Sedih

46 5 0
                                    

Malam ini kembali kuingin sok tahu tentang hidup.

Perihal kesedihan dan hati yang susah, kala air mata jadi mata air. Pernah kutulis, ada saat untuk berduka dan bersuka. Dan ingin kutambahi lagi tentang duka, luka dan air mata.

Saat sedih datang mampir, dia tidak pernah peduli kita sedang sibuk atau kita sedang kedatangan sedih lain. Dia datang pada siang yang cerah, kadang pada saat orang-orang berbahagia.

Dia bisa datang dalam bentuk apa saja. Ingatan lampau, sebuah kabar duka, penolakan, apa saja.... kadang dia datang juga bersama gagal.

Bukan tanpa alasan aku menulis sedih, saat ini aku berbaring tanpa alas dengan mata merah yang bawahnya sembab. Mungkin sedih datang hendak mengingatkan bahwa segala sesuatu hanya sementara, suka pun duka.

Untuk Tuhan yang baik, terimakasih untuk sedih yang mampir. Sejenak aku bisa menyingkir dari segala yang fana.

Dan akhirnya, pikirku sedih adalah pintu menuju bahagia yang lain.

Prosa Kamar MandiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang