Nyiru mulai melambai, di pucak cakrawala
Nyanyian angin menyerobong di balik seruling
Rambang kapal mulai terombang
Negeri persinggahan kembali dalam kerinduan
Ketika teriak jadi bahasa mereka,
Hujat nan olok jadi syair pitam
Paralipsis menyeruak datangi pelataran
Klandestin dan jas hitam, cerca kesunyian
Rampas filosofi negeri sepekat kopi
Pecah bak runtuhan
Yang mustahil disatukan
Negeriku dirubung rindu
Kepada sang pengulun yang tengah berseru
