"Saat datang, seperti tidak pernah dikenal."
Setelah meneguk secangkir teh hangat itu, sambil duduk bersandar di kursi putih. Dibawah rintik hujan yang masih ragu dengan kedatangannya, dibasuhi pilu, seketika membisu, bertanya tanya soal masa lalu?
Lelaki yang sama, yang dulunya pelayan kafe. Mungkin telah dua atau tiga tahun berlalu, masih dengan kesendiriannya diumur dua puluh lima tahun ini. Belum menemukan wanita yang pas, atau sesuai kriterianya. Angan angan nya masih dipenuhi tentang satu nama dari sekian juta wanita. Bukan kekasih hatinya, ataupun saudaranya. Tapi ia sangat begitu berharga, dan melukis luka yang teramat indah dalam hatinya.
Bolehkah jika aku mengharapkan kehadirannya kembali?
Mungkin kini dirinya masih seperti dirga yang kalian kenal dulu. Namun rasanya, ada kekecewaan yang sangat besar dipendam olehnya. Ia tak pernah menceritakan permasalahan kisah asmaranya pada siapapun. Mengapa? Sebab ia tau,
"apa yang ada dalam pikiranku berbeda dengan apa yang ada dalam kinerja otakmu, begitu pula apa yang menjadi bahagiamu belum tentu pantas untuk kurasa menjadi bahagiaku."
Hidup itu semacam kamu menulis dalam lembaran kertas berwarna abu abu, apa terlihat terang tinta hitam dari penamu? Mungkin hanya samar samar. Seharusnya tinta hitam dari pena itu akan berwarna pekat saat melekat di lembar kertas putih bukan? Sama seperti itu, bagaikan kamu melangkah dalam hutan pengat tak berpenduduk, kamu langkahkan kaki seorang diri, tanpa penerangan, apa kamu bisa menemukan jalan keluar dari hutan itu? Tidak bukan? Namun jika kamu berjalan menyusuri hutan yang pengat itu bersama seseorang yang begitu kamu cintai, tanpa penerangan apapun kamu akan tetap bisa keluar dalam hutan itu. Mengapa?
Sebab, ketulusan cinta akan membawamu kejalan yang terang. Kasih sayang yang ada dalam dua insan manusia, menjadikan sepasang kekasih yang mampu menerima pahit dan manisnya cinta.
Cinta itu perjuangan, perlu pengorbanan, kadang saya suka heran kenapa cinta masih bisa bisanya dipermainkan?
Apa ada yang salah dari kalian?
"Obat hati tidak ada, jadi jangan buat aku sakit hati lagi ya. Jika kamu berniat pergi dariku, semoga kamu bahagia dengan bahagiamu yang sekarang ya. Aku tak ingin mengusik hidupmu lagi, tak ingin menjadikanmu gerbang utama di pikiranku, namun aku mau kamu jadi permata hatiku yang selalu aku simpan walau banyak orang yang mengincarnya. Jika kamu tau aku ingin kamu kembali dalam pelukanku."
___
IM COME BACK!
SEE YOU!:))

KAMU SEDANG MEMBACA
Gloomy
Teen Fictionini bukan kisah Cinta Rama dan Shinta, bukan pula cerita Ratu dan Raja dari angkasa. mereka hanyalah sepasang remaja yang sedang dilanda Cinta dengan penuh tanda tanya. Tapi memang benar mereka ditakdirkan untuk selalu bersama menggenggam asa.