmu,
Kulihat bahagia yang dalam
Kau hadir tanpa pamrih
Menemani kesunyian ini
Dan aku?
Terlibat suara-suara desiran,
Menyiprat lemah, menumbang harapan
Dan saat detik berhenti berdetak,
Saat dering menjadi senyap,
Aku hanya bisa diam
Melihatmu yang kian jauh
Kian menjauh karna tutur panutanmu
Aku pun tak bisa mengelak,
Menerima dengan putus asa
