Original Cover by : @inunekosukii/Lena
Edited by : me
!!!WARNING!!!
※ Mengandung OOC Berlebihan
※ Ketypoan + Bahasa Asing (?)
※ Kebaperan sesaat (?)
※ Boy x Boy / Yaoi / Shounen Ai
※ Hardcore (?) ?
▶E...
Pairing : Eren x Levi Genre : Drama, Slice of life, Shounen Ai, Boy x Boy, Yaoi, comedy. Background Music : BTS (방탄소년단) "Sea (바다)" - Music Box Edition
❗❗❗ USE YOUR EARPHONE ❗❗❗
🎧🎧🎧
============ (6A) ===========
(Levi's POV)
Dan sampailah kami di rumahku...
•
•
•
Mendadak Eren memutuskan untuk bermalaman dirumah ku, meski sudah ku larang dan memperingatkannya akan pekerjaannya, sifat keras kepalanya tidak pernah berubah. Ia tetap memaksa untuk bermalaman di rumahku.
Akupun mengalah, namun dengan syarat dia tidak membuat kacau rumahku seperti dulu ketika di mana ia pernah menginap dirumahku.
Aku paham bahwa Eren yang dari tadi sibuk dengan pekerjaannya pasti belum sempat untuk menyentuh makanan sedikitpun, melainkan hanya sebotol air mineral kemudian menyiapkan makan malam untuknya.
Sebuah makanan yang ia sukai ketika dulu menginap di rumahku, Kare.
Setelah hidangan makan malam tersedia di meja, kami pun makan bersama.
"Levi-san, say aa~… ", ucap Eren saat disela-sela kegiatan makan kami, dan membuatku agak merasa canggung karena situasi dimana dia ingin menyuapiku.
"A-aa~…", entah mengapa aku mau, dan menurutinya. Ku lahap lah sesendok makanan dari sendok yang Eren gunakan.
"Suapi aku Levi-san!~ ", pintanya dengan senyuman imutnya.
Aku pun mengiyakannya lalu kembali menyuapi Eren dengan sendok yang ku gunakan.
Dan berakhir dengan acara suap-menyuapi satu sama lain. (눈///눈)
Selepas dari kegiatan memalukan itu, aku memintanya untuk duduk saja di sofa ruang tamu selagi aku mencuci peralatan dapurku.
Kurang lebih 5 menit kemudian aku selesai dengan urusanku di dapur, setelah itu menghampiri Eren di ruang tamu....
Dan ketika ku menghampirinya, dia tak ada di sana.
"Eren? ", panggilku menoleh ke setiap sudut ruangan mencari batang hidungnya.
Tak menemukannya di lantai dasar, kemudian aku pun naik ke lantai atas untuk mencarinya.
Dan satu-satunya ruangan yang ada di atas hanya kamarku.
Dan benar saja ketika ku buka pintu perlahan, aku melihatnya dari belakang yang sedang terdiam di depan meja kerjaku dalam gelap.
"... Eren? ", panggilku mendekatinya.
Perlahan terdengar suara dari sebuah 'music box' yang sangat ku kenal ketika mendekatinya.
"Hey, Eren, kau masuk ke kamarku tanpa seizinㅡ"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.