Pairing : Eren x Levi
Genre : Drama, Slice of life, Shounen Ai, Boy x Boy, Yaoi, comedy.
Background Music : -
❗ Warning ❗
🍋 Lemon 🍋
============ (6B) ===========
(Levi's POV)
Kami berpelukan cukup lama dalam keheningan, sampai akhirnya Eren melepaskan pelukan kami, lalu memegang pipi kananku dan mendekatkan wajahnya ke wajahku.
Suasana yang cukup canggung untukku, aku tak dapat memberontak dan hanya terdiam menatapnya sambil menunggunya, dan perlahan mengejapkan mata, sampai akhirnya bibir lembutnya menyentuh bibirku.
Sentuhan lembut dari bibirnya yang pernah kurasakan sebelumnya.
Ketika Eren yang baru menginjak usia 7 tahun mengecup bibirku sebagai hadiah ucapan Ulang Tahunku waktu itu.
Kami pun menjadi hening sesaat setelah kecupan tadi.
"Umm.. Eren.. Soal bermalam di sini...? ", tanyaku gugup.
"Hmm? Levi-san menanggapnya dengan serius ya? ㅡPffft... Padahal aku cuma bercanda lho... " balas nya menahan tawa.
"Hah? Maksudmu? "
"Aku tidak bermalam disini ", jawabnya sambil mencubit pelan pipiku.
"Kalau begitu kenapa memaksaku untuk mengizinkanmu bermalam disini?? ", tanyaku sambil menepis tangannya.
"Eh? Kenapa? Levi-san kesal karena aku tidak jadi menginap? ", tanyanya
"Atau sedih ? Hehehe... ", lanjunya sambil terkekeh.
"ㅡTch! ", decihku kesal, dan malu karena pikiranku dapat ditebak olehnya, kemudian pergi keluar kamar menuju lantai bawah ke ruang tamu diikuti oleh Eren.
"Levi-san? Levi-san marah? ", tanyanya sambil berjalan menuruni tangga di samping ku.
"Tidak. ", jawabku cuek tanpa memperhatikannya.
"Yakin? "
"Ya. "
"Aww~ imutnya, Levi-san ingin aku menginap lagi di sini ternyata!~ ", ucapnya sambil memeluk gemasku dari samping.
"Siapa juga yang berharap, kau ke-pedean. Lepaskan! " balasku acuh tak acuh sambil berusaha melepaskan diri darinya.
"Tuh kan ngambek, Pfftㅡ ", cetusnya masih memelukku.
"Siapa yang ngambek?? Sok tau! ", balasku, lalu menyikut perutnya sebagai pelampiasan maluku.
"Akh!ㅡ ", rintihnya lalu melepaskan pelukannya dan memegang perutnya sambil berlutut kesakitan.
Reflek aku pun jadi khawatir dan ikut berlutut dengan Eren.
"ㅡEren! Maafㅡ "
Belum sempat aku menyelesaikan permintaan maafku, tangannya kembali memelukku juga memegang kepala belakangku dan menciumku.
Membuatku tersentak, membulatkan mataku, dan menatap mata Eren yang juga menatapku, begitu dekat, sangat dekat.
Perlahan ciuman itu berubah menjadi semakin dalam.
Lidahnya yang meminta akses masuk kedalam mulutku, mulai bermain-main dengan lidahku, menekannya dan melumat bibir juga lidahku.
"Mnh~..."
Awalnya aku memberontak namun perlahan melemah, karena merasakan atmosfer yang mulai memanas.
KAMU SEDANG MEMBACA
[ERERI] - Fortune Cookies - (Completed)
FanfictionOriginal Cover by : @inunekosukii/Lena Edited by : me !!!WARNING!!! ※ Mengandung OOC Berlebihan ※ Ketypoan + Bahasa Asing (?) ※ Kebaperan sesaat (?) ※ Boy x Boy / Yaoi / Shounen Ai ※ Hardcore (?) ? ▶E...
![[ERERI] - Fortune Cookies - (Completed)](https://img.wattpad.com/cover/134851935-64-k608436.jpg)