Langkahku tersengal melihatnya begitu
Ku micingkan sorot mata tuk bisa memastikannya
Ia yang kulihat tengah tertawa bersama
Senyuman itu sangat alami, tawa itu bukan imitasi
Melihatnya seperti ini, sudah cukup
Aku pun pergi dan melangkah membawa lari
Tak disangka tetes itu mendarat di pipi
Aneh, aku pun mengakhiri drama ini
Jantungku berdetak, menetralkan pelarian
Tapi aku tetap berlari, kemanapun mencari tempat sunyi
