4

1.4K 211 62
                                        




Taehyung tengah bersiap di dalam kokpit bersama Kapten Jung yang sedang membaca buku panduan manual boeing 747, pesawat komersil yang akan mereka bawa kali ini dalam perjalan ke Indonesia. Keduanya terlihat sangat serius sampai sebuah bunyi disertai menyalanya lampu hijau menyadarkan mereka dari keheningannya.

"Flight Attendant, door closed, arm slide and report." ucap Hoseok pada awak kabin yang menguhubunginya lewat telepon.

"All passanger ready Captain, Door closed, slide armed and crosscheck. Ready for take off."

Jung Hoseok menghentikan membacanya dan menekan tombol penghubung. "Oke, take off lima menit lagi."

Taehyung menekan tombol off , dan menekan-nekan tombol lainnya untuk segera melakukan penerbangan. Di belakangnya ada kapten Kim Myungsoo selaku pilot pengganti.

"Hey dude, are you okay?" tanya Hoseok ketika sudut matanya melihat raut wajah Taehyung sedikit berbeda. "Kalau kau sakit, aku bisa menggantikanmu, Tae." Myungsoo menawarkan diri ketika telah bersiap mengenakan seat bealt. Taehyung tersenyum kepada kedua kaptennya, senyum yang sedikit dipaksakan menurut Hoseok. "I'm okay." Ucapnya sebelum menekan tombol penghubung antara kokpit dan kabin. "Crotch watch.*"

(Crotch watch: Ini adalah perintah kepada awak untuk menelusuri kabin dan mengecek apakah semua penumpang sudah menggunakan sabuk pengaman.)

"All cleared, sir."

"Roger."

Suara mesin pesawat berdengung, Hoseok dan Taehyung mulai menjalankan pesawat boeing 747 menuju arah selatan. Hoseok mulai melaporkan rute dan arah penerbangan kepada ATC setempat, kemudian Taehyung menoleh ketika mengetahui jika gate tempat mereka lepas landas ternyata salah.

"Katanya 18, kenapa?" Tanya Taehyung bingung. Hoseok mengonfirmasi kembali kepada ATC untuk mempertanyakan gate berapa yang harus ia gunakan. Taehyung yang mendengar percakapan antara Hoseok dan ATC itu kemudian mengangguk mengerti jika mereka salah dengar, mereka memang menggunakan gate 18 tetapi setelah British Airlines lepas landas.

Lima menit kemudian sebuah pesawat besar dengan warna putih dan tulisan senada dengan warna bendera kebangsaannya lewat dan bersiap untuk lepas landas. "Get ready, Tae. After that Brisitsh Airlines Airbus, I'll confirm to the ATC and we're take off." Ucap Hoseok dan di jawab Taehyung dengan anggukan. "and 10 minutes after that, we are really need to talk."

Alis Taehyung mengkerut. "About?"

"You." Ucap Hoseok final sebelum menekan pedal dan menarik kemudi untuk menerbangkan pesawatnya.

.

Jungkook baru saja selesai memasak untuk makan siangnya dengan Ahreum, akibat paksaan Taehyung, Jungkook mau tidak mau menetap di apartemen mewah milik Taehyung untuk beberapa pekan kedepan. Taehyung adalah tipe dominan yang sedikit posesif. Dulu, ketika Ahreum belum lahir, Jungkook sering sekali merasa risih dengan perlakuan Taehyung yang menurutnya terlalu mengekang. Bahkan Jungkook harus merelakan pekerjaannya demi seorang Kim Taehyung yang posesif, padahal di tempat Jungkook bekerja, wanita itu memegang posisi yang lumayan vital. Bahkan sang bos memohon kepada Jungkook agar bertahan dan akan memberikan gaji yang sesuai dengan Jungkook mau, namun Jungkook tetap menolak untuk bekerja di kantor setiap hari. Jungkook menawarkan jika pekerjaannya di kerjakan di rumah saja dan akan di kirimkan lewat email setiap harinya.

"Eomma." Panggil Ahreum pelan.

"Ya sayang. Habiskan makanmu dulu baru berbicara. Kau ini mirip sekali dengan ayahmu yang suka sekali berbicara ketika makan." Jungkook menasehati anaknya sambil mengelus surai hitam lembut bau stroberi kesukaan Ahreum.

Waiting for you.Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang