Fortune Cookies - Ch.13

4.2K 433 19
                                        

Pairing : Eren x Levi
Genre : Drama, Slice of life, Shounen Ai, Boy x Boy, Yaoi, comedy.
Background Music :  -

============ (13) ============

(Levi's POV)


"ㅡEeh??! Benarkah?! "

"Brisik! Sudah kubilang jangan teriak! Mau ku hantam ya kau??! ", bentakku ke Hanji yang baru saja bertanya dengan suara yang latangnya.

"Lalu, Levi apa kau sudah memberi tahu hal itu padanya? ", tanya Erwin yang duduk di sebelah Hanji.

"Belum ", jawabku singkat padat dan jelas.

"Jadi kenapa kau malah menceritakannya ke kami dan bukannya ke Eren??? ", tanya Hanji

"Kalau aku bisa, akan ku katakan sejak sebelum kami memulai hubungan! ", seruku tak berani menatap keduanya.

"Kau tidak bisa terus-terusan menyembunyikan hal seperti itu dari kekasihmu sendiri, seharusnya kau harus lebih terbuka padanya... Katakan saja sejujurnya dan aku yakin semuanya akan baik-baik saja. " ujar Erwin

"Bagaimana jika ia menolakku? Bagaimana jika ia malah meninggalkan aku karena masalah fisikku? ", tanyaku penuh kegelisahan.

"... Bukankah kalian saling mencintai? Kalau memang benar kalian saling mencintai satu sama lain, aku yakin dia tidak akan berbuat serendah itu. Kau kan sudah mengenalnya sejak kecil, seharusnya kau tahu banyak tentang sifat dan karakternya itu. " ucap Hanji meyakinkanku.

"Dia benar, kau hanya perlu mempercayai nya, dan beritahu kejujuranmu itu. " sambung Erwin.

"... "

"Kau bisa Levi! Kau bisa. Percayalah. " ucap Erwin menyemangati ku yang masih termenung dalan pikiranku.

"Ayolah! Levi yang ku kenal itu pemberani. Sejak kapan kau jadi penakut seperti itu??? ", kali ini Hanji juga ikut menyemangatiku.

Memang yang kubutuhkan adalah dorongan dari teman-temanku, mereka dengan senang hati membantuku mencari jawaban dari pertanyaanku.

   Pertanyaan dari sepupu Eren, Mikasa yang membuatku teringat akan masalah fisikku yang selama ini harus ku jaga.

"Ngomong-ngomong Levi, dimana Ej-kun??? Aku ingin bertemu dengannya! ", ucap Hanji begitu bersemangat.

"Dia sedang ada pemotretan di studionya, tadi aku baru dari sanaㅡ ", balasku kemudian meminum segelas kopi hitam yang kupesan.

ㅡTiba-tiba saja ponsel ku berdering menandakan bahwa ada panggilan masuk, dan itu dari Eren

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

ㅡTiba-tiba saja ponsel ku berdering menandakan bahwa ada panggilan masuk, dan itu dari Eren.

"ㅡHalo, Eren? "

"ㅡLevi-san! Levi-san dimana? "

"Aku sedang bersama teman-teman ku. Maaf tadi aku langsung pergi dan tak memberitahu mu, aku hanya tidak ingin mengganggu jadwal pemotretan mu. "

"Di mana lokasi Levi-san sekarang? Biar ku jemput "

"Aku di kafe kopi dekat kantor ku "

"Baiklah, tolong jangan kemana-mana, tetaplah di dalam bersama teman-teman mu, aku akan segera kesana. "

"Iya... "ㅡ*Tuut tuut tuutt...

"Dari Eren? ", tanya Erwin.

Aku pun mengangguk mengiyakannya.

"Tuh kan dicariin, apa yang kayak begitu masih kamu ragukan? ", Hanji angkat bicara.

"... "

"Selanjutnya itu, tergantung dari dirimu sendiri... Mau tetap bersembunyi terus di balik bayangan atau berdiri di hadapan bayanganmu itu. " ucap si alis tebak memamerkan kebijakannya itu.


"... Hufft... Baiklah aku mengerti.  Hei, bagaimana jika ku traktir saja sebagai ucapan terima kasihku? ", tawarku ke kedua temanku.

"Eeh? Sungguh??? Tentu aku mau! ", seru Hanji bersemangat.

"Ahahaha... Sering-sering berkonsultasi saja kalau begini ", cetus si alis tebal.

"Brisik! Sudah sana pesan sebelum aku merubah pikiranku. " sahutku acuh tak acuh.

Kemudian aku pun mentraktir mereka, dan menunggu Eren sambil menikmati secangkir kopi hitam kesukaanku.

Tak lama kami kami pun menyudahi pertemuan kami dan kembali ke apartemen kami setelah Eren tiba untuk menjemput ku.

"Eren? ", panggilku saat di perjalanan dalam mobil.

"Hmm? ", balasnya dengan deheman.

"Kau marah karena aku pergi tanpa memberitahu mu? ", tanyaku memastikan moodnya itu.

"Aku sangat marah ", jawabnya masih terfokus menyetir menghadap ke depan.

"... I'm sorry... ", ucapku menatapnya yang sedang menyetir.

"... Aku marah sekali pada diriku kalau Levi-san sampai kenapa-kenapa... Aku tidak akan memaafkan diriku karena tidak bisa menjaga dengan benar orang yang ku cinta jika hal itu terulang kembali. " ujarnya masih menempatkan pandangannya ke depan namun raut wajah kekesalannya terlihat di mataku.

"... ", entah mengapa aku jadi diam seribu bahasa setelah perkataan itu dilontarkan dari mulutnya.

Yang ada di benakku sekarang hanya, bagaimana caraku dan kapan waktu yang tepat bagiku untuk menyampaikan hal yang harus kusampaikan padanya.


•••

Sesampainya di apartemen, kami menyempatkan diri untuk membasuh diri kami sebelum menuju ke alam mimpi.

"Eren, kau sudah makan? ", tanyaku melihatnya yang sedang terduduk di sofa ruang tamu dan menatap ke langit-langit.

"Aku tidak lapar.. Levi-san sudah makan di luar kan tadi? Kalau begitu tidurlah sekarang besok senin, dan Levi-san harus pergi ke kantor bukan? ", balasnya tanpa menatapku.

Entah mengapa aku merasa sikap Eren menjadi lebih cuek karena ulahku dan hal itu membuat kegelisahan dalam diriku muncul.

Kuputuskan untuk mendekatinya, dan berdiri di hadapannya.

"Eren, aku minta maaf... "

"Hufft... Levi-san tidak perlu minta maaf terus menerus. Jangan menyalahkan diri sendiri, aku tak marah pada Levi-san. "

"Kalau kau tak marah, kenapa bersikap seperti itu? ", tanyaku heran.

"Bersikap seperti itu apanya? Aku normal, sama seperti biasanya, hanya lelah saja ", balasnya dengan memalingkan pandangannya ke langit-langit lagi.

"Kalau begitu ayo tidur ", ajakku.
"ㅡDuluan saja, aku mau ke kamar mandi dulu. " balasnya segera dan berjalan menuju kamar mandi.

("... Kurasa ini bukan waktu yang tepat... Mungkin nanti saat suasana hati nya membaik. "), pikirku melihat punggungnya yang menuju kamar kecil.


===== (13 END) =====

FORTUNE COOKIES
CH. 14

[ERERI] - Fortune Cookies - (Completed)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang