Sembilan Belas

794 120 27
                                        


Lisa, Jisoo, Jennie dan Rosie beranjak dari duduk masing-masing setelah Hanbin memanggil mereka dan mengatakan untuk segera berkumpul di ruang latihan ekskul tari.

Sementara Sohyun yang sejak tadi duduk bersama Lisa dan Jisoo kini sibuk mengeluarkan novel dari dalam tasnya setelah kedua sahabatnya itu pergi. Gadis berponi itu sudah siap untuk membaca novel jika memang tak ada hal penting yang harus ia lakukan. Tapi, belum juga ia membuka lembaran novel yang ada di tangannya, benda itu lebih dulu raib saat seseorang tiba-tiba menariknya.

Sohyun lalu mendongak, menatap si pelaku yang kini memegang novelnya dengan wajah tanpa dosa, membuatnya gatal ingin melempar wajah itu dengan sepatunya.

"Apa?" tanyanya malas.

"Ikut sini," jawab si pelaku yang tak lain dan tak bukan adalah Hanbin. "Kita disuruh Mr. Jiyong buat rekam hasil latihan mereka sebulan ini."

"Males."

Tak seperti biasanya, Sohyun langsung membalas jawaban Hanbin. Tapi sayangnya, dengan jawaban yang tak sesuai dengan harapan lelaki itu.

"Kok males sih? Nanti gue sama siapa?" tanya Hanbin dengan kedua alis yang bertautan.

"Ya lo aja sendiri, kan tinggal ngerekam doang."

"Mr. Jiyong nyuruhnya kita berdua," balas Hanbin. "Lagian lo gimana sih? Jadi wakil gue gak bertanggung jawab banget."

Sohyun mendengus malas. Ia lalu merebut kembali novelnya yang ada di tangan Hanbin. Sedangkan Hanbin yang tak siap, terpaksa membiarkan gadis berponi itu meraih kembali novelnya.

Melihat Sohyun yang sudah asyik membaca, Hanbin hanya mampu menghela nafas kasar. Tiga detik setelahnya, ia mendongak menatap sang adik yang kini sudah kembali dengan aktivitasnya bersama keempat lelaki lain di belakang sana. Ia ingin ke ruang latihan ekskul tari sendiri, tapi saat mengingat keadaan di luar sana saat ia memenuhi panggilan Gea, siswi kelas IPA 1, yang menunjukan kehadiran para maniaknya, lelaki itu enggan keluar sendiri. Tadinya, ia pikir akan ada Sohyun. Tapi, gadis itu kini sibuk sendiri dan kembali mengacuhkannya. Sementara adiknya yang biasa ia jadikan tameng sedang dalam mode tak ingin diganggu. Maka, ia tak tahu harus melakukan apa.

"Lo ngapain masih di situ?"

Hanbin mengerjap, lalu menunduk dan menatap Sohyun yang kini juga menatapnya. Gadis itu masih sama, duduk diam di bangkunya dengan novel di tangannya.

"Kenapa?" tanya balik Hanbin.

Sohyun menatap Hanbin datar tanpa menjawab pertanyaan yang baru saja lelaki itu ajukan. Entah apa yang ada di otaknya, gadis itu merasa sedikit kesal saat mengingat kejadian beberapa saat yang lalu. Saat Jimin mengatakan jika ada seorang siswi yang mencari Hanbin. Sebenarnya, bukan itu masalahnya. Sohyun baik-baik saja saat Jimin mengatakan itu, tapi yang membuatnya merasa sedikit kesal adalah ketika Mark dan Jaehyun menyoraki Hanbin dengan godaan-godaan tak jelas mereka. Kalian ngerti kan maksud Yoa. Bahkan mereka terus menggoda Hanbin ketika Jungkook yang mengaku terang-terangan sebagai pacar gadis itu menghajar mereka. Dan itu membuatnya malas meladeni Hanbin.

Tapi, kembali lagi pada kondisi saat ini. Bagaimana Sohyun bisa mengabaikan Hanbin jika lelaki itu bahkan tak bergerak dan tetap berdiri di depannya seakan menunggu? Maka, mau tak mau ia pun bangun dari duduknya, berjalan keluar kelas terlebih dahulu, membiarkan lelaki itu mengekorinya jika sudah sadar.




^*leader couple*^




"Abang, lo gak mau cerita sama gue?"

Hanbin mendengus, menatap Hana yang baru saja mengajukan pertanyaan itu. Adiknya itu tengah duduk santai di gazebo sambil mengumpulkan soal Biologi yang katanya untuk membantu Elisa, siswi kelas IPA 1 yang ditunjuk untuk ikut Olimpiade pada mata pelajaran itu.

Leader Couple (Hanbin-Sohyun)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang