Ada apa dengan jantungku?

1.3K 18 0
                                    

Terus mengindar bukalah sebuah solusi yang baik. setelah setelah selama 2 minggu setelah aku mengetahu kak Boy adalah atasanku. aku terus berusaha agar tidak berjumpa dengannya. Tapi sampai kapan aku harus menghindar terus. Dengan membuang nafas panjang, ku berjalan memasuki kantor. Aku telah berkata kepada diriku sendiri, tak ada gunanya menhindarinya. Semakin menghindari kak Boy, membuat perasaanku semakin tidak tenang.

Paaaagiiii claaara,

Suara yang sangat familiar membuatku berhenti melangkah. Oh, Tuhan, adaapa denganku, kenapa jantung ini bertedak menjadi lebih cepat. Ah, aku harus segera memeriksakan jantungku ke doker.

Clara, kau baik-baik saja ?, seru kak boy lagi, sambil melambaikan-lambaikan tangannya di wajahku.

Claraaaa, kau berhayal??, katanya nya lagi sambil memukul pundakku.

Kaak Boy, maaf, Pagi pak, kataku sambil gugup.

Ada apa denganmu?, katanya lagi dengan wajah serius.

Ah, tidak. Aku baik-baik saja pak. Kataku dengan sopan.

Eh, ada apa denganmu. Kepada formal sekali memanggilku. Biasanya juga memanggilku dengan sebutan kakak, katanya lagi.

Maaf, pak. Ini sudah menjadi kebajiwan saya memanggil anda dengan sebutan bapak, karna anda adalah atasan saya. "kataku.

Eeem, baiklah. Karna ini memang di kantor, walaupun sebenarnya aku lebih senang, jikau kamu memanggilku dengan sebutan kakak, dimana saja, "kata kak boy dengan wajah sedikit memalas.

aku hanya membalas perkataan kak boy dengan senyuman. 

emm, pak. maaf, saya permisi kerja dulu, "kataku 

baiklah, selamat bekerja little sis, yang semangat ya kerjanya", kata kak boy sambil tersentum dan membelai kepalaku dengan lembut.

seketika jantungku berdetak begitu kencang, karena perlaukuan kak boy. Ahh, Tuhan tolong aku, jika begini terus, aku bisa pingsan di tempat. tanpa menjawab lagi, aku langsung berlari ke arah ruanganku. tetapi tujuan ku tidak langsung ke ruanganku, tetapi ke dalam toilet untuk menenangkan detak jantungku yang sedari tadi tidak mau berdetak dengan normal.

clara, what happened ?, Kata Tiara.
Ah, no. I'm fine, kataku sambil tersenyum.
Aku duluan Ara, kataku sambil tersenyum dan meninggalkan toilet.

Hari ini benar-benar hari yang sangat berat, bagaimana tidak seharian aku tidak konsentrasi dalam bekerja. Setiap saat aku selalu mengingat perlakuan kak boy yang hangat kepadaku. Dan itu membuat perasaan ku tak nyaman sekali. Apalagi jantung ini, setiap mengingat kak boy, jantung ini selalu berdetak seakan aku sedang lari maraton.

Kulihat jam di dinding, masih pukul 20.15 wib. Ah lapar sekali, tetapi aku malas keluar di tambah lagi, aku harus menghemat pengeluaranku, karena aku berencana akan balik ke Medan untuk ziarah ke makam mamah sekalian ketemu bunda.
Ku memutuskan untuk tidur, tetapi baru sebentar aku berbaring di atas tempat tidur, tiba-tiba ada yg mengetuk kamarku. Siapa sih malam-malam ketuk pintu, perasaan tadi anak-anak kosan pada pergi semua.

Tok tok tok..
Yaa sebentar, kataku sambil berjalan ke pintu. Ku buka pintu kamarku dan betapa kagetnya aku melihat sosok kak boy ada di depan pintu kamarku.
Hai, my little sister. Kamu belum tidur kan?, Katanya dengan wajah tersenyum..
Kak, ngapain malam-malam ke mari?, Kataku.
Taraaaa, kak bawa pizza dan ayam goreng, kakak yakin kamu pasti belum makan kan? Kita makan bareng ya. Kakak malas makan sendiri, kata kak boy sambil berjalan masuk ke dalam kamarku, tanpa izin.

Ku tutup balik pintu kamarku, dan ku bukan jendela kamar.
Maaf ya kak, kosan ku kecil. Jadi Kakak duduk di atas kasur aja ya, kataku.
Ya kamar kosan ku emang sangat kecil, mungkin jika ada yg datang bertamu, 4 orang saja sudah membuat kamar ini penuh dengan tidak ada face buat tempat duduk lagi.

Ku ambil ahli makanan yg di bawa kak boy, dan menaruhnya di atas meja liat yg ku bawa dan kususun di situ. Ku angkat mejanya ada ku taruh atas kasurku, menghadap kak boy. Yaa, posisinya kami sama-sama duduk di atas kasurku saling berhadap-hadapan dengan ada meja di depan kami.

Ku ambil sepotong pizza dan memakannya, kak boy tahu saja aku lagi lapar. Tepat sekali dia membawa makanan ke mari di saat aku sedang menghemat gini. Trimakasih Tuhan,kataku dalam hati.

Selama bareng kak boy, terasa begitu cepat padahal jam dinding sudah menunjukkan pukul 23.04 malam. Tidak ada percakapan yg special, hanya percakapan ringan mengenai masa-masa sekolah dulu dan beberapa topik membahas tentang berita-berita yg ada di Tv. Berbicara ngobrol banyak sama kak boy, membuat ku sangat senang. Setiap, ada kak boy di sampingku aku merasa sangat sedang.

Ah, udh malam, Kakak pulang ya, katanya.
Emm, makasih kak atas makanannya, kataku. Sambil tersenyum dan mengantarnya ke depan pintu kamar.
Ok, sampai ketemu besok di kantor yaa yaa my little sister, katanya sambil tersenyum dan mencium keningku.

Aku begitu kaget dengan perbuatan kak boy yang tiba-tiba. Aku hanya bisa diam mematung.

Mimpi yang indah ya, jangan lupa kunci kamarnya kalo tidur, kata kak boy sambil memegang pipiku dengan lembut. Dan melangkah meninggalkan kosanku.

Oh Tuhan, kenapa jantung ini berdetak begitu kencang. Dan kenapa kak Boy begitu lembut kepadaku. Ada apa dengan ku sebenarnya?

Kenapa jantung ini berdetak begitu kencang?????

SecretWhere stories live. Discover now