Originally story by beth91191 on "Seikat Chansoo"
-------------------------------------------------------------
"Klik! Klik! Klik!"
Kyungsoo menurunkan kamera DSLR-nya untuk mengecek hasil foto yang baru saja ia ambil. Seutas senyum manis pun merekah di bibir berbentuk hatinya ketika ia merasa sangat puas dengan hasil jepretannya. Mata bulat hitamnya kemudian langsung menyapu ke seluruh hamparan bunga matahari cantik yang terpampang nyata di hadapannya, dan suasana senja dengan langit cerah jingga menambah kesan menakjubkan pada makhluk Tuhan yang selalu senantiasa setia mengarahkan penampang indahnya pada sinar sang mentari itu.
Dihirupnya udara segara sore hari yang sungguh membuat nyaman, Kyungsoo memejamkan matanya sekilas sambil sedikit meregangkan otot-otot pundak dan tangannya yang terasa pegal karena sudah menghabiskan waktu sejam lebih mengelilingi taman bunga matahari ini. Tak lama setelah itu ia menghela nafas panjang dan lembut dan kembali membuka matanya.
"Kau suka datang kemari?"
Suara seseorang tepat di sampingnya membuat Kyungsoo menoleh.
"Yeah. Aku suka tempat ini. Terima kasih sudah mengajakku kemari." Kata Kyungsoo.
Lelaki disampingnya itu tersenyum hangat, sementara Kyungsoo masih menikmati pemandangan indah bunga matahari dan hendak kembali mengangkat kamera-nya.
"Kyungsoo, aku tahu ini sangat mengejutkan, dan tentu..."
"Suho hyung." Sela Kyungsoo pelan, yang sedang membidik sebuah objek melalui kamera tanpa berpaling pada lelaki disebelahnya itu. "Kita sudah pernah membahas ini sebelumnya. Sesuai apa yang kuminta, dan juga apa yang kau janjikan, kita tak akan membahasnya lagi. Setidaknya sampai aku merasa lebih yakin." Sambungnya, dengan nada menutup topik pembicaraan tersebut.
Suho menatap Kyungsoo sesaat, kemudian kembali tersenyum yang tampak sangat dipaksakan. Ia sadar, setelah butuh waktu yang cukup lama dan bisa dikatakan salah satu masa yang sulit dilalui, Suho tak ingin membuat Kyungsoo kembali bersedih. Terlebih perjodohan 'terpaksa' ini bukanlah sesuatu yang menyenangkan bagi Kyungsoo, yang sampai detik ini kelihatannya belum dapat menerima.
"Maaf." Gumam Suho dengan kepala sedikit tertunduk.
Kyungsoo lantas menurunkan kembali kamera-nya, dan mengerling ke arah Suho. Sekali lagi Kyungsoo menghela nafas panjang, seolah sedang melepaskan sesuatu yang begitu terasa mengganjal dan menyesakkan di dadanya. Ia kemudian memutar tubuhhya hingga berhadapan dengan Suho, melangkah mendekat pada lelaki itu, lalu memeluk Suho dengan erat.
"Kau tak perlu meminta maaf, hyung." Bisik Kyungsoo dalam. "Aku tahu kau tidak salah. Jika kau memaksa untuk meminta maaf, maka ada kewajiban dalam diriku juga yang seharusnya meminta maaf padamu. Ini tak sepenuhnya kesalahanmu, dan harus kukatakan juga bukan sepenuhnya kesalahanku. Jadi mari kita lupakan hal yang lalu, dan..." suara Kyungsoo tertahan untuk beberapa saat, hingga ia kembali melanjutkan kalimatnya. "Dan mari kita jalani semua ini."
Suho membulatkan matanya, namun ia segera merapatkan pelukannya pada lelaki mungil di depannya. Entah mengapa sebuah perasaan sakit begitu terasa di hati Suho, dan hal itu membuat dadanya sedikit sesak. Ada airmata tertahan yang tak ingin ia tunjukkan pada Kyungsoo, dan Suho memilih untuk mendekap lelaki mungil itu lebih dalam sebagai ganti dari curahan rasa bersalahnya.
"Oh ya." Kyungsoo mengangkat kepalanya. "Aku akan membuatkan makan malam untukmu, hyung. Makanan apa yang kau inginkan sebagai menu?"
"Hmmm." Suho memutar matanya berpikir. "Kurasa semua makanan yang kau masak akan sangat nikmat. Aku akan memakan apapun yang kau buat, Kyungsoo." Katanya tersenyum.
"Karena saat ini kita sedang berada di Paris, bagaimana jika kubuatkan makanan enak khas negeri ini?" Tanya Kyungsoo, yang dijawab Suho dengan anggukan kepala.
"Tentu saja. Jika ada yang kau butuhkan, kau bisa meminta tolong langsung padaku, atau pada Bibi Marie. Dia akan dengan senang hati memberi bantuan padamu, karena dia adalah Nanny-ku sejak aku lahir." Kata Suho, membelai puncak kepala Kyungsoo.
"Baiklah." Kyungsoo tersenyum senang, kemudian berbalik dan berjalan masuk ke dalam sebuah mansion bergaya Eropa kuno, meninggalkan Suho yang menatap lelaki mungil itu menghilang dari pandangan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Chansoo Life
FanfictionThis story is all about the Giraffe and the Penguin of EXO daytime, Chanyeol and Kyungsoo. Untuk semua Chansoo Shipper Cerita merupakan fanfiction bersifat drabble atau oneshoot Isi cerita hanyalah karangan dan imajinasi author, karakter yang diceri...
