Tujuh

875 119 9
                                        


Sohyun mendengus. Gadis itu kini berdiri di depan ruang ekskul drama yang memang dijadikan ruang rapat untuk kesiswaan siang ini. Di sisinya, Hanbin berdiri dengan wajah malas.

"Bin, langsung masuk aja," suara Yunhyeong tiba-tiba terdengar. Lelaki itu berjalan bersama Jisoo yang memang satu seksi dengannya di OSIS. Mereka berdua melalui Hanbin dan Sohyun setelah Jisoo melempar senyumnya, memberi semangat pada Sohyun yang terlihat tak bersemangat.

"Apa sih nih? Males banget gue," Hanbin mendumel kesal dengan bibir yang mencuat kecil. Lelaki itu mengangkat kaki, hendak memutar langkah dan meninggalkan tempat itu.

Dan Sohyun yang melihatnya tak merespon apa-apa. Gadis berponi itu tetap berdiri tenang di tempatnya dan membiarkan Hanbin pergi. Ia sama sekali tak bergerak, bahkan setelah Hanbin mulai menghilang di balik tembok saat lelaki itu berbelok entah hendak ke mana.

Lisa tiba-tiba keluar dari ruangan yang ada di depan Sohyun. Gadis itu terlihat membawa beberapa kertas yang Sohyun tak mau peduli apa itu.

"Hyun, ayo masuk. Rapatnya mau dimulai," ajak Lisa saat ia sudah di hadapan Sohyun. "Oh ya, Hanbin mana?" gadis itu lalu mengedarkan padangannya, mencari di mana keberadaan ketua kelas mereka.

"Pergi." jawab Sohyun datar.

"Pergi?" ulang Lisa dengan ekspresi wajah kaget.

"Siapa yang pergi?"

Lisa mengumpat saat sebuah suara yang tak asing terdengar. Gadis itu lalu merunduk seakan ingin menyembunyikan wajahnya saat pemilik suara itu mulai berjalan mendekati mereka.

Yuta, si pemilik suara yang tak lain tak bukan adalah ketua OSIS, siswa kelas XI IPS 2 yang terkenal di kalangan siswi, kini telah berdiri di antara Lisa dan Sohyun. Lelaki itu merunduk kecil, mencoba melihat Lisa yang masih berusaha menyembunyikan wajahnya entah karena apa.

"Siapa yang pergi, Lis?" tanya lelaki itu lagi.

Lisa mendongak kecil, menatap Yuta dengan ekspresi sedikit takut. Gadis itu tidak tahu harus menjawab apa untuk pertanyaan yang Yuta ajukan, karena ia tahu jika ia akan mendapat akibat yang pasti sangat menjengkelkan.

"Hanbin,"

Lisa membulatkan matanya tak percaya. Gadis itu juga berusaha menahan dirinya agar tak mengumpat begitu saja di hadapan Yuta. Bagaimana bisa Sohyun menjawab pertanyaan itu tanpa beban dan kini menatap Yuta dengan datar?

"Hanbin?" tanya Yuta memastikan sambil menatap Lisa dan Sohyun bergantian. "Ketua kelas lo berdua, kan?"

Lisa tak menjawab karena ia masih sibuk memarahi Sohyun lewat tatapannya saat ini.

"Cari gih, Lis!" suruh Yuta tanpa beban, membuat Lisa menatapnya tak percaya. "Sampe dapat, tapi gak boleh telat. Lo presentasi kedua buat seksi lo, kan?! Jadi, lo harus on time!"

Dan inilah yang Lisa benci. Yuta itu kalau nyuruh orang gak kira-kira! Alias tak pakai perasaan. Lelaki itu mau semua berjalan sesuai rencana dan ia tak mau ada satu pun kekurangan pun. Hal itu tentu akan menjadikan siswa lain sebagai pelampiasan, seperti saat ini.

Setelah Yuta melangkah meninggalkan mereka, Lisa langsung melempar tatapan kesalnya pada Sohyun. Sementara gadis itu sendiri masih terlihat biasa saja dengan garis wajah datarnya.

"Gue gak mau tahu ya, Hyun. Lo yang cari Hanbin," ucap Lisa cepat.

"Lo yang disuruh," tolak Sohyun tenang.

"Gak, gue gak mau!" jawab Lisa tegas. "Gue masih harus lengkapin bahan presentasi gue. Lagian ini gara-gara lo, jadi lo yang harus cari Hanbin!"

"Gue?" Sohyun menautkan alisnya, merasa bingung dengan ucapan Lisa.

"Ya iyalah!" jawab Lisa cepat. "Kalo lo gak bilang Hanbin pergi, si Yuta gak akan nyuruh gue nyari dia. Jadi, intinya lo yang cari Hanbin. Titik. Gue pergi!"

Dan selanjutnya, Lisa memutar tubuhnya, melangkah meninggalkan Sohyun begitu saja.

Sohyun mendengus kesal. Gadis itu kembali dibuat kesal oleh Hanbin. Kenapa juga lelaki itu harus pergi?

Ah, tidak! Sebenarnya perginya Hanbin bukan masalah besar. Karena adanya Hanbin ataupun tidak di ruang rapat, semua akan sama saja bagi Sohyun.  Ia sendiri yang akan ikut rapat dan nantinya ia yang akan menjadi ketua kelas dadakan saat rapat itu.

Dan yang membuat ini jadi menyebalkan adalah...

Kenapa ketua OSIS sialan itu harus mewajibkan kehadiran Hanbin yang sebenarnya sama sekali tak penting?

^*leader couple*^

Hanbin melangkahkan kakinya ke salah satu meja yang ada di kantin setelah ia membeli sekaleng soda dan beberapa bungkus roti. Lelaki itu merasa lapar karena saat istirahat tadi, Yunhyeong hanya memberikannya sebungkus roti. Ditambah kekesalannya karena tiba-tiba disuruh keluar kelas untuk ikut rapat, lelaki itu makin merasa lapar.

Dan di sinilah ia. Kantin sekolah yang sepi karena jam istirahat telah berlalu. Tak ada siapapun di sana selain ia dan beberapa anak IPS yang mungkin sedang membolos pelajaran.

Hanbin meletakan rotinya diatas sebuah meja dan menarik kursi untuk duduk. Lelaki itu mulai membuka kaleng sodanya dan meminumnya sedikit sebelum ia meraih sebungkus roti dan mulai membukanya.

"Ngapain lo?"

Hanbin menghentikan gerak tangannya dan mendongak saat pertanyaan itu sampai ke telinganya. Lelaki itu dapat melihat sosok Sohyun yang kini sedang menatapnya dengan tatapan datar seperti biasa. Hal itu, membuat Hanbin refleks mendengus malas.

"Ngapain lo?" ulang Sohyun dengan intonasi yang naik sedikit, membuat Hanbin kembali mendengus dan mendongak menatap gadis itu.

"Lo nanya gue?" tanya lelaki itu balik.

Sohyun tak menjawab. Gadis itu masih bertahan pada posisinya dan menatap Hanbin datar.

Diamnya Sohyun membuat Hanbin berdecak. Kenapa sih, gadis itu ingin dijawab tapi ia sendiri tak menjawab pertanyaan Hanbin?!

"Makan! Lo gak liat?" jawab Hanbin sewot lalu merobek roti yang bungkusnya sudah ia buka lebih dulu dan memakannya tanpa dosa di depan Sohyun.

Sohyun mendengus. Gadis itu lalu menarik kursi di depan Hanbin dengan kesal lalu duduk di situ dengan kasar.

"Ngapain lo pake acara pergi dari rapat?" tanya Sohyun tak sabar.
Sementara Hanbin yang mendengarnya terlihat masa bodoh dan makan dengan tenang.

"Lo tahu gak? Gara-gara lo pergi, Lisa disuruh nyariin lo dan dia karna dia gak mau, dia malah nyuruh gue buat nyariin lo. LO TAHU GAK KALO GUE HARUS MUTER KELILING SEKOLAH BUAT....?"

"APA SIH, LO? DATANG-DATANG LANGSUNG MARAH-MARAH?"

Hanbin yang tak tahan dengan Sohyun tiba-tiba teriak, balas berteriak, membuat Sohyun meraih salah satu bungkus rotinya dan melemparnya begitu saja. Hasilnya, ia kebalakan dan berusaha menangkap roti itu.

"Kok lo ngegas?" tanya Sohyun masih dengan kesal.

"Abis lo..."

"Gue gak mau tahu!" belum sempat Hanbin menyelesaikan ucapannya, Sohyun sudah memotongnya lebih dulu. "Lo harus ikut gue ke ruang rapat!"

"Ogah! Males gue!" tolak Hanbin langsung.

"Ikut gue!"

"Gak!"

"Ikut gue!"

"Gue bilang nggak, ya nggak!"

"Ikut. Gue. Sekarang!"

Hanbin berdecak, lalu menatap Sohyun yang kini menatapnya dengan tatapan berkilat marah.

"Lo kenapa sih, ngotot banget gue ke sana? Kalo lo pengen sama gue, ya udah, di sini aja!"

^*leader couple*^

KALIAN JUGA JANGAN IKUT NGEGAS, OKE?!

YoaMaria

Leader Couple (Hanbin-Sohyun)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang