Yang kudengar hanya kruukk... kruukk
Yang penuh suara kruukk... kruukk
Yang menemani malam hampa
Yang hanya aku dan suara
Kayuh lapuk namun tak pernah renta
Membisik suara kruukk... kruukk
Dalam diam, dalam senyap do'a
Hanya ada dia dan suara
Tipis, menipiskan jenuh
Memberikan benih letih tanpa gaduh
Namun masih tetap bersuara
Yang kini berbaur dengan jangkrik semata
