Aku awan yang selalu senang terlihat jingga saat nampakmu sebagai penutup hari.
-Virgiawan Bintang Asnanta-
Qia duduk diatas kasurnya, menatap selembar foto tanpa berkedip. Sesak yang bisa dirasakan gadis itu sekarang.
Hampir setiap malam Qia melakukan itu, biasanya dia akan menangis sepanjang malam sampai saat dia bangun dipagi hari matanya akan bengkak dan hitam, tapi tidak untuk malam ini. Entah itu karena pasokan air matanya sudah habis atau mungkin air matanya sudah tak bisa lagi mewakili rasa sesak dihatinya.
Bukankah sedih tanpa menangis itu justru lebih menyesakkan. Setidaknya jika kita menangis, rasa sesak itu akan berkurang yang diwakili oleh air mata yang jatuh.
Qia masih begeming memandangi selembar foto ditangannya.
Kring..
Dering ponsel menyadarkan Qia dari pikiran yang menyesakkan perasaannya.
Diraihnya ponsel yang berada tepat disampingnya itu.
Benda itu menampakkan pesan chat dari aplikasi whatsapp, chat dari nomor baru yang tidak dikenal membuat kening Qia berkerut melihatnya. Gadis itu membuka pesan yang baru saja masuk karena penasaran siapa pengirimnya, lebih tepatnya Qia berharap bahwa pengirim pesan itu adalah Raffa yang mungkin saja menggunakan nomor baru untuk menghubungi Qia. Ah semoga saja harapan Qia terwujud malam ini.083xxxxxx : Hy Qia..
Jari-jari Qia Segera mengetikkan balasan untuk pengirim pesan dengan nomor tak dikenal itu.
Rezqia S Purnama : Siapa?
Hanya butuh waktu lima detik ponsel Qia kembali berdering.
Kening Qia kembali berkerut membaca balasan pesan dari nomor baru itu.
083xxxxxx : ini gue, Eza
Qia harus kembali mengubur harapannya dalam-dalam malam ini. Orang yang ditunggunya memberi kabar tak juga datang walau hanya dengan sekedar huruf H dan Y.
Qia sempat heran dan berpikir sejenak, dari mana Eza tau nomor whatsappnya.
Rezqia S Purnama : Oh, kenapa Za?
Selanjutnya ponsel Qia kembali berdering menampakkan pesan dari Eza.
083xxxxxx : Nggapapa, cuma mau chat lo aja hehe
Sejujurnya Qia sangat malas membalas pesan itu, hal hasil cukup lama untuk Qia membalas pesan Eza walau hanya satu dua kata saja.
Hanya satu menit Qia enggan membalas pesan Eza, ponselnya kembali berdering. Eza mengiriminya pesan lagi padahal pesan sebelumnya sama sekali belum dibalas oleh Qia.
Qia membacanya tanpa minat sedikitpun, tapi mau gimana lagi. Sepertinya Eza benar-benar menunggu balasan pesan dari Qia.
083xxxxxx : Gue ganggu yah?
Mau tak mau Qia harus membalas pesan Eza dengan alasan seadanya.
Rezqia S Purnama : Sebenernya sih iya, soalnya gue lagi belajar hehe
Hanya tiga detik berlalu Qia kembali mendapan balasan pesan dari Eza. Mungkin kecepatan otot jari-jari Eza sudah terlatih dengan baik sampai bisa mengetik secepat itu.

KAMU SEDANG MEMBACA
dia, Senjaku
Teen FictionCover by: Pingstory Qia hanya menatap aneh kepergian Bintang dari kelasnya. "Rezqia Senja Purnama cewek bawel, cerewet, nyebelin. Gue punya peliharaan namanya nanang, gue Sayang banget sama jangkrik peliharaan gue itu, udah cuma mau ngasih tau Lo it...