Hinaaa_ssi bazengg yang dibales komenan cogan doang
🔫🔫🔫
"Permisi! Permisi! Maaf, saya buru-buru!" Ucap seorang gadis yang hendak turun dari bis. 10 menit lagi bel masuk, dan ia harus berlari dari halte bis menuju sekolahnya.
"Duh, anjir. Kurang kenceng apa ini gue larinya?!" Ujar gadis itu kemudian berlari sekuat tenaganya.
"Ji! Jangan kenceng-kenceng kalau lari, rok lo kesingkep. Heheh." Teriak seseorang dari belakangnya. Ia sangat familiar dengan suara ini.
"Eh Chani! Mata lo jaga ya!" Gadis itu balas berteriak, kemudian menaiki tangga.
TENG! Tepat ketika ia sampai didepan pintu kelas, bel masuk pun berbunyi.
"MAMAAAA PANASSSS!!" Teriaknya sambil mengipaskan dirinya dengan buku tulis yang sedang digunakan oleh Rina.
"Eh, Jinsol. Gue lagi ngerjain tugas!!" Ucap Rina kemudian mengambil kembali bukunya dari tangan Jinsol.
"Heheh, maap atuh." Jinsol cengengesan trus duduk dibangkunya. Tampak ada tas Somi dibangkunya namun tak ada orangnya.
"Nih minum. Telat mulu lo." Ucap seorang cowok sambil meletakkan sebotol air mineral dingin dipipi Jinsol.
"Ih, ih, Guanlin baik syekaliii. Thanks yaw." Ucap Jinsol, kemudian meminum air mineral tersebut.
"YEAAAYY HUHUYYY! JAMKOS! GURU RAPAT!!" Teriak seseorang dari depan pintu kelas. Dan itu jelas suara Somi. Jinsol dan Guanlin segera menutup telinga masing-masing, sambil mengumpat dalam hati.
"Tau gitu ngapain gue lari-larian?" Tanya Jinsol pada dirinya sendiri. Kemudian menidurkan kepalanya diatas meja.
"Ji, kantin kuy? Yang lain udah pada dikantin." Ujar Somi. Sesungguhnya ia tak tega mengajak Jinsol. Namun, ia malas jalan sendiri kekantin.
"Masih pagi, udah makan berat aja lo." Ucap Somi kemudian memesan Ice Cream Caramel. Jinsol bodo amat aja.
Setelah membayar, saatnya mencari tempat duduk. Namun karena jamkos, siswa pada banyak yang kekantin, itu membuat semua kursi penuh.
"Eeee, penuh semua." Keluh Somi. Ia takut Ice Cream-nya akan mencair, Jinsol santai aja makanin batagornya sambil berdiri.
"SOMAYY!! JINSOLL!! SINIII-SINII!!" Teriak suara menggelegar dari ujung kanan tempat Somi dan Jinsol berdiri. Tanpa aba-aba, Jinsol dan Somi segera menghampiri sumber suara.
"Sumpah ya, dari tadi gue sama Yena udah gantian manggil kagak ada yang denger satupun. Sekalinya Hina tereak malah denger." Kata Siyeon sambil memakan wafle-nya, yang ada disana ketawa aja dengernya.
"Tumben tadi naik bis, kenapa?" Tanya Nancy pada Jinsol yang lagi nyolek Nasi Goreng buatan Saeron.
"Udah telat, masih sempat apdet IG ya lo." Hina menoyor kepala Jinsol.
"Itu apdetan gue jam 11 tadi malam. Gak liat ya lo pada?" Tanya Jinsol balik. Teman-temannya menggeleng. Jinsol lanjut makan. Namun, suara krasak-krusuk dimeja sebelahnya mengalihkan perhatiannya. Mendadak ia hilang rasa buat makan batagornya.
"Nih Bin, tadi katanya lo pengen batagor. Gue udah kenyang." Jinsol menyodorkan sepiring batagornya, yang belum banyak ia makan. Eunbin dengan heran bercampur senang menerimanya.
"Aduhhh sayangkuu, udah dong jangan galau lagi." Kata Saeron ketika menangkap ekspresi Jinsol setelah melihat meja disampingnya yang ditempati oleh Guanlin dan Sei.
"SAEROONNN!!" Kemudian Jinsol memeluk Saeron yang duduk disebelahnya.