5

1.3K 207 75
                                        


Namjoon bangun lebih awal, ia merasakan sekujur tubuhnya sedikit lelah namun ia sungguh bahagia. Di pelukannya ada seorang Kim Seokjin yang masih tertidur pulas. Ia mengelus surai kecoklatan wanita itu dan mengecup pucuk kepalanya.

Mereka menghabiskan malam berdua dengan bercinta di apartemen kapten Kim.

Seokjin yang memulainya, ia mengatakan jika ia bersedia untuk menjadi fuck buddy seorang Kim Namjoon. Walaupun ia telah memiliki kekasih, ia tidak peduli karena kekasihnya pun pasti sangat sibuk dengan dunianya sendiri.

Awalnya Namjoon terkejut dan menolak mentah-mentah permintaan frontal wanita di hadapannya. Namjoon pantang sekali bercinta dengan orang asing apalagi sudah memiliki kekasih. Namjoon tidak ingin terlibat dalam permasalahan cinta yang rumit.

Tetapi, yang namanya singa.. sekalipun jinak pasti ada sesuatu yang bisa membangunkan sisi liarnya.

Dan Kim Seokjin berhasil melakukannya pada Namjoon.

"Good morning." Ucap Namjoon sambil membawa nampan berisi cokelat hangat dan sebuah sandwich isi tuna kalengan.

Seokjin menoleh sayu, pipinya sedikit memerah dan rambut-rambutnya menempel di sekitar wajah. Ia melihat Namjoon datang tanpa mengenakan atasan, dan badan yang sedikit kecoklatan itu terlihat sangat seksi. "Eurgh, selamat pagi kapten Kim." Jawab Seokjin serak.

Namjoon duduk dipinggir ranjang dan membantu Seokjin menyingkirkan rambut-rambut yang menempel pada wajahnya. Wanita itu mendongak dan duduk untuk menikmati sarapan yang di sediakan Namjoon di atas ranjang. "Kapan kau bangun?" tanya Seokjin sambil menahan selimut agar tidak turun kebawah.

"Setengah jam yang lalu." Jawab Namjoon tenang, ia menyeruput kopi hitam buatannya sendiri tadi.

"Ohh." Jawab Seokjin singkat. "Eum, maaf Namjoon. Tapi aku tidak terbiasa sarapan sebelum membersihkan diri. Jadi, bisa kusimpan sarapan ini untuk nanti? Setidaknya setelah aku mencuci mukaku dan sikat gigi." Namjoon mengangguk, dipindahkannya nampan tersebut ke nakas sebelahnya. "Oh iya, bisa ku pinjam bajumu?"

"Ada di lemari, kaosnya ada di sebelah kiri." Namjoon menunjuk lemari putih yang hampir menutupi salah satu sisi dinding miliknya. "Kalau kemeja, ada di pojok sebelah kirinya."

"Eoh, oke." Jawab Seokjin sambil bangun untuk mengambil selembar kaos yang nyaman.

"Ku tunggu diluar." Namjoon mengangkat nampan dan membiarkan wanita itu membersihkan dirinya serta memberikan privasi untuk bersolek.

Setelah setengah jam menunggu, akhirnya Seokjin keluar kamar dengan penampilan yang lebih segar, rambutnya di gelung asal, ia memakai kaos Namjoon berwarna mint. "Kaos ini.. tak apa ku pakai, kan?" seokjin duduk di depan Namjoon.

"Santai saja, aku bujang yang tidak memiliki kekasih." Jawabnya dengan senyuman tipis. "Susunya sudah dingin, jadi kuminum dulu saja. Kau mau ku buatkan yang baru?"

"Tidak perlu, akan ku buat sendiri. Ngomong-ngomong, kau benar-benar tinggal sendiri?" Seokjin duduk di seberang.

"Seperti yang bisa kau lihat. Tidak ada yang tinggal selain ku disini. Ada apa? Apa kau berencana untuk tinggal bersamaku?" Namjoon menyeruput lagi kopi di gelasnya yang kedua. Menunggu Seokjin selesai mandi membuatnya harus meneguk kafein lebih banyak dari biasanya di pagi hari.

"Kau tidak memintaku."

"Aku memintanya sekarang."

Ucapan Namjoon membuat Seokjin menghentikan kegiatannya memotong sepotong sandwich. Wanita itu menatap lelaki di hadapannya dengan alis bertaut kebingungan. Ia meletakan pisau serta garpu yang telah tertusuk sepotong roti itu dengan tenang dan mencondongkan tubuhnya untuk menelisik kedalam bola mata Namjoon dengan seksama. Apakah dia baru saja terbentur atau terhantam benda keras sehingga bisa mengatakan hal demikian mengejutkan.

Waiting for you.Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang