Bagian - 10

43 7 4
                                        

Jangan lupa Voment❤
.
.
Perpustakaan Balai Kota.
17 desember 2017

Sudah hampir 4 bulan Cia dan Avan semakin dekat, Week-End selalu pergi bersama, pulang sekolah selalu bersama padahal jarak dari sekolah Cia ke Avan lumayan jauh. Tapi alasan Avan 'gak apa-apa lah jemput cewek cantik gue rela' selalu begitu.

Sekarang mereka akan menghabiskan minggunya untuk pergi ke Perpustakaan Balai Kota. Avan yang selalu menggoda sampai membuat Cia kesal di dalam perpustakaan pun membuat cara agar Cia gak kesel lagi. Mereka berdua membuat perjanjian untuk melakukan persaingan demi mendapatkan semangkuk es krim yang ada di area Balai Kota.

"Kamu mapel Matematika udah lewat kan matriks?" Tanya Cia yang sedang berdiri untuk mencari buku.

Avan yang sama dengan sibuknya mencari hanya menjawab pertanyaan Cia dengan gumaman.

Bukk
"Aduh," ringis Avan.

Cia berkacak pinggang, "Kamu tuh ya! Mesti kalau aku ngomong jawabnya emm emm mulu."

"Kan aku sudah jawab Dayraaaa." Kekeh Avan.

"Tau ah." Kesal Cia yang langsung meninggalkan Avan di rak sebelah.

***

Avan yang melihat Cia kesusahan mengambil buku di rak paling atas hanya bisa mengayuhkan tangannya susah payah. Ia pun berdiri di belakang Cia untuk membantu gadisnya itu. Gadisnya, Avan belum kepikiran untuk menjadikan Cia sebagai gadisnya terlalu cepat. Kalau sejauh ini hubungan mereka berdua baik-baik saja, damai sentosa apa boleh buat seperti ini saja sudah menyenangkan.

"Gak nyampai gitu, minta tolong kek." Ucap Avan dengan mengambil buku yang Cia inginkan.

Cia hanya diam langsung melengos tanpa mengucapkan terimakasih malah langsung pergi tanpa memperdulikan laki-laki itu.

Avan pun berlari kecil menyusul Cia, "Ngambek nih."

"Apa sih?!" Ucap Cia kesal.

"Ah, kesal juga yah ngadepin cewek yang lagi marah." Gumam Avan pelan.

"Apa kamu bilang?" Teriak Cia spontan tanpa mengerti kondisi dan suasana sedang di mana.

"Hussh mbak, kalau rame keluar aja deh." Tegur mas-mas yang sedang membaca buku di meja tidak jauh dari mereka.

"Eh, iya-iya mas maaf." Ucap Cia kikuk yang mendapat ejekan dari Avan.

"Makanya jangan teriak-teriak." Peringat Avan.

***

"

Di cuekkin nih ceritanya." Ucap Avan sok sedih. Cia tetep diam.

"Mau taruhan gak?" Tawar Avan yang langsung dapat tatapan tanya dari Cia.

"Apa?" Jawab Cia malas.

"Banyak-banyakan ngerjain soal Matriks, gimana?" Ucap Avan dengan menarik-turunkan alisnya.

Ajaibnya Cia langsung kegirangan mendengar itu, "Yang kalah neraktir es krim sepuanya, Oke." Ucap riang Cia.

"Oke, siapa takut." Ucap Avan.

Mereka berdua pun mencari buku paket Matematika yang ada kunci jawabannya di belakang lembar paket itu. Setelah menenemukan yang di inginkan, mereka mencari meja duduk yang kosong untuk mengerjakan soal tersebut.

Cia membolak-balikkan lembar demi lembar dan berkata, "Di halaman ini ada 4 soal matriks, di halaman selanjutnya ada 6 soal matriks pakai yang mana?" Tanya Cia dengan menghadap Avan.

"Yang 6 soal aja nanti 5 kita kerjakan, kalau seri kan tinggal 1 nanti pakai buat penentuan." Jawab Avan yang mencari pensil di pouch Cia.

"Oke, Mulai 20 menit dari sekarang." Ucap Cia semangat.

***

Setelah perseteruan yang mereka hadapi berdua tadi, sekarang mereka sudah berada di kedai es krim yang menjadi bahan omongan tadi.

"Matcha, coklat, strawbery, grape , mmm apa yah kira-kira." Gumam Avan.

"Oke deh semua rasa gue beli." Ucap Avan memutuskan.

Cia yang hanya bisa melongo, "Gila ya!!! Satu aja Avan." Peringat Cia.

Dengan ngotot Avan, "Mana ada? Tadi gak ada perjanjian kayak gitu cuma beliin satu, jadi sepuasnya dong."

"Gak mau! Ya udah pulang aja, gak usah beli." Ucap Cia cemberut.

Dengan nada menggoda Avan pun, "Suka deh kalau liat Dayra cemberut, gue mau Coklat aja satu, nanti kalau beli lima marah."

Dengan mata mendelik, "Yaudah bentar, aku pesenin." Ucap Cia.

"Mbak?" Panggil Cia pada penjaga kedai.

***
H

awa panas Kota Metropolitan menemani dua insan tersebut, mereka berdua menikmati es krimnya dengan nikmat. Cia yang sangat bersemangat dengan satu mangkuk es krimnya hanyut kedalam kenikmatan. Avan yang diam-diam mencuri pandangan kepada Gadis itu hanya bisa tersenyum dalam hati.

Seengaknya sekarang ada alasan gue tersenyum selain Mama. Ucap Avan dalam hati.

.
.
.
Yeayyy, update huhu❤. Jangan lupa Vote, Coment yah❤❤❤ Maaf kalau banyak kesalahan nulis😭

DAYRAVANTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang