Jalanan panjang,
Membentang
Di pelipir semua tampak kecil,
Mungil
Jengkal penghidupan mulai rapuh
Dan siap untuk jatuh
Di balik kaca berembun,
Pagi itu, kabut meredam
Petak-petak sawah dibiarkan suram
Tidak ada manusia di sana,
Terkapar begitu saja
Di balik kaca berembun,
Jalanan ini masih panjang
Lenggang,
Hanya sepi yang kutemui
Sangat tidak berarti
Di balik kaca berembun,
Semua ini tidak sebanding dengan kota istimewa,
Yang ada di pelupuk mata
