Pagi ini aku ke kantor dengan wajah penuh dengan senyuman. Bagaimana tidak suasana hatiku sedang sangat senang. Aku senang dengan sikap dan perilaku kak Roy kepadaku. Dia sangat perhatian dan penyayang, sikap dan perbuatannya membuatku merasa seperti di sayang.
Pagi clara!, Mbak Fitri kepala editor dengan suara yg menurutku sedikit membentak.
Pagi Bu, kataku dengan sopan dan lembut.
Bahagia banget, kenapa? Udah berhasil dapetin boy ya?!, Katanya lagi dengan agak sinis.
Maaf Bu, saya dengan pak boy. Hanya berteman tidak, kataku.
Bagus! Awas jika saya liat kamu ganjen ke boy. Boy adalah milik gue! Tahu Lo!, Kata Mbak Fitri dengan menekankan kaya milik.
Aku hanya membalas dengan senyuman dan pamit permisi untuk ke ruangan.
Dalam hati aku berkata, buat apa aku ganjen ke kak boy, kak boy udh aku anggap seperti Kakak aku sendiri, aku sayang kepada nya sebagai saudara. Ah, ngapain juga mbak Fitri pake acara cemburu segala ke gue. Dari segi mana pun di lihat, gua akan kalah di bandingkan mbak Fitri. Gue ga cantik-cantik amat, Dadan ke kantor aja kagak, paling cuma pake pelembab bibir sama wajah dan pake bedak tipis. Ke kantor jga aku hanya pake kemeja bisa, celana jins dan sepatu. Ah, jika di liat secara keseluruhan gue kaya laki. Ngapain jga dia khawatir ke gue. Dasar cewek aneh!Siang hari saat ingin makan siang, tiba-tiba sekretaris kak boy nelpon dan nyuruh gue ke ruangannya. Dengan hati senang aku melangkahkan kakiku ke ruangannya, bagaiman tidak. Kak boy pasti mau traktir gue makan siang, kan lumayan ngirit duit ahahah. Saat sampai di lantai ruangan kak boy, ku liat ke meja sekretarisnya tidak ada orang, apa dia lagi ke ruagan kak boy ya, karna ku lihat pintunya agak terbuka sedikit.
Kulahkahkan kakiku ke dalam ruangan kak boy, sambil berseru;
Kak boooy, manggil aku mauuu ajaakk akuuu..., Kata-kataku tiba2 terhenti karena pemandangan yg kulihat di depan mataku.
Apa-apa ini, ku melihat Mbak Fitri berada di pangkuan kak boy, dan ga sengaja aku melihat mereka berciuman.
Ma..a..a.aff, kataku terbata-bata, langsung ku balik kan badanku dan pergi meninggalkan ruangan itu.
Ku berlari, sambil meneteskan air mata. Tapi begitu sadar aku sedang berada di kantor, dengan sekuat tenang aku menahan untuk tidak menangis. Tetapi ada apa dengan dada ini, Kenap tiba2 dada ini terasa sangat sesak.Ketika aku hendak keluar kantor, aku mendengar suara memanggil namaku.
Clara..
Kubalikkan badanku, untuk mengetahui siapa yg memanggilku. Ketika ku balikkan badanku, ku lihat pak Heri yg memanggilku.
Ya pak, kataku begitu langkahnya sampai di hadapanku.
Kamu bisa gantikan saya meliput kegiatan sekolah SMK pertiwi? Anak saya jatuh sakit, saya tidak enak hati untuk membatalkan wawancara dengan pihak sekolah, kata pak Heri menjelaskan.
Siap pak, kataku tanpa berfikir dulu. Karena yang aku inginkan adalah segera mungkin pergi dari kantor ini.Setelah meeting dadakan dengan pak Heri di lobi kantor, aku langsung melangkahkan kaki ke ruangan untuk mengambil tas dan keperluan wawancara. Ketika aku hendak keluar lift dan menuju parkiran. Aku begitu kaget, karena ada yg menarik tanganku. Dan karena perlakuan tiba-tiba itu aku melakukan perlawanan (nih orang ga tahu ya gue bisa beladiri).
Aduh,aduh sakit, Clara lepasin!
Aku langsung melepaskan cengkraman ku, begitu aku mengenal suara yg kesakitan.
Maaf pak boy, badan saya reflex jika ada yg tiba-tiba menyerang saya.
Pertahanan yang sangat bagus, kata kak boy. Kamu kenapa langsung pergi begitu saja, saya kan minta sekretaris saya buat manggil kamu ke ruangan saya, kata kak boy.
Maaf pak, saya tidak ingin mengganggu aktifitas bapak dan Bu Fitri, kataku dengan data dan berusaha setenang mungkin.
Clara, yang tadi kamu liat tidak seperti kamu fikirkan, katanya menjelaskan.
Maaf pak, saya sedang buru-buru karena telah di tunggu sama tim lainya, kataku pamit dan masuk ke dalam mobil kantor yang memang ku pake ke tempat wawancara.Tanpa melihat ke arah kak boy, yg masih mematung di tempatnya sambil memandang ke arah mobil yang ku bawa. Sebenarnya aku ingin mendengar penjelasan kak boy, tapi entah mengapa rasanya dada ini begitu sesak jika mengingat apa yang kulihat di ruangan kak boy.
Tuhan, ada apa dengan ku? Kenapa dada ini sangat sesak sekali. Kenapa dada ini sakit sekali dan kenapa air mata ini mengalir. Aku hanya melihat kak boy ciuman dengan Bu Fitri. Tapi mengapa sesakit ini rasanya. Aku hanya menyayangi kak boy sebagai seorang kakak. Aku hanya menganggapnya sebagai saudara.
Tuhan, apakah aku telah jantung cinta kepadanya?? Apa ini yang dinamakan jatuh cinta?? Kenapa rasanya sakit dan sesak di dada???

YOU ARE READING
Secret
Romanceharuskah ku terus diam dan tidak memberitahunya; tentang hubunganku dengan orang yang sangat, disanyanginya... "aku tidak akan memberitahunya, ini akan jauh lebih baik buat ku dan buat dirinya...", kataku dalam hati.