Berapa kali pun Bogum menolak, Taehyung selalu memaksanya untuk melakukan hal yang tidak baik. Taehyung perlahan-lahan merangkak menuju pangkuan Bogum dengan gerakan yang menggoda, Bogum berusaha bergerak mundur, tetapi Taehyung sudah terlebih dahulu duduk di pangkuannya seraya melingkarkan kedua tangannya di leher Bogum. Taehyung menggesekkan bokongnya, terkadang dia akan cegukan. Kedua mata Taehyung sayu, kedua pipinya sedikit menggembung. Bogum menelan salivanya untuk menahan dirinya dalam melakukan seperti apa yang Taehyung inginkan.
"Bogumie hyung─" Taehyung merengek seperti anak kecil yang tidak diberikan permen lolipop oleh kedua orang tuanya.
Bogum memegang pinggul Taehyung agar Taehyung dapat berhenti untuk menggesekkan bokongnya di pangkuan Bogum.
"Tae, kita tidak boleh melakukan hal yang tidak baik, mengerti?" Bogum menatap kedua bola mata milik Taehyung. Sayangnya, Taehyung hanya mendengarkannya melalui telinga kanan dan keluar melalui telinga kirinya.
Jari-jari Taehyung berjalan dari dada Bogum menuju area privasi Bogum, Bogum dengan cepat menghentikan pergerakan Taehyung lebih lanjut. Taehyung memajukan bibir bawahnya, pertanda dia merajuk.
"Daddy─" Taehyung mengerutkan dahinya.
Jikalau Bogum sedang meminum sesuatu, mungkin dia akan tersedak saat mendengarnya. Bogum merasa kedua pipinya terselimuti oleh warna kemerahan karena dia merasa pipinya sedikit memanas. Taehyung melepaskan jarinya dari genggaman Bogum, kemudian dia memasukkan dua jarinya ke dalam mulutnya. Dia membuka mulutnya agar Bogum dapat melihatnya, dia menjilati kedua jarinya dengan tatapan menggoda.
"Mmhh," setelah dia merasa puas untuk menjilati kedua jarinya, dia mengapit kedua jarinya dengan mulutnya, kemudian memasukkan dan mengeluarkan kedua jarinya. Bogum merasa dia sudah tidak bisa menahan kembali, dia menggigit bawah bibirnya untuk menahan hawa nafsunya. Bogum mendorong Taehyung ke sofa, Taehyung sempat mengerang kesakitan karena punggungnya yang tiba-tiba bersentuhan dengan permukaan sofa. Bogum merangkak di atasnya sementara Taehyung tersenyum nakal.
Bogum sudah siap menyentuh Taehyung, tetapi tiba-tiba suara deringan telepon menghentikan niat Bogum. Bogum langsung berdiri, dia mengatur ulang napasnya.
"Apa yang kau lakukan, bodoh?" Bogum mengacak-acak rambutnya.
Deringan telepon yang menghentikannya berasal dari saku celana Taehyung. Taehyung dengan sedikit kesal mengeluarkan telepon genggamnya seraya cegukan. Dia memerhatikan nomor yang tidak dikenal itu, Taehyung tanpa berpikir panjang mengabaikan panggilan masuk tersebut. Dia melempar telepon genggamnya ke sisi lain sofa.
"Tae," Bogum menghela napas. Dia berusaha berpikir sebelum Taehyung dapat menguasainya kembali. Tidak ada pilihan lain selain membuatnya tertidur, Bogum dengan terpaksa mengetuk keras bagian fatal di bagian tengkuk Taehyung. Taehyung pun terbaring tidak sadar di atas sofa.
━━━━━━━━━
Taehyung terbangun dari tidurnya, dia membuka kedua matanya secara perlahan-lahan. Pandangannya mendapati langit-langit yang berwarna putih, ia mengedipkan kedua matanya sebelum memutuskan untuk duduk. Spontan, dia memegang kepalanya karena masih merasa pusing. Taehyung pun memperhatikan sekitarnya, rupanya dia sudah berada di dalam kamarnya. Taehyung menggaruk-garuk belakang kepalanya yang tidak gatal, dia berusaha untuk mengingat apa yang telah terjadi semalam. Namun, bagaimana pun usahanya dalam mengingat hal tersebut, dia tidak bisa mengungkapkan alasan dia sudah berada di dalam kamarnya. Taehyung hanya mengingat saat dia mendadak merasa pusing.
Tiba-tiba Taehyung merasa mual, dia segera berlari menuju toilet terdekat. Dia memuntahkan isi perutnya saat sudah berada di toilet, terkadang dia akan terbatuk. Taehyung bersandar di dinding toilet, dia mengatur ulang napasnya. Dia tidak merasa enak di sekitar kerongkongannya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Tigers
FanfictionTaehyung diminta oleh kakak kembarannya, Vante untuk menggantikannya di sekolahnya selama satu minggu. Kemudian, dia menyesal untuk menyetujuinya. ↑ Kook. ↓ Tae.