Nine

379 57 2
                                    

🐯

Aku dengan cepat menoleh ke arah sumber suara dan menemukan V dengan Taeyong berjalan ke arahku. Aku menoleh ke arah teman-teman V, lebih tepatnya sedang memeriksa keadaan. Untungnya, mereka sedang sibuk memesan menu dengan seorang pelayan yang berbahu lebar dan tinggi, mereka sepertinya kenal satu sama lain karena mereka mengobrol cukup lama.

Itu bukanlah yang harusnya kupikirkan.

Aku dengan buru-buru menghampiri V dan Taeyong yang tidak jauh dari lokasi kafe Galaxies berada, lalu memberhentikan mereka berjalan lebih jauh.

"Apa yang kau lakukan di sini?!" Aku bertanya dengan sedikit menekankan nadaku, menunjukkan jika sedang dalam waktu yang tidak tepat.

V menyentil dahiku cukup keras, spontan aku menggosok dahiku karena kesakitan.

"Ini kan arah ke sekolahmu, bodoh."

Aku terdiam, kedua bola mataku melihat sekitarku dengan saksama sebelum aku menepuk dahiku cukup keras.

Ayolah, Tae. Sekali saja kau tidak bodoh.

"Justru apa yang kau lakukan di sini, Tae?" Taeyong mulai berbicara.

Aku melirik kafe untuk berjaga-jaga, lalu menghirup udara sedalam mungkin sebelum menghembuskannya, itulah caraku untuk menenangkan diri.

"Kalian tidak bisa lama-lama di sini, kalau bisa, jangan melewati kafe tersebut," aku menunjuk kafe Galaxies.

"Kenapa?" V menaikkan salah satu alisnya.

Aku melirik kafe Galaxies dengan panik, aku takut jika salah satu dari mereka ada yang mencariku dan memutuskan untuk keluar dari kafe.

Aku memandang V dan Taeyong kembali. "Teman-temanmu ada di dalam sana, V. Aku mohon, kau harus mengambil jalan memutar untuk tidak ketahuan,"

V dan Taeyong saling bertukar tatapan, mereka pun memandangku kembali.

"Baiklah, kau jangan pulang terlalu malam," V menepuk-nepuk kepalaku. Aku hanya menatapnya sinis karena dia masih memperlakukanku layaknya anak kecil.

"Hati-hati, Tae. Ayo, V," Taeyong melambaikan tangannya sebelum berbalik badan.

V menatap mataku beberapa saat sebelum dia bergegas untuk pergi dengan Taeyong. Namun, seperti biasa. Kesialan terlalu terjadi di antara kami berdua. Tiba-tiba ada seorang pelayan yang keluar dari kafe Galaxies, dia melihat wajahku dan V. Seketika dia segera menunjuk ke arah V dengan ekspresi yang terkejut.

"Ah!"

V menyipitkan kedua matanya, lalu dia menyadari pelayan yang menunjuk ke arahnya. "Kau!" Raut wajah V pun berubah.

Awalnya, aku tidak mengerti apa yang terjadi, tetapi beberapa kejadian mengingatkanku dengan beberapa hal. Pelayan itu menghampiri kami dengan ekspresi yang masam, aku menelan salivaku.

"Kau yang ingin memukulku!" Pelayan itu bertolak pinggang.

Taeyong yang sudah berjalan mendahului V seketika membalikkan badannya kembali, mengecek apa yang terjadi kepada kami bertiga. Aku melihat wajah V, kemudian wajah si pelayan. Tampaknya keributan agak segera dimulai, tetapi dengan cepat, aku membawa mereka menuju ke sebuah gang kecil, sehingga tidak terlihat dari kafe Galaxies berada. Taeyong juga membantuku membawa mereka.

"Hei, apa yang kau lakukan?! Kau ini siapa?!" Si Pelayan tidak berhenti berceloteh saat aku menariknya ke sebuah gang, Taeyong menarik V di belakangku.

TigersTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang