Originally story by beth91191 on "Seikat Chansoo"
-------------------------------------------------------------
Langkah kaki kecil itu berlari memasuki rumah, membuka pintu depan begitu saja, dan segera berlari menuju ruangan tengah, dimana seorang pria paruh baya sedang duduk di sofa sambil mengamati siaran televisi.
"Appa! Appa!" Seru seorang lelaki mungil yang baru saja masuk itu. "Appa lihat! Aku mendapatkan nilai terbaik di hasil ujian-ku!" Katanya dengan penuh semangat sembari menunjukan selembar kertas pada pria paruh baya itu.
"Benarkah anak kesayangan Appa ini meraih peringkat pertama?" Tanya sang Appa sambil mengangkat alisnya tak percaya, mencoba menggoda anak satu-satunya itu.
"Tentu saja, Appa. Lihatlah." Lelaki mungil itu lantas memaksa pria paruh baya itu untuk melihat kertas yang ia acung-acungkan.
Sambil tersenyum penuh arti, sang Appa mengambil kertas dari tangan lelaki mungil itu dan membacanya dengan teliti. Ia memang tidak meragukan anaknya karena tahu kepintaran dan kecerdasan yang dimiliki sang anak itu. Tanpa perlu mengecek kebenaran dengan melihat langsung hasil ujian, ia sudah tahu dan yakin anaknya yang saat ini duduk di bangku kelas tiga SMP tentu akan berhasil melalui ujian kelulusan dengan nilai yang memuaskan. Dan benar saja, lelaki mungil itu meraih nilai nyaris sempurna utk nilai akhir kelulusannya.
"Bagaimana Appa? Aku hebat, kan?" Tanya si lelaki mungil, menatap Appa-nya dengan mata bulat indahnya yang memancarkan kebahagiaan, menunggu dengan tidak sabaran reaksi dari Appa.
Appa terkekeh kecil lalu meletakkan hasil ujian anak-nya itu diatas meja. Melihat pancaran berbinar-binar dari mata bulat orang yang duduk disampingnya itu ia tahu kalau lelaki mungil ini ingin menagih janji hadiah yang pernah ditantang olehnya jika berhasil meraih nilai terbaik di kelulusan kali ini.
"Kau hebat. Sangat hebat." Appa menepuk pelan kepala lelaki mungil itu dengan sayang. "Sesuai janji Appa, kau boleh meminta hadiah apapun yang kau mau."
Lelaki mungil itu bersorak gembira sambil melayangkan tinju ke udara, bersamaan dengan munculnya seorang wanita paruh baya masuk ke dalam ruang tengah tempat dimana sang Appa dan anaknya sedang bercengkerama itu.
"Eomma, Appa akan memberiku hadiah karena nilai-ku adalah yang terbaik." Lelaki mungil itu berseru kepada sang Eomma, yang hanya menyunggingkan senyum kebahagiaan melihat tingkah anak semata wayangnya ini.
"Lalu hadiah apa yang akan kau minta pada Appa, sayang? Tanya Eomma.
Tiba-tiba saja senyum kegembiraan mendadak sirna dari wajah bulat si lelaki mungil. Keningnya langsung mengernyit, membuat Appa dan Eomma saling pandang heran. Baru beberapa saat yang lalu anak kesayangan mereka itu begitu bising dengan euforia kegembiraan hasil ujian yang ia raih.
"Kenapa, sayang?" Tanya Appa mengelus kepala sang anak.
"Hmmm." Lelaki mungil itu melipat bibirnya dengan kening yang semakin mengerut. "Aku belum memikirkan hadiahnya." Katanya berbisik.
Appa dan Eomma sekali lagi saling bertukar pandang, dan tak lama kemudian tawa pun meledak di ruang keluarga itu. Appa tertawa dengan terbahak-bahak, sementara Eomma tertawa sambil menutupi mulutnya, dan si lelaki mungil hanya memandang dengan mata membulat pada kedua orang tuanya, bingung dengan reaksi dari Appa dan Eomma.
"Kenapa Appa dan Eomma tertawa?" Si lelaki mungil bertanya dengan mata yang semakin membola.
"Appa kira kau sudah menyiapkan hadiah apa yang ingin diminta." Kata Appa, masih ada tersisa sedikit tawa di bibirnya, yang dijawab lelaki mungil itu dengan gelengan kepala. "Ya sudah kau pikirkan saja dulu hadiah apa yang kau inginkan, sayang. Kalau sudah dapat ide, sampaikan pada Appa, ne?" Appa menepuk bahu anak kesayangannya itu.
"Tentu saja." Jawab si lelaki mungil sambil mengangguk antusias. Senyum cerah kembali merekah di bibirnya. "Aku akan segera memikirkan hadiah apa yang ku inginkan, dan akan memberi tahu Appa nanti malam." Serunya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Chansoo Life
أدب الهواةThis story is all about the Giraffe and the Penguin of EXO daytime, Chanyeol and Kyungsoo. Untuk semua Chansoo Shipper Cerita merupakan fanfiction bersifat drabble atau oneshoot Isi cerita hanyalah karangan dan imajinasi author, karakter yang diceri...
