Sesuai janji, part ini saya dedikasikan untuk NaruFrauRvaille. Ternyata butuh waktu agak lama untuk menyelesaikan part yang dipesan sesuai keinginan orang lain, maka maafkan saya 😂
Mudah - mudahan part ini sesuai ekspektasi. Tapi kalau tidak, jangan sambit saya ya XD
Part 4 ekstra request dari idagayatri akan jadi yang terakhir ya, biar cerita saya nggak berjilid - jilid dan berubah haluan jadi sinetron Bang Levi Naik Haji atau telenopela Rosalindur 😂
Saran - saran yang bersifat membangun untuk karya saya selalu diterima dengan besar hati dan dua tangan terbuka.
Selamat membaca 😘
Fall
Ekstra Part (3)
Couple
.
.
.
.
.
.
.
Villa keluarga Ackerman, Juli xxxx
Taman belakang bangunan bergaya Victoria tersebut berbatasan langsung dengan danau dan bukit pinus memagari. Mata para undangan memandang takjub. Bukan berarti takjub sepenuhnya terhadap pemandangan, melainkan pada dekorasi dan tempat duduk yang berjajar rapi di atas permadani rumput membelakangi danau.
Membelah jajaran tempat duduk, pot - pot mungil bunga lantana berjajar sebagai sekat antara tempat duduk dan jalan kecil bagi mempelai menuju altar. Dan yang bisa dibaca dari situasi saat ini adalah sang pemilik acara tipe orang yang hemat waktu. Terbukti dari belasan meja bundar lengkap dengan kain putih menutup serta vas bunga, chandelier dan peralatan makan untuk acara pesta yang langsung dilaksanakan seusai acara inti sudah disiapkan 50 meter dari tempat upacara.
Wajah - wajah undangan yang hadirpun merupakan wajah lama nan lecek kenalan dari keluarga dekat dan beberapa teman. Tapi hari ini semua terlihat bahagia dalam balutan pakaian resmi dan sudah hampir memenuhi tempat duduk. Pun begitu, masih ada beberapa yang wara-wiri menyiapkan keperluan upacara.
Levi memandang semua Kegiatan tersebut dari lantai dua jendela villa yang tepat menghadap ke tempat upacara. Ia dalam mode diam, sambil mengira - ngira apa ada sesuatu yang kurang dibawah sana karena acara akan dimulai sepuluh menit lagi.
Semua tampak normal.
Hanya saja rasanya ada yang aneh!
Tapi apa???
Levi menggeleng pelan berusaha tidak menghiraukan. Mungkin akibat rasa gugup mendera, ia sampai berpikir yang tidak-tidak. Tapi....hei, sejak kapan ia punya rasa gugup?!
Levi menghela napas, meninggalkan jendela kembali menghadap cermin untuk mematut diri. Seharusnya Kenny mendampinginya saat ini. Entah kemana pria tua itu dari subuh sudah tidak tampak batang hidungnya. Mungkin tidak kuat mengikuti upacara pernikahan saking jombinya. Yah ada untungnya juga. Pertama telinga Levi tidak akan sakit gara - gara sepanjang waktu mendengar nasihat dan ocehan yang tidak ada sangkut pautnya dengan pernikahan. Kedua, Levi tidak akan didandani yang aneh -aneh sesuai kepercayaan Kenny. Memakai dasi merah jambu dengan keyakinan supaya acara berjalan lancar misalnya. Dan tentu saja Levi sudah menyingkirkan dasi merah jambu yang dipersiapkan Kenny jauh-jauh hari ke kolong tempat tidur.
Jas sudah rapi. Sepatu sudah mengilap. Dasi sudah rapi. Korsase alias hiasan bunga sudah dipasang di dada kirinya oleh sang ibu. Dan bicara soal korsase........langsung membuat Levi setengah berlari kembali menuju jendela, menengok ke bawah sana. Barulah ia merasa jika firasatnya benar.
KAMU SEDANG MEMBACA
FALL [RIREN]
Fiksi Penggemar[END] Attack on Titan belongs to Hajime Isayama. . . . Semua tokoh Attack on Titan hanya milik mr. Isayama. Author numpang pinjam 😊😊😊
![FALL [RIREN]](https://img.wattpad.com/cover/112528633-64-k149567.jpg)